Benarkah Bisa Hamil Lagi tak Lama setelah Melahirkan?
- Menyusui memang bisa menunda ovulasi.
- Kehamilan yang jaraknya sangat dekat dengan persalinan sebelumnya bisa meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan berikutnya.
- Anggapan bahwa seseorang belum bisa hamil lagi dalam waktu dekat setelah melahirkan ternyata keliru.
Jakarta: Baru melahirkan, tapi ternyata sudah bisa hamil lagi? Iya, bisa. Bahkan, kesuburan dapat kembali lebih cepat dari yang mungkin dibayangkan.
Media kesehatan Parents membahas bahwa ovulasi bisa terjadi sedini 21 hari setelah melahirkan. Artinya, kehamilan baru bisa terjadi hanya sekitar tiga minggu setelah persalinan, bahkan sebelum menstruasi pertama kembali.
Kapan bisa hamil lagi setelah melahirkan?
Mau melahirkan secara normal atau lewat operasi caesar, tubuh tetap bisa kembali berovulasi dalam waktu cukup singkat.
Nah, yang sering bikin keliru adalah mengira belum menstruasi berarti belum bisa hamil. Padahal, ovulasi terjadi lebih dulu sebelum menstruasi.
Baca Juga :
Apakah Ibu Hamil Bisa Naik Pesawat?
Jadi, meski haid belum datang setelah melahirkan, ovulasi bisa saja sudah terjadi. Kalau pada masa tersebut melakukan hubungan seksual yang memungkinkan sperma masuk ke vagina, kehamilan tetap mungkin terjadi.
Parents menjelaskan, ovulasi bahkan bisa kembali sekitar 21 hari setelah persalinan. Itu berarti, jangan menjadikan menstruasi pertama sebagai patokan kapan tubuh mulai subur lagi.
Kalau menyusui, apakah masih bisa hamil?
Menyusui memang bisa menunda ovulasi. Tapi, bukan berarti menyusui otomatis membuat seseorang tidak bisa hamil.
Ada metode yang dikenal sebagai Lactational Amenorrhea Method (LAM) atau metode amenore laktasi. Cara ini memanfaatkan proses menyusui untuk menunda ovulasi, tetapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Menurut Parents, LAM perlu dilakukan dengan pemberian ASI yang cukup sering, termasuk setiap 4–6 jam. Metode ini juga tidak cocok jika bayi sudah mulai mendapat makanan atau minuman lain selain ASI.
Karena cukup banyak syarat yang harus dipenuhi, menyusui saja sebaiknya tidak dianggap sebagai jaminan bebas hamil.

Menyusui memang bisa menunda ovulasi. Ilustrasi Magnific
Apa risikonya kalau hamil terlalu cepat?
Kehamilan yang jaraknya sangat dekat dengan persalinan sebelumnya bisa meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan berikutnya.
Pasalnya, tubuh belum tentu benar-benar selesai memulihkan diri setelah melahirkan. Meski secara fisik sudah merasa lebih baik, tubuh masih beradaptasi dengan perubahan hormon, kebutuhan nutrisi, dan perubahan fisik setelah kehamilan sebelumnya.
Jika kehamilan terjadi dalam waktu kurang dari enam bulan setelah melahirkan, beberapa risiko yang dapat meningkat antara lain:
- Kelainan bawaan pada bayi
- Pertumbuhan bayi terhambat
- Ketuban pecah sebelum waktunya
- Kelahiran prematur
Meski begitu, hamil lagi dalam waktu dekat bukan berarti kehamilan pasti bermasalah. Pemantauan selama kehamilan tetap penting untuk membantu mengetahui kondisi ibu dan janin.
Berapa lama sebaiknya menunggu sebelum hamil lagi?
Parents mengutip rekomendasi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) yang menyebut kebanyakan orang sebaiknya menunggu setidaknya 18 bulan setelah melahirkan sebelum hamil lagi. Jarak ini memberi waktu bagi tubuh untuk pulih dan membantu menurunkan risiko komplikasi.
Namun, waktu yang tepat bisa berbeda pada setiap orang. Riwayat kehamilan, kondisi kesehatan, usia, dan kondisi setelah persalinan bisa menjadi pertimbangan.
Kalau memang ingin punya anak lagi, konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan bisa membantu menentukan jarak kehamilan yang sesuai.
Bagaimana cara mencegah hamil setelah melahirkan?
Kalau belum ingin punya anak lagi dalam waktu dekat, kontrasepsi bisa mulai dipertimbangkan setelah melahirkan.
Parents menyebut beberapa pilihan kontrasepsi yang dapat digunakan setelah persalinan dan tetap bisa digunakan saat menyusui, seperti:
- Pil KB khusus progestin atau mini pill
- Kondom
- IUD
- Implan KB
- Suntik KB
Pilihan kontrasepsi tentu perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. Jadi, jangan menunggu menstruasi pertama kembali untuk mulai memikirkan kontrasepsi.
Bagaimana kalau merasa hamil lagi?
Kalau baru melahirkan dan mulai curiga hamil lagi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Kehamilan dengan jarak yang dekat memang punya risiko lebih tinggi, tetapi bukan berarti pasti mengalami komplikasi. Perawatan kehamilan yang tepat dapat membantu memantau kondisi ibu dan janin sekaligus mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
Jadi, anggapan bahwa seseorang belum bisa hamil lagi dalam waktu dekat setelah melahirkan ternyata keliru. Ovulasi bisa kembali hanya dalam hitungan minggu, bahkan sebelum menstruasi pertama muncul.
Kalau belum ingin hamil lagi, pastikan sudah punya rencana kontrasepsi yang sesuai meski menstruasi belum kembali.
Desi Indasari
(FIR)