WISATA
Ide Liburan Lebaran yang Santuy di 5 Destinasi Wisata Indonesia
Yatin Suleha
Senin 23 Maret 2026 / 07:05
- Slow travel merupakan sebuah tren perjalanan wisata yang lebih santai.
- Hal ini sejalan dengan tren pejalan yang tak hanya ingin bersenang-senang saat liburan, tetapi juga beristirahat.
- Wisatawan tak hanya sekadar berwisata, tetapi juga bisa merasakan pengalaman yang lebih bermakna secara otentik
Jakarta: Slow travel merupakan sebuah tren perjalanan wisata yang lebih santai dengan waktu eksplorasi lebih lama serta mengutamakan destinasi yang bersuasana tenang dan tidak terlalu lama.
Hal ini sejalan dengan tren pejalan yang tak hanya ingin bersenang-senang saat liburan, tetapi juga beristirahat alias healing dari padatnya aktivitas dan rutinitas harian.
Tren slow travel ini selaras dengan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yaitu Pariwisata Naik Kelas dengan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas bagi para wisatawan.
Wisatawan tak hanya sekadar berwisata, tetapi juga bisa merasakan pengalaman yang lebih bermakna secara otentik serta menyatu dengan budaya lokal.
Indonesia memiliki beragam destinasi untuk slow travel. Dengan beragam desa wisata, wisata alam, bahkan kota-kota dengan budaya yang khas mampu menarik wisatawan.
Dari berbagai belahan dunia untuk menikmati perjalan secara lebih Santai. Penasaran ada apa saja? Dinukil dari Kemenpar, simak lima destinasi untuk slow travel di Indonesia berikut ini!

(Buleleng, Bali. Foto: Dok. Pexels.com)
Berada di Pulau Bali bagian utara, suasana di Buleleng berbanding terbalik dengan Bali bagian Selatan yang penuh hingar bingar. Di sini, suasana jauh lebih tenang, sepi, dan waktu seolah berjalan dengan lebih lambat daripada biasanya.
Bagi kalian yang ingin healing, Buleleng menawarkan beragam destinasi alam dan budaya yang khas. Mulai dari Taman Nasional Bali Barat yang menjadi habitat alami Burung Jalak Bali, Pulau Menjangan dengan alam bawah lautnya yang cantik.
Pantai Lovina dengan wisata melihat lumba-lumba, Pemandian Air Panas Banjar, dan beberapa air terjun seperti Munduk, Banyumala, serta Sekumpul. Lengkap sekali bukan?

(Ende, Nusa Tenggara Timur. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Ende dikenal sebagai tempat lahirnya Pancasila karena di sinilah Ir.Soekarno memiliki gagasan akan dasar negara ketika tengah diasingkan oleh Kolonial Belanda.
Kamu juga dapat mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno selama berada di Ende. Tak heran jika Ende merupakan salah satu tempat bersejarah di Indonesia yang bernilai tinggi.
Bukan hanya itu, Ende juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan. Mulai dari Kawah Tiga Warna Gunung Kelimutu yang begitu menawan, Gunung Api Iya yang menjulang di Selatan Kota Ende, hingga Pantai Batu Biru yang eksotis dengan bebatuan berwarna biru kehijauan.

(Kawasan Candi Muaro Jambi, Jambi. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Pulau Sumatra juga memiliki destinasi yang cocok untuk slow travel yaitu Kawasan Candi Muaro Jambi di Provinsi Jambi. Destinasi ini sangat cocok bagi para pecinta budaya dan Sejarah dengan suasana tenang dan damai.
Kawasan Candi Muaro Jambi merupakan Kawasan percandian terluas di Asia Tenggara dengan luas mencapai 3.981 hektar. Kawasan ini diduga sudah ada sejak Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu di abad 7-12 Masehi.
Di masa lampau, tempat ini menjadi semacam area Pendidikan bagi kaum rohaniwan Buddha dari berbagai tempat, selain sebagai tempat peribatan.

(Yogyakarta. Foto: Dok. Pexels.com)
Yogyakarta masih menjadi magnet untuk mereka yang hendak “healing” sejenak dari sibuknya rutinitas. Walau banyak yang bilang Yogyakarta sudah terlalu padat dan ramai terutama saat musim liburan, tetapi tidak menyurutkan minat wisatawan untuk mengunjunginya.
Perpaduan antara budaya Jawa yang adiluhung dan keramahan masyarakat setempat terus terjaga di tengah hiruk pikuk kehidupan modern Yogyakarta masa kini.
Tak heran bila Yogyakarta menjadi salah satu destinasi unggulan kategori “Wellness Tourism” yang tengah dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di tahun 2025 ini sebagai implementasi dari program Pariwisata Naik Kelas.

(Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Destinasi wisata yang cocok untuk slow travel tapi tak perlu jauh-jauh dari Jakarta? Purwakarta di Provinsi Jawa Barat merupakan pilihan yang tepat! Bisa dicapai dengan berkendara melalui jalan tol maupun menggunakan kereta api dalam waktu singkat, kita sudah bisa tiba dan menikmati liburan di Purwakarta.
Purwakarta memiliki suasana kota yang asri, tenang, tetapi tetap terlihat modern. Banyak yang menjulukinya sebagai Kota Pensiun karena suasananya yang jauh dari hiruk pikuk dan hingar bingar kota besar.
Apalagi di kotanya banyak pepohonan dan area taman sehingga cocok untuk refreshing sekaligus healing dengan murah meriah. Ada beberapa orang yang bilang bahwa Purwakarta merupakan Bandung versi Mini karena suasananya mirip dengan Kota Bandung.
Hal itu tidak salah karena Purwakarta memiliki sejumlah bangunan tua yang masih difungsikan sebagai kantor pemerintahan, kafe, restoran, bahkan museum. Jadi buat yang bosan dengan suasana Bandung, bisa banget healing sejenak ke Purwakarta untuk pengalaman baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Hal ini sejalan dengan tren pejalan yang tak hanya ingin bersenang-senang saat liburan, tetapi juga beristirahat alias healing dari padatnya aktivitas dan rutinitas harian.
Tren slow travel ini selaras dengan salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yaitu Pariwisata Naik Kelas dengan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih berkualitas bagi para wisatawan.
Wisatawan tak hanya sekadar berwisata, tetapi juga bisa merasakan pengalaman yang lebih bermakna secara otentik serta menyatu dengan budaya lokal.
Baca Juga :
Fix No Debat! 6 Tren Wisata 2026 Ini Bakal Bikin Liburan Kamu Lebih Bermakna & Gak Gitu-gitu Aja
Indonesia memiliki beragam destinasi untuk slow travel. Dengan beragam desa wisata, wisata alam, bahkan kota-kota dengan budaya yang khas mampu menarik wisatawan.
Dari berbagai belahan dunia untuk menikmati perjalan secara lebih Santai. Penasaran ada apa saja? Dinukil dari Kemenpar, simak lima destinasi untuk slow travel di Indonesia berikut ini!
1. Buleleng, Bali

(Buleleng, Bali. Foto: Dok. Pexels.com)
Berada di Pulau Bali bagian utara, suasana di Buleleng berbanding terbalik dengan Bali bagian Selatan yang penuh hingar bingar. Di sini, suasana jauh lebih tenang, sepi, dan waktu seolah berjalan dengan lebih lambat daripada biasanya.
Bagi kalian yang ingin healing, Buleleng menawarkan beragam destinasi alam dan budaya yang khas. Mulai dari Taman Nasional Bali Barat yang menjadi habitat alami Burung Jalak Bali, Pulau Menjangan dengan alam bawah lautnya yang cantik.
Pantai Lovina dengan wisata melihat lumba-lumba, Pemandian Air Panas Banjar, dan beberapa air terjun seperti Munduk, Banyumala, serta Sekumpul. Lengkap sekali bukan?
2. Ende, Nusa Tenggara Timur

(Ende, Nusa Tenggara Timur. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Ende dikenal sebagai tempat lahirnya Pancasila karena di sinilah Ir.Soekarno memiliki gagasan akan dasar negara ketika tengah diasingkan oleh Kolonial Belanda.
Kamu juga dapat mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno selama berada di Ende. Tak heran jika Ende merupakan salah satu tempat bersejarah di Indonesia yang bernilai tinggi.
Bukan hanya itu, Ende juga memiliki sejumlah destinasi wisata yang tak boleh dilewatkan. Mulai dari Kawah Tiga Warna Gunung Kelimutu yang begitu menawan, Gunung Api Iya yang menjulang di Selatan Kota Ende, hingga Pantai Batu Biru yang eksotis dengan bebatuan berwarna biru kehijauan.
3. Kawasan Candi Muaro Jambi, Jambi

(Kawasan Candi Muaro Jambi, Jambi. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Pulau Sumatra juga memiliki destinasi yang cocok untuk slow travel yaitu Kawasan Candi Muaro Jambi di Provinsi Jambi. Destinasi ini sangat cocok bagi para pecinta budaya dan Sejarah dengan suasana tenang dan damai.
Kawasan Candi Muaro Jambi merupakan Kawasan percandian terluas di Asia Tenggara dengan luas mencapai 3.981 hektar. Kawasan ini diduga sudah ada sejak Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu di abad 7-12 Masehi.
Di masa lampau, tempat ini menjadi semacam area Pendidikan bagi kaum rohaniwan Buddha dari berbagai tempat, selain sebagai tempat peribatan.
4. Yogyakarta

(Yogyakarta. Foto: Dok. Pexels.com)
Yogyakarta masih menjadi magnet untuk mereka yang hendak “healing” sejenak dari sibuknya rutinitas. Walau banyak yang bilang Yogyakarta sudah terlalu padat dan ramai terutama saat musim liburan, tetapi tidak menyurutkan minat wisatawan untuk mengunjunginya.
Perpaduan antara budaya Jawa yang adiluhung dan keramahan masyarakat setempat terus terjaga di tengah hiruk pikuk kehidupan modern Yogyakarta masa kini.
Tak heran bila Yogyakarta menjadi salah satu destinasi unggulan kategori “Wellness Tourism” yang tengah dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di tahun 2025 ini sebagai implementasi dari program Pariwisata Naik Kelas.
5. Purwakarta, Jawa Barat

(Purwakarta, Jawa Barat. Foto: Dok. Birkom Kemenpar)
Destinasi wisata yang cocok untuk slow travel tapi tak perlu jauh-jauh dari Jakarta? Purwakarta di Provinsi Jawa Barat merupakan pilihan yang tepat! Bisa dicapai dengan berkendara melalui jalan tol maupun menggunakan kereta api dalam waktu singkat, kita sudah bisa tiba dan menikmati liburan di Purwakarta.
Purwakarta memiliki suasana kota yang asri, tenang, tetapi tetap terlihat modern. Banyak yang menjulukinya sebagai Kota Pensiun karena suasananya yang jauh dari hiruk pikuk dan hingar bingar kota besar.
Apalagi di kotanya banyak pepohonan dan area taman sehingga cocok untuk refreshing sekaligus healing dengan murah meriah. Ada beberapa orang yang bilang bahwa Purwakarta merupakan Bandung versi Mini karena suasananya mirip dengan Kota Bandung.
Hal itu tidak salah karena Purwakarta memiliki sejumlah bangunan tua yang masih difungsikan sebagai kantor pemerintahan, kafe, restoran, bahkan museum. Jadi buat yang bosan dengan suasana Bandung, bisa banget healing sejenak ke Purwakarta untuk pengalaman baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)