FITNESS & HEALTH

Ukir Sejarah! Operasi Janin Terbuka Pertama untuk Kelainan Bawaan Resmi Berhasil

Yatin Suleha
Selasa 01 September 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Dunia medis Indonesia baru saja bikin gebrakan besar lewat open fetal surgery.
  • Bedah janin terbuka pertama di tanah air untuk menangani myelomeningocele.
  • Ke depannya, layanan canggih kayak gini bakal disebar lewat program pengampuan supaya rumah sakit lain di Indonesia bisa ikutan bisa.
Jakarta: Dunia medis Indonesia baru saja bikin gebrakan besar lewat open fetal surgery alias bedah janin terbuka pertama di tanah air untuk menangani myelomeningocele, salah satu jenis kelainan bawaan tulang belakang (spina bifida) yang paling berat. 

Operasi keren ini sukses dilakuin pada Selasa (25/8/2026) berkat kolaborasi hebat antara tim jagoan dari RSAB Harapan Kita bareng tim dokter asal Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia, yang kemudian diumumkan langsung dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu lalu. 

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, juga bilang kalau kesuksesan ini jadi sejarah penting buat kemajuan dunia kedokteran Indonesia, terutama dalam urusan penanganan kelainan bawaan langsung dari dalam kandungan!
 
“Ini adalah operasi pertama di Indonesia, fetal open surgery, artinya operasi janin secara terbuka ketika masih berada di dalam kandungan. Ini merupakan terobosan yang luar biasa dan semuanya dilakukan oleh dokter-dokter Indonesia,” ujar Wamenkes Prof. Dante.

Myelomeningocele itu kelainan bawaan di mana tulang belakang dan saraf si kecil gagal nutup sempurna pas di dalam kandungan. 

Efeknya bisa bikin gangguan saraf, kelumpuhan, masalah kandung kemih, sampai ningkatin risiko hidrosefalus. Untungnya, kelainan ini bisa banget dideteksi dari awal lewat USG fetomaternal. 

Kalau hasil skriningnya cocok dan sesuai indikasi medis, dokter bisa langsung nyiapin tindakan bedah janin.

Lewat prosedur open fetal surgery, rahim sang ibu bakal dibuka secara terkontrol buat menjangkau si janin, terus cacat tulang belakangnya dibenerin langsung di dalam. 

Selesai ditambal, janin dimasukin lagi dengan aman ke rahim ibunya. Prof. Dante juga bangga banget karena kesuksesan operasi ini buktiin kalau tenaga medis dan teknologi kita sekarang udah setara sama luar negeri, jadi gak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri lagi.

“Teknologinya sudah luar biasa, skill dokter-dokter kita di Indonesia juga sudah mampu. Ini menjadi kado 17 Agustus bagi dunia kedokteran Indonesia bahwa kita sudah bisa melakukan fetal open surgery pada bayi pertama Indonesia,” ujar Prof. Dante.

Ketua Tim Obstetri dan Ginekologi RSAB Harapan Kita, dr. Gatot Abdurrazak, menjelaskan bahwa kemampuan terapi janin di RSAB Harapan Kita telah dibangun selama bertahun-tahun. 

RSAB Harapan Kita mulai melakukan transfusi intrauterin sejak 2005 dan mengembangkan tindakan fetoskopik sejak 2011.

RSAB Harapan Kita juga telah mengembangkan berbagai layanan fetal treatment, termasuk vesicoamniotic shunting, thoracoamniotic shunting, serta fetoskopik laser untuk menangani twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS). 

Hingga saat ini, sekitar 200 kasus fetoskopik laser telah ditangani di RSAB Harapan Kita.


(Wamenkes Dante: Sukses bedah janin terbuka buktikan kemajuan medis Indonesia mandiri. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

“Untuk pasien ini, datang dikirim oleh sejawat dengan kelainan spina bifida pada usia kehamilan 18 minggu. Ini menjadi kesempatan untuk melakukan repair karena waktunya hanya sampai 26 minggu. Kami bergerak cepat dan mendapat dukungan penuh dari manajemen serta seluruh tim,” ujar dr. Gatot.

Ketua Tim Bedah Saraf RSAB Harapan Kita, dr. Alfi Aulia Rahmah, menjelaskan bahwa myelomeningocele merupakan bentuk spina bifida yang paling berat. 

Tindakan perbaikan sejak masih dalam kandungan diharapkan dapat mengurangi kerusakan saraf lebih lanjut dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang, termasuk hidrosefalus.

“Pekerjaan ini bukan hanya pekerjaan bedah saraf. Semua memiliki peran yang sangat penting. Pada tindakan intrauterin, yang krusial adalah bagaimana menjaga janin tetap stabil. Apabila janin tidak stabil, operasi harus dihentikan,” jelas dr. Alfi.

Ia menambahkan, keberhasilan tindakan sangat bergantung pada kolaborasi berbagai disiplin, mulai dari dokter bedah saraf, dokter fetomaternal, dokter obstetri dan ginekologi, dokter anestesi, perawat, hingga tenaga penunjang lainnya.

Keberhasilan tindakan tersebut juga didukung oleh kolaborasi dengan Mater Mothers’ Hospital, Brisbane, Australia. 
Maternal Fetal Medicine, Dr. Glenn Radford, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut dibangun dengan tujuan bersama untuk meningkatkan luaran kesehatan anak dengan spina bifida.

“Yesterday, a historic event here in Indonesia, operating side-by-side with our friends from Harapan Kita, we performed the first surgery, and it went very well. We didn't have any complications,” ujar Dr. Glenn Radford.

Kolaborasi antara tim Indonesia dan Australia diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam melakukan fetal surgery secara mandiri, dengan tetap menempatkan keselamatan ibu dan bayi sebagai prinsip utama.

Dari sisi kebijakan, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr. Azhar Jaya, menyampaikan bahwa pengembangan layanan kedokteran berteknologi tinggi juga didukung melalui transformasi manajemen rumah sakit pemerintah.

Menurutnya, penguatan tata kelola rumah sakit memungkinkan pengembangan kompetensi, pelatihan, serta pengampuan layanan advanced sehingga manfaat pengembangan layanan tersebut dapat kembali dirasakan masyarakat.

“Uang kelebihan daripada RSAB ini akan dikembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pelatihan dan pengampuan,” ujar dr. Azhar Jaya.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, menegaskan bahwa pengembangan terapi janin merupakan bagian dari perjalanan panjang RSAB Harapan Kita sebagai pusat kesehatan ibu dan anak nasional. Setelah tim dari Australia kembali ke negaranya, RSAB Harapan Kita ditargetkan mampu melanjutkan layanan tersebut secara mandiri.

“Multidisiplin kami sudah siap. Setelah ini RSAB akan melanjutkan dengan pasien-pasien berikutnya dan juga menularkan kemampuan ini ke rumah sakit-rumah sakit lain yang memiliki keunggulan di bidang fetomaternal,” ujarnya.

Pengembangan layanan advanced tersebut juga akan diarahkan melalui program pengampuan sehingga kemampuan serupa dapat dikembangkan di rumah sakit lain. Strategi ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan ibu dan anak berteknologi tinggi di dalam negeri.

Keberhasilan open fetal surgery pertama untuk myelomeningocele ini menjadi bukti bahwa Indonesia semakin mampu menyediakan layanan kedokteran berstandar tinggi di dalam negeri. 

Kemenkes akan terus mendorong pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, penguatan jejaring rujukan, kolaborasi internasional, serta pemerataan layanan advanced agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus berobat ke luar negeri.

Ke depannya, layanan canggih kayak gini bakal disebar lewat program pengampuan supaya rumah sakit lain di Indonesia bisa ikutan bisa. 

Jadi, makin banyak masyarakat yang gampang akses layanan kesehatan ibu dan anak berteknologi tinggi langsung di negeri sendiri.
 
Prof. Dante juga nambahin kalau suksesnya open fetal surgery ini bener-bener bukti nyata kalau Indonesia makin terus nyediain layanan medis berstandar tinggi. 

Makanya, Kemenkes bakal tingkatkan terus buat ningkatin skill tenaga kesehatan, nguatin jejaring rujukan, kolaborasi internasional, plus meratakan layanan canggih ini. 

Tujuannya jelas, biar warga kita bisa dapet perawatan super berkualitas tanpa harus repot berobat jauh-jauh ke luar negeri.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH