FITNESS & HEALTH
Kemenkes: Cek Kesehatan Gratis Tembus 73 Juta Peserta hingga Juli 2026
Fatha Annisa
Selasa 04 Agustus 2026 / 17:52
- Program Cek Kesehatan Gratis telah dimanfaatkan 73 juta orang hingga 31 Juli 2026
- Kemenkes kini mengalihkan fokus CKG dari sekadar skrining ke pengobatan.
- CKG kini memprioritaskan penanganan tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
Jakarta: Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat. Hingga 31 Juli 2026, lebih dari 73 juta orang telah memanfaatkan layanan ini, melampaui capaian tahun lalu yang mencapai sebanyak 70,3 juta peserta.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditargetkan menjangkau 130 juta masyarakat sepanjang 2026. Setelah tahun lalu fokus pada skrining, pemerintah mulai mengarahkan program ini ke tahap penanganan dan pengobatan bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor risiko penyakit.
"Program ini tujuannya bukan hanya ngecek, tujuannya masyarakat yang sehat. Jadi setelah tahun lalu kita fokusnya ke ngeceknya, tahun ini kita akan fokusnya mulai ke tata laksananya, pengobatannya," ujar Budi dalam media briefing di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Berdasarkan kelompok usia, peserta dewasa menjadi kelompok terbanyak dengan sekitar 43 juta orang yang telah menjalani pemeriksaan. Disusul usia sekolah sebanyak 14,6 juta orang, lansia 9,7 juta orang, anak usia prasekolah 4,5 juta orang, dan bayi baru lahir 1,5 juta orang.
Dari sisi daerah, Gorontalo menjadi provinsi dengan capaian tertinggi, dengan hampir 48,8 persen penduduknya telah mengikuti CKG. Sementara untuk tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Paniai mencatat performa terbaik dengan cakupan mencapai 82 persen dari jumlah penduduk.
Menteri Kesehatan menuturkan Cek Kesehatan Gratis pada 2026 akan memprioritaskan penanganan pada tiga kondisi kesehatan terlebih dahulu, yakni tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
"Kita akan konsentrasi ke tiga dulu, yaitu mengobati tekanan darah yang tinggi, mengobati gula darah yang tinggi, dan mengobati lemak darah atau kolesterol yang tinggi," katanya.
Menurut Budi, pengendalian tiga faktor risiko tersebut diharapkan dapat menekan angka kejadian penyakit katastropik, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal, yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
"Kalau tiga ini bisa kita kendalikan, itu penyakit stroke, jantung, ginjal, itu tiga dari empat penyakit pembunuh utama, itu bisa kita kurangi," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mencapai target pemerintah untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia menjadi 76 tahun.
"Targetnya saya dari Pak Presiden adalah menaikkan angka usia hidup dari 72 ke 76, sekarang udah naik jadi 74. Nanti 2029 targetnya 76 tahun," tutup Budi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditargetkan menjangkau 130 juta masyarakat sepanjang 2026. Setelah tahun lalu fokus pada skrining, pemerintah mulai mengarahkan program ini ke tahap penanganan dan pengobatan bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki faktor risiko penyakit.
"Program ini tujuannya bukan hanya ngecek, tujuannya masyarakat yang sehat. Jadi setelah tahun lalu kita fokusnya ke ngeceknya, tahun ini kita akan fokusnya mulai ke tata laksananya, pengobatannya," ujar Budi dalam media briefing di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
| Baca juga: Program Internsip Dievaluasi Total, Belasan Ribu Dokter Jalani Skrining Kesehatan! |
Berdasarkan kelompok usia, peserta dewasa menjadi kelompok terbanyak dengan sekitar 43 juta orang yang telah menjalani pemeriksaan. Disusul usia sekolah sebanyak 14,6 juta orang, lansia 9,7 juta orang, anak usia prasekolah 4,5 juta orang, dan bayi baru lahir 1,5 juta orang.
Dari sisi daerah, Gorontalo menjadi provinsi dengan capaian tertinggi, dengan hampir 48,8 persen penduduknya telah mengikuti CKG. Sementara untuk tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Paniai mencatat performa terbaik dengan cakupan mencapai 82 persen dari jumlah penduduk.
| Baca juga: Demi Indonesia Sehat, Kemenkes Genjot Transformasi Layanan Kesehatan Dasar Lewat ILP |
Prioritaskan 3 Kondisi Kesehatan
Menteri Kesehatan menuturkan Cek Kesehatan Gratis pada 2026 akan memprioritaskan penanganan pada tiga kondisi kesehatan terlebih dahulu, yakni tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi."Kita akan konsentrasi ke tiga dulu, yaitu mengobati tekanan darah yang tinggi, mengobati gula darah yang tinggi, dan mengobati lemak darah atau kolesterol yang tinggi," katanya.
Menurut Budi, pengendalian tiga faktor risiko tersebut diharapkan dapat menekan angka kejadian penyakit katastropik, seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal, yang menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
| Baca juga: Kemenkes Gas Pol: Penuhi Dokter Puskesmas Demi Tekan Angka Stunting! |
"Kalau tiga ini bisa kita kendalikan, itu penyakit stroke, jantung, ginjal, itu tiga dari empat penyakit pembunuh utama, itu bisa kita kurangi," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya mencapai target pemerintah untuk meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia menjadi 76 tahun.
"Targetnya saya dari Pak Presiden adalah menaikkan angka usia hidup dari 72 ke 76, sekarang udah naik jadi 74. Nanti 2029 targetnya 76 tahun," tutup Budi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)