FITNESS & HEALTH
Jompo Banget Pulang-pergi Mudik? Spill Rahasia 'Baterai Fisik' Biar Gak Gampang Lowbat
Yatin Suleha
Selasa 24 Maret 2026 / 15:37
- Mudik terasa sangat capek karena kombinasi perjalanan jarak jauh, posisi duduk statis berjam-jam.
- Belum lagi kamu stres karena kemacetan dan dehidrasi.
- Tubuh dipaksa beraktivitas intens saat stamina menurun, menyebabkan otot kaku, pusing, hingga keluhan fisik lainnya.
Jakarta: Mau mudik happy, after sampai kampung halaman lowbet. Tubuh drop karena kelelahan. Eh, pas pulang juga sama aja nih. Kecapean karena perjalanan berjam-jam. Kenapa sih mudik terasa super capek?
Mudik terasa sangat capek karena kombinasi perjalanan jarak jauh, posisi duduk statis berjam-jam (sedentary behavior) dan kurang tidur. Belum lagi kamu stres karena kemacetan dan dehidrasi.
Tubuh dipaksa beraktivitas intens saat stamina menurun, menyebabkan otot kaku, pusing, hingga keluhan fisik lainnya. Dilansir dari berbagai sumber ternyata mudik bikin capek dan lelah karena beberapa faktor berikut ini.
Duduk berjam-jam di kendaraan membuat otot kaku, aliran darah tidak lancar, serta menimbulkan nyeri di leher, punggung, dan pinggang.
(2).jpg)
(Kurang tidur saat mudik dapat meningkatkan rasa lelah, rentan sakit akibat imun menurun, sakit kepala, stres, dan suasana hati (mood) terganggu. Foto: Dok. Pexels)
Persiapan mudik yang mepet dan padat menyebabkan tubuh sudah kurang tidur sebelum berangkat dan juga pulang dari mudik, membuat stamina tidak optimal.
Kondisi jalan yang macet parah memicu stres, terutama bagi pengemudi yang harus fokus terus-menerus, sehingga memicu ketegangan otot.
Kurang minum (dehidrasi) saat perjalanan menurunkan energi. Selain itu, pola makan tidak teratur atau mengonsumsi makanan berat/berlemak memicu kelelahan fisik.
Durasi perjalanan yang sangat lama menguras energi tubuh, seringkali ditambah dengan membawa beban bawaan yang berat.
1. Istirahat di rest area setiap 2-3 jam untuk melakukan peregangan (microstretching)
2. Atur posisi duduk agar tetap nyaman dan gunakan bantal leher
3. Cukupi kebutuhan cairan (minum air putih) untuk menghindari dehidrasi
4. Tidur cukup minimal 6-8 jam sebelum berangkat dan setelah sampai rumah
5. Konsumsi makanan sehat dan hindari makan berlebihan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Mudik terasa sangat capek karena kombinasi perjalanan jarak jauh, posisi duduk statis berjam-jam (sedentary behavior) dan kurang tidur. Belum lagi kamu stres karena kemacetan dan dehidrasi.
Tubuh dipaksa beraktivitas intens saat stamina menurun, menyebabkan otot kaku, pusing, hingga keluhan fisik lainnya. Dilansir dari berbagai sumber ternyata mudik bikin capek dan lelah karena beberapa faktor berikut ini.
1. Posisi statistis
Duduk berjam-jam di kendaraan membuat otot kaku, aliran darah tidak lancar, serta menimbulkan nyeri di leher, punggung, dan pinggang.
2. Kurang tidur
(2).jpg)
(Kurang tidur saat mudik dapat meningkatkan rasa lelah, rentan sakit akibat imun menurun, sakit kepala, stres, dan suasana hati (mood) terganggu. Foto: Dok. Pexels)
Persiapan mudik yang mepet dan padat menyebabkan tubuh sudah kurang tidur sebelum berangkat dan juga pulang dari mudik, membuat stamina tidak optimal.
3. Stres mental
Kondisi jalan yang macet parah memicu stres, terutama bagi pengemudi yang harus fokus terus-menerus, sehingga memicu ketegangan otot.
4. Dehidrasi dan pola makan gak bener
Kurang minum (dehidrasi) saat perjalanan menurunkan energi. Selain itu, pola makan tidak teratur atau mengonsumsi makanan berat/berlemak memicu kelelahan fisik.
5. Perjalanan jarak jauh
Durasi perjalanan yang sangat lama menguras energi tubuh, seringkali ditambah dengan membawa beban bawaan yang berat.
5 cara kurangi lelah akibat mudik:
1. Istirahat di rest area setiap 2-3 jam untuk melakukan peregangan (microstretching)
2. Atur posisi duduk agar tetap nyaman dan gunakan bantal leher
3. Cukupi kebutuhan cairan (minum air putih) untuk menghindari dehidrasi
4. Tidur cukup minimal 6-8 jam sebelum berangkat dan setelah sampai rumah
5. Konsumsi makanan sehat dan hindari makan berlebihan
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)