WISATA

Liburan Nggak Nunggu Musim Ramai, Ini Alasan Banyak Keluarga Mulai Geser Jadwal

A. Firdaus
Jumat 15 Mei 2026 / 10:15
Ringkasnya gini..
  • Bukan sekadar ikut tren, pilihan ini biasanya didasari berbagai pertimbangan yang lebih praktis.
  • Bepergian di luar musim liburan membuat destinasi terasa lebih lengang.
  • Dengan memilih waktu di luar musim ramai, keluarga bisa mendapatkan harga yang lebih bersahabat.
Jakarta: Cara keluarga merencanakan liburan kini mulai berubah. Jika sebelumnya jadwal sekolah jadi patokan utama, sekarang semakin banyak orang tua yang berani mengambil keputusan berbeda, dengan memilih waktu di luar musim liburan

Bukan sekadar ikut tren, pilihan ini biasanya didasari berbagai pertimbangan yang lebih praktis, mulai dari kenyamanan selama perjalanan, kondisi cuaca, hingga biaya yang harus dikeluarkan. Liburan pun tidak lagi hanya soal kapan waktunya, tetapi juga bagaimana pengalaman yang didapat, bisa terasa lebih menyenangkan dan bermakna.

Salah satu alasan paling umum adalah keinginan untuk menghindari keramaian. Dilansir dari Parents, menurut Marci-Beth Maple, manajer senior tim penasihat Zicasso, bepergian di luar musim liburan membuat destinasi terasa lebih lengang, sehingga keluarga bisa menikmati waktu bersama, tanpa harus berdesakan dengan wisatawan lain.
 
Selain itu, faktor cuaca juga memainkan peran besar. Dalam beberapa tahun terakhir, gelombang panas ekstrem terjadi di berbagai negara, membuat liburan musim panas terasa kurang nyaman, terutama bagi anak-anak. Kondisi panas berlebih bisa membuat anak mudah lelah, rewel, dan sulit menikmati perjalanan secara maksimal.

“Sebagai orang tua, kita semua tahu betapa menyebalkannya membawa anak-anak ke tempat-tempat panas, karena mereka jadi rewel dan tidak bahagia. Jika kamu bisa mengunjungi tempat-tempat itu pada waktu yang lebih nyaman, mengapa tidak?” kata Maple. 

Pertimbangan lain yang tidak kalah penting adalah biaya. Harga perjalanan terus meningkat, terutama saat musim liburan. Data dari Bloomberg, menunjukkan bahwa rata-rata biaya liburan musim semi pada 2025 mencapai Rp143 juta, jumlah ini bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2019. Dengan memilih waktu di luar musim ramai, keluarga bisa mendapatkan harga yang lebih bersahabat, sekaligus pengalaman yang tetap berkualitas.

“Musim peralihan dan musim sepi, memang menawarkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas atau mendapatkan pengalaman, yang sedikit lebih istimewa dengan biaya yang sedikit lebih rendah,” kata Maple.

Di sisi lain, ada juga keluarga yang tidak ingin melewatkan momen tertentu, yang hanya terjadi pada waktu spesifik. Maple, misalnya, pernah membawa kedua putranya yang kini berusia 17 dan 21 tahun ke Barcelona, untuk menyaksikan Lionel Messi bermain langsung bersama FC Barcelona, sebuah pengalaman yang tentu sulit digantikan oleh kesempatan lain.

Meski memiliki banyak keuntungan, keputusan untuk bepergian saat anak masih bersekolah, tetap perlu dipikirkan secara matang. Menurut Robin Berman, profesor asisten psikiatri di David Geffen School of Medicine, alasan di balik keputusan tersebut sangat penting untuk dipertimbangkan, agar manfaat yang didapat benar-benar seimbang dengan potensi risikonya.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH