WISATA

Healing ke Sigi: Trekking Hutan Adat, Terus Belajar Membatik di Batik Valiri!

Yatin Suleha
Kamis 09 Juli 2026 / 18:07
Ringkasnya gini..
  • Di Desa Beka, wisata enggak cuma soal jalan-jalan, tapi tentang meresapi hubungan antara alam, budaya.
  • Melalui Batik Valiri, kamu bakal diajak trekking seru ke Hutan Ranjuri, kawasan hutan adat yang dijaga ketat agar tetap lestari.
  • Gak cuma buat lindungi desa dari banjir atau sumber air, hutan ini juga jadi "pabrik" warna alami buat batik mereka.
Jakarta: Di Desa Beka, wisata enggak cuma soal jalan-jalan, tapi tentang meresapi hubungan antara alam, budaya, dan kreativitas masyarakat lokal.

Melalui Batik Valiri, kamu bakal diajak trekking seru ke Hutan Ranjuri, kawasan hutan adat yang dijaga ketat agar tetap lestari.

Gak cuma buat lindungi desa dari banjir atau sumber air, hutan ini juga jadi "pabrik" warna alami buat batik mereka. 

Daun rau, mangga, hingga jati disulap jadi warna-warna estetik dengan proses yang butuh kesabaran ekstra—jauh dari kesan instan.
 
Kamu bisa menyusuri Hutan Ranjuri yang dijaga secara adat, mengenal tanaman pewarna alami, memahami motif budaya Kaili, lalu mencoba langsung proses membatik bersama Batik Valiri.

Hutan Ranjuri sendiri hanya seluas sekitar 9 hektar, tetapi memiliki peran penting bagi warga Desa Beka, Kecamatan Marawola. 


(Jelajahi Hutan Ranjuri, pelajari budaya Kaili, dan praktik langsung membatik estetik di Desa Beka. Foto: Dok. Istimewa)

Hutan ini menjadi sumber air, penyangga banjir dan kekeringan, sekaligus sumber inspirasi motif dan pewarna alami untuk Batik Valiri. 
 

Kenapa Batik Valiri worth banget?


Motif penuh makna: Setiap pola, kayak taiganja (simbol kesuburan) atau jejak megalitik Sigi, punya filosofi mendalam soal identitas lokal yang jarang kamu temukan di batik lain.

Ramah lingkungan: Mereka cuma pakai daun yang sudah gugur, jadi ekosistem hutan tetap aman.

Pengalaman autentik: Kamu bisa belajar langsung cara membatik dan memahami proses pewarnaan alami di tengah suasana hutan yang tenang.

Berkat pendampingan dari gampiri interaksi, Batik Valiri kini jadi destinasi ekowisata yang mendunia. Gak heran kalau turis dari Brasil sampai Jepang sering mampir buat belajar langsung di sini.
 
Batik Valiri bukan sekadar oleh-oleh, tapi bukti nyata kalau menjaga alam dan mengembangkan ekonomi kreatif bisa berjalan beriringan. 

Jadi, kalau kamu cari pengalaman wisata yang meaningful, estetik, dan sustainable, Batik Valiri wajib banget ada di bucket list liburanmu!

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH