BEAUTY

Garis Senyum Malah Kayak Tanah Retak? Spill 5 Biang Kerok Cushion Suka Menggumpal!

Mia Vale
Senin 28 September 2026 / 19:16
Ringkasnya gini..
  • Sering sebel gak sih pas ngaca, eh cushion di sekitar lipatan hidung atau garis senyum malah menggumpal dan pecah.
  • Kebiasaan cushion yang gampang bergeser ini sebenarnya wajar, karena area tersebut aktif bergerak.
  • Nah, biar gak keliru menyalahkan produknya, ini dia lima biang keroknya.
Jakarta: Sering sebel gak sih pas ngaca, eh cushion di sekitar lipatan hidung atau garis senyum malah menggumpal dan pecah? Tenang Bestie, ini masalah sejuta umat kok! 

Kebiasaan cushion yang gampang bergeser ini sebenarnya wajar, karena area tersebut aktif bergerak, punya tekstur unik, plus formula cushion yang umumnya dewy emang lebih gampang 'jalan-jalan' dibanding liquid foundation yang matte.

Nah, biar gak keliru menyalahkan produknya, ini dia lima biang kerok kenapa cushion kamu suka menggumpal di lipatan wajah.
   

1. Area t-zone lagi aktif produksi minyak


Area hidung dan sekitarnya emang pusatnya kelenjar minyak. Saat sebaceous filament menyalurkan sebum ke permukaan kulit, cushion yang ditimpa di atas lapisan minyak segar ini jelas gak bakal bisa menempel dengan sempurna. Alhasil, produknya bakal meleber dan menumpuk di lipatan.
 

2. Kulit terlalu kering atau malah over-hydration


cushion (5)
(Kulit kering membuat cushion mudah retak atau crack karena kurangnya kelembapan alami yang membuat lapisan makeup tidak dapat menempel dengan baik. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Dua kondisi ekstrem dalam skin prep ini sama-sama bikin cushion gagal set. Kalau kulit terlalu kering, pigmen bakal menempel di sel kulit mati dan bikin tampilan retak-retak. 

Tapi kalau hidrasinya berlebihan (misalnya pakai face oil atau sunscreen yang terlalu berat), wajah jadi kelewat licin. Akibatnya, cushion cuma mengambang di atas kulit dan gampang meluncur masuk ke garis senyum.
 

3. Skincare dan primer gak nyambung


Formula skincare berbahan dasar air, primer silikon, dan cushion kadang bisa 'tabrakan' saat dipakai bersamaan. Biar gak pusing memikirkan bahan kimianya, coba lakukan tes simpel ini: pakai skincare kamu, tunggu 5 menit, lalu usap pelan di samping hidung. 

Kalau produknya sudah menggumpal sebelum ditimpa cushion, atau terasa licin banget, artinya kamu perlu mengurangi porsi skincare atau pakai primer secukupnya saja di area yang butuh.
 

4. Formula cushion gak sesuai jenis kulit


Ingat ya, gak semua cushion cocok untuk semua kondisi kulit. Formula yang tinggi pelembap bakal gampang 'lumer' di kulit berminyak, sedangkan formula matte yang terlalu kering malah memperjelas tekstur kulit kering. 

Jadi, buat pemilik kulit berminyak atau kombinasi, carilah cushion yang semi-matte dan long-lasting. Sementara buat kulit kering, pilih yang hasil akhirnya dewy atau hydrating.
   

5. Teknik aplikasi yang terlalu 'barbar'


Cara mengaplikasikan produk juga berpengaruh besar! Menggosok atau menekan puff cushion terlalu keras cuma bakal mendorong produk makin dalam ke garis senyum dan pori-pori. 

Cara yang benar adalah pakai teknik tapping atau menepuk-nepuk pelan dari area tengah wajah ke arah luar. Kalau butuh coverage tambahan, tunggu layer pertama sedikit set dulu baru ditimpa lagi biar gak kepenuhan (buildup).

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH