FITNESS & HEALTH
SATUSEHAT RME & BPJS Kesehatan Siap Dukung Layanan Berkualitas
Yatin Suleha
Kamis 03 September 2026 / 07:05
- Peluncuran SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik (RME) ini bener-bener jadi game changer buat ekosistem kesehatan kita.
- Bukan cuma membantu pasien, data yang terintegrasi ini juga bikin kualitas layanan makin oke.
- Sekaligus ngedukung sistem pembayaran kesehatan yang lebih adil dan fokus ke hasil nyata (value-based).
Jakarta: Peluncuran SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik (RME) ini bener-bener jadi game changer buat ekosistem kesehatan kita.
Bukan cuma membantu pasien, data yang terintegrasi ini juga bikin kualitas layanan makin oke sekaligus ngedukung sistem pembayaran kesehatan yang lebih adil dan fokus ke hasil nyata (value-based).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga sempat menegaskan kalau RME yang nyambung ke semua sistem ini bakal kasih banyak banget manfaat—mulai dari pasien, faskes, BPJS Kesehatan, sampai ke regulator.
“Dengan data yang ada, kita dapat melihat apakah pelayanan sudah sesuai dengan outcome, clinical pathway, dan standar yang ditetapkan," ujar Menkes Budi saat peluncuran SATUSEHAT RME di auditorium dr. J. Leimena gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
"Kalau kita mau meningkatkan derajat layanan kesehatan, kita harus berani diukur berdasarkan outcome dan value,” tambahnya lagi.
Menurut Menkes, data RME yang lengkap dapat membantu memastikan pelayanan kesehatan diberikan sesuai kebutuhan medis pasien.
Data tersebut juga dapat digunakan untuk melihat pola pelayanan, mengidentifikasi anomali, serta mendorong fasilitas kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan berdasarkan bukti.
“Informasi-informasi yang ada di RME kalau sudah masuk, ini akan sangat membantu BPJS untuk memastikan klaimnya dapat dilakukan dengan benar,” kata Menkes.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Dr. Prihati Pujowaskito, mengatakan pihaknya mendukung penuh integrasi SATUSEHAT RME.
Saat ini BPJS Kesehatan bekerja sama dengan sekitar 3.200 rumah sakit dan 23.000 klinik dalam penyelenggaraan pembiayaan pelayanan kesehatan.
“Dengan peluncuran RME ini, kami sepakat untuk bergabung bersama-sama dengan SATUSEHAT agar BPJS Kesehatan dapat membaca rekam medis elektronik sebagai bagian dari proses klaim pembiayaan kesehatan,” ujarnya.
.jpg)
(SATUSEHAT RME dan BPJS Kesehatan wujudkan layanan bermutu, efisien, serta berbasis data. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
Menurutnya, selama ini proses klaim masih menghadapi berbagai kendala, termasuk dokumen klaim yang dikirimkan dalam bentuk PDF.
Dengan RME yang terintegrasi, proses tersebut dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berbasis data.
Integrasi RME juga dapat mendukung penerapan clinical pathway, termasuk melihat kesesuaian pelayanan, lama perawatan, outcome pasien, keterlibatan tenaga kesehatan, serta aspek pembiayaan.
“Ke depan, BPJS Kesehatan akan mengedepankan pembiayaan pelayanan kesehatan yang lebih value based medicine. Apabila rekam medis elektronik sudah terorganisir dengan baik, seluruh data tersebut dapat mendukung pelayanan yang lebih berbasis value,” katanya.
Manfaat SATUSEHAT RME ini gak cuma berhenti di pelayanan sama pembiayaan doang, lho. Data kesehatan yang udah kesambung ini juga super berguna buat riset dan pengembangan, jadi kita bisa nemuin best practice dalam ngurusin pasien.
Lewat data RME, rumah sakit bisa saling ngebandingin hasil (outcome) dari suatu tindakan medis. Hasilnya? Faskes jadi bisa belajar satu sama lain buat nyari penanganan yang paling tokcer.
Makanya, SATUSEHAT RME ini disiapin banget jadi fondasi kuat buat sistem kesehatan nasional yang bener-bener berbasis data.
Jadi, peningkatan kualitas layanan bisa jalan lebih terukur, konsisten, dan pastinya beneran ngutamain kebutuhan pasien.
Kehadiran SATUSEHAT RME sendiri merupakan bagian penting dari Transformasi Teknologi Kesehatan yang jadi salah satu pilar utama transformasi kesehatan di Indonesia.
(TIN)
Bukan cuma membantu pasien, data yang terintegrasi ini juga bikin kualitas layanan makin oke sekaligus ngedukung sistem pembayaran kesehatan yang lebih adil dan fokus ke hasil nyata (value-based).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga sempat menegaskan kalau RME yang nyambung ke semua sistem ini bakal kasih banyak banget manfaat—mulai dari pasien, faskes, BPJS Kesehatan, sampai ke regulator.
“Dengan data yang ada, kita dapat melihat apakah pelayanan sudah sesuai dengan outcome, clinical pathway, dan standar yang ditetapkan," ujar Menkes Budi saat peluncuran SATUSEHAT RME di auditorium dr. J. Leimena gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
"Kalau kita mau meningkatkan derajat layanan kesehatan, kita harus berani diukur berdasarkan outcome dan value,” tambahnya lagi.
Menurut Menkes, data RME yang lengkap dapat membantu memastikan pelayanan kesehatan diberikan sesuai kebutuhan medis pasien.
Data tersebut juga dapat digunakan untuk melihat pola pelayanan, mengidentifikasi anomali, serta mendorong fasilitas kesehatan meningkatkan kualitas pelayanan berdasarkan bukti.
“Informasi-informasi yang ada di RME kalau sudah masuk, ini akan sangat membantu BPJS untuk memastikan klaimnya dapat dilakukan dengan benar,” kata Menkes.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Dr. Prihati Pujowaskito, mengatakan pihaknya mendukung penuh integrasi SATUSEHAT RME.
Saat ini BPJS Kesehatan bekerja sama dengan sekitar 3.200 rumah sakit dan 23.000 klinik dalam penyelenggaraan pembiayaan pelayanan kesehatan.
“Dengan peluncuran RME ini, kami sepakat untuk bergabung bersama-sama dengan SATUSEHAT agar BPJS Kesehatan dapat membaca rekam medis elektronik sebagai bagian dari proses klaim pembiayaan kesehatan,” ujarnya.
.jpg)
(SATUSEHAT RME dan BPJS Kesehatan wujudkan layanan bermutu, efisien, serta berbasis data. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
Menurutnya, selama ini proses klaim masih menghadapi berbagai kendala, termasuk dokumen klaim yang dikirimkan dalam bentuk PDF.
Dengan RME yang terintegrasi, proses tersebut dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berbasis data.
Integrasi RME juga dapat mendukung penerapan clinical pathway, termasuk melihat kesesuaian pelayanan, lama perawatan, outcome pasien, keterlibatan tenaga kesehatan, serta aspek pembiayaan.
“Ke depan, BPJS Kesehatan akan mengedepankan pembiayaan pelayanan kesehatan yang lebih value based medicine. Apabila rekam medis elektronik sudah terorganisir dengan baik, seluruh data tersebut dapat mendukung pelayanan yang lebih berbasis value,” katanya.
Manfaat SATUSEHAT RME ini gak cuma berhenti di pelayanan sama pembiayaan doang, lho. Data kesehatan yang udah kesambung ini juga super berguna buat riset dan pengembangan, jadi kita bisa nemuin best practice dalam ngurusin pasien.
Lewat data RME, rumah sakit bisa saling ngebandingin hasil (outcome) dari suatu tindakan medis. Hasilnya? Faskes jadi bisa belajar satu sama lain buat nyari penanganan yang paling tokcer.
Makanya, SATUSEHAT RME ini disiapin banget jadi fondasi kuat buat sistem kesehatan nasional yang bener-bener berbasis data.
Jadi, peningkatan kualitas layanan bisa jalan lebih terukur, konsisten, dan pastinya beneran ngutamain kebutuhan pasien.
Kehadiran SATUSEHAT RME sendiri merupakan bagian penting dari Transformasi Teknologi Kesehatan yang jadi salah satu pilar utama transformasi kesehatan di Indonesia.
(TIN)