FAMILY

Recovery Journey! Langkah-langkah Menghadapi Keguguran Tidak Lengkap

A. Firdaus
Sabtu 01 Agustus 2026 / 12:09
Ringkasnya gini..
  • Selain membutuhkan penanganan medis, keguguran juga dapat memberikan dampak emosional.
  • Reaksi merupakan hal yang wajar dan setiap orang memiliki cara.
  • Proses berduka biasanya tidak terjadi secara instan.
Jakarta: Keguguran tidak lengkap adalah kondisi, ketika perdarahan sudah terjadi dan serviks telah membuka, tetapi masih ada jaringan kehamilan yang tertinggal di dalam rahim. 

Selain membutuhkan penanganan medis untuk memastikan sisa jaringan dapat keluar dengan aman, kondisi ini juga dapat memberikan dampak emosional yang tidak ringan. 

Kehilangan kehamilan sering kali memunculkan berbagai perasaan, seperti sedih, kecewa, marah, hingga merasa bersalah. 
 

Reaksi tersebut merupakan hal yang wajar dan setiap orang memiliki cara, serta waktu yang berbeda untuk melewati proses pemulihan. Oleh karena itu, selain menjaga kondisi fisik, kesehatan mental juga perlu mendapat perhatian selama masa pemulihan.
 

1. Beri ruang untuk berduka


Kehilangan kehamilan dapat menjadi pengalaman yang sangat berat. Sama seperti bentuk kehilangan lainnya, proses berduka biasanya tidak terjadi secara instan, dan dapat berlangsung dalam beberapa tahap.

Dilansir dari Parents, berikut adalah beberapa tahap berduka.
• Penolakan dan menarik diri dari lingkungan sekitar.
• Kemarahan terhadap keadaan yang terjadi.
• Tawar-menawar atau berharap keadaan bisa berubah.
• Depresi atau kesedihan yang mendalam.
• Penerimaan terhadap kenyataan yang telah terjadi.

Tidak semua orang mengalami tahapan tersebut dengan urutan yang sama. Ada yang melewati beberapa tahap sekaligus, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai fase penerimaan.
 

2. Libatkan pasangan dalam proses pemulihan


Jika keguguran dialami bersama pasangan, penting untuk saling mendukung dan melibatkan satu sama lain, dalam setiap pengambilan keputusan terkait perawatan. 

Penelitian menunjukkan bahwa kedua pasangan, sama-sama dapat merasakan duka setelah keguguran, meskipun cara mengekspresikan kesedihan sering kali berbeda. 

Perbedaan tersebut terkadang memicu kesalahpahaman atau konflik. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka dan saling memahami, dapat membantu menghadapi masa sulit ini bersama-sama, bukan justru saling menjauh.
 

3. Jangan ragu mencari dukungan


Menghadapi kehilangan tidak harus dilakukan sendirian. Selain berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental, dukungan juga dapat diperoleh dari keluarga, sahabat, maupun organisasi nirlaba yang menyediakan pendampingan bagi orang, yang mengalami kehilangan kehamilan. 

Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, dapat membantu mengurangi beban emosional dan membuat proses pemulihan terasa lebih ringan.

Yang tidak kalah penting, berikan waktu untuk memulihkan diri, tanpa memaksakan harus segera kembali seperti semula. Proses penyembuhan, baik secara fisik maupun emosional, membutuhkan waktu.

Dengan dukungan yang tepat dan penerimaan terhadap setiap emosi yang muncul, perlahan kondisi dapat membaik dan harapan untuk melangkah ke depan akan kembali tumbuh.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH