FITNESS & HEALTH

Upaya Meningkatkan Partisipasi Perempuan dalam Deteksi Dini Kanker Serviks

Elang Riki Yanuar
Kamis 26 Maret 2026 / 11:00
Ringkasnya gini..
  • Prodia meluncurkan My HPV-Test, tes HPV risiko tinggi dengan metode self-collection untuk mempermudah deteksi dini kanker serviks secara lebih privat.
  • My HPV-Test memungkinkan perempuan mengambil sampel sendiri dari rumah dengan swab khusus, tanpa prosedur invasif di klinik.
  • Indriyanti Rafi Sukmawati menyebut My HPV-Test direkomendasikan bagi perempuan usia 30-65 tahun agar skrining kanker serviks lebih mudah dan rutin.
Jakarta: Sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta akses deteksi dini kanker serviks di Indonesia, Prodia menghadirkan inovasi pemeriksaan My HPV-Test, yaitu tes deteksi Human Papillomavirus (HPV) risiko tinggi dengan metode self-collection atau pengambilan sampel secara mandiri. 

Pemeriksaan ini dirancang untuk membantu mendeteksi keberadaan HPV tipe risiko tinggi yang diketahui sebagai penyebab utama kanker serviks, dengan tetap mengedepankan kenyamanan dan privasi pasien.

HPV sendiri merupakan virus yang dapat menginfeksi lapisan kulit dan mukosa tubuh, termasuk area genital. Virus ini memiliki banyak tipe, dan beberapa di antaranya tergolong berisiko tinggi karena berhubungan dengan kasus kanker serviks. Oleh sebab itu, deteksi HPV menjadi salah satu upaya penting untuk menurunkan risiko penyakit yang sering kali berkembang tanpa gejala di tahap awal.

Pemeriksaan HPV-DNA dikenal memiliki sensitivitas tinggi dalam mengidentifikasi infeksi HPV risiko tinggi, bahkan sebelum muncul tanda klinis apa pun. Dengan deteksi dini yang dilakukan secara rutin, potensi berkembangnya kanker serviks dapat ditekan karena risiko bisa terpantau sejak awal.

My HPV-Test dirancang dengan pendekatan berbeda dibanding pemeriksaan konvensional. Dalam layanan ini, pengguna dapat melakukan pengambilan sampel secara mandiri menggunakan swab khusus dari area vagina tanpa perlu prosedur pengambilan sampel serviks oleh tenaga kesehatan.
Metode tersebut dinilai lebih nyaman karena bersifat non-invasif serta memberikan ruang privasi yang lebih besar. Cara ini juga diharapkan dapat mengurangi hambatan psikologis yang selama ini membuat sebagian perempuan menunda atau menghindari pemeriksaan kesehatan reproduksi.

Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, menjelaskan bahwa layanan ini dibuat untuk mempermudah perempuan melakukan pemeriksaan dari rumah tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.

“My HPV-Test dirancang agar perempuan dapat melakukan deteksi dini HPV dengan lebih nyaman dan praktis dari rumah," katanya. 

Meski dilakukan secara mandiri, pemeriksaan ini tetap diklaim memiliki tingkat akurasi yang tinggi selama prosedur dilakukan sesuai petunjuk. Dengan demikian, layanan ini tetap mengutamakan aspek medis tanpa mengabaikan kenyamanan pengguna.

Selain praktis, metode self-collection juga dinilai efisien karena dapat menghemat waktu. Pendekatan ini membantu perempuan yang memiliki aktivitas padat atau tinggal jauh dari fasilitas kesehatan agar tetap bisa melakukan deteksi dini secara rutin.

"My HPV-Test direkomendasikan untuk perempuan berusia 30 hingga 65 tahun yang aktif secara seksual, terutama bagi mereka yang belum pernah atau jarang menjalani deteksi dini kanker serviks. Layanan ini juga dapat menjadi alternatif bagi individu yang merasa tidak nyaman dengan pemeriksaan konvensional di klinik atau rumah sakit," katanya.

Sebagai salah satu laboratorium klinik yang dikenal luas di Indonesia, Prodia menilai inovasi ini sebagai bagian dari penguatan layanan preventif. 

"My HPV-Test diharapkan mampu meningkatkan partisipasi perempuan dalam deteksi dini kanker serviks, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih luas dan berkelanjutan," tutupnya. 






 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH