FAMILY
Cara Meningkatkan Peluang Hidup Bayi Prematur Mikro
A. Firdaus
Selasa 04 Agustus 2026 / 14:05
- Pada usia kehamilan tersebut, berbagai organ penting bayi prematur mikro itu masih belum dapat berfungsi optimal.
- Kondisi inilah yang membuat bayi prematur mikro memerlukan pemantauan dan perawatan intensif di NICU sejak lahir.
- Pemeriksaan kehamilan secara rutin sejak awal, sangat penting untuk memantau kondisi ibu dan janin.
Jakarta: Bayi prematur mikro adalah bayi yang lahir jauh sebelum waktu persalinan normal. Umumnya sebelum usia kehamilan 26 minggu, atau dengan berat badan lahir kurang dari 750 gram.
Pada usia kehamilan tersebut, berbagai organ penting, seperti paru-paru, otak, jantung, sistem pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh, masih berada dalam tahap perkembangan. Sehingga belum dapat berfungsi secara optimal.
Kondisi inilah yang membuat bayi prematur mikro memerlukan pemantauan dan perawatan intensif di NICU sejak lahir.
Meskipun termasuk kelompok bayi dengan risiko kesehatan paling tinggi, peluang kelangsungan hidup bayi prematur mikro kini semakin meningkat berkat kemajuan teknologi medis, perawatan neonatal yang lebih baik, serta penanganan yang cepat dan tepat.
Selain itu, setiap hari tambahan yang dapat dihabiskan bayi di dalam kandungan, sebelum lahir juga berperan besar dalam meningkatkan peluang bertahan hidup. Sekaligus mengurangi risiko komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang.
Dilansir dari Parents, empat langkah berikut dapat membantu meningkatkan peluang hidup bayi prematur mikro.
Pemeriksaan kehamilan secara rutin sejak awal, sangat penting untuk memantau kondisi ibu dan janin. Melalui perawatan antenatal dini, tenaga kesehatan dapat mendeteksi faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan persalinan prematur, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, untuk membantu mempertahankan kehamilan selama mungkin.
Apabila terdapat kemungkinan bayi lahir prematur, persalinan sebaiknya dilakukan di rumah sakit yang memiliki NICU tingkat 3, dengan layanan neonatologi selama 24 jam.
Fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan khusus dan tenaga medis, yang berpengalaman dalam menangani bayi prematur. Sehingga bayi dapat langsung memperoleh bantuan pernapasan, pengaturan suhu tubuh, pemberian nutrisi, serta pemantauan kondisi secara menyeluruh setelah lahir.
Memahami tanda-tanda persalinan prematur juga menjadi langkah penting selama kehamilan. Gejala seperti kontraksi yang terjadi sebelum waktunya, keluarnya cairan ketuban, perdarahan, atau nyeri punggung yang terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan.
Pemeriksaan medis sedini mungkin, dapat membantu tenaga kesehatan menentukan penanganan, yang paling sesuai untuk menjaga kondisi ibu dan bayi.
Bayi yang lahir prematur sering kali memenuhi syarat untuk mengikuti program intervensi dini yang diselenggarakan pemerintah. Program ini memberikan pendampingan terhadap tumbuh kembang bayi, melalui pemantauan perkembangan motorik, bahasa, kemampuan belajar, dan aspek lainnya.
Semakin cepat program dimulai, semakin besar peluang bayi untuk mengoptimalkan perkembangan, serta mengurangi dampak kognitif, maupun gangguan perkembangan yang dapat terjadi, akibat kelahiran prematur.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Pada usia kehamilan tersebut, berbagai organ penting, seperti paru-paru, otak, jantung, sistem pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh, masih berada dalam tahap perkembangan. Sehingga belum dapat berfungsi secara optimal.
Kondisi inilah yang membuat bayi prematur mikro memerlukan pemantauan dan perawatan intensif di NICU sejak lahir.
Meskipun termasuk kelompok bayi dengan risiko kesehatan paling tinggi, peluang kelangsungan hidup bayi prematur mikro kini semakin meningkat berkat kemajuan teknologi medis, perawatan neonatal yang lebih baik, serta penanganan yang cepat dan tepat.
Selain itu, setiap hari tambahan yang dapat dihabiskan bayi di dalam kandungan, sebelum lahir juga berperan besar dalam meningkatkan peluang bertahan hidup. Sekaligus mengurangi risiko komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang.
Dilansir dari Parents, empat langkah berikut dapat membantu meningkatkan peluang hidup bayi prematur mikro.
1. Menjalani perawatan antenatal sejak awal kehamilan
Pemeriksaan kehamilan secara rutin sejak awal, sangat penting untuk memantau kondisi ibu dan janin. Melalui perawatan antenatal dini, tenaga kesehatan dapat mendeteksi faktor-faktor yang berpotensi menyebabkan persalinan prematur, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, untuk membantu mempertahankan kehamilan selama mungkin.
2. Melahirkan di rumah sakit dengan fasilitas NICU
Apabila terdapat kemungkinan bayi lahir prematur, persalinan sebaiknya dilakukan di rumah sakit yang memiliki NICU tingkat 3, dengan layanan neonatologi selama 24 jam.
Fasilitas ini dilengkapi dengan peralatan khusus dan tenaga medis, yang berpengalaman dalam menangani bayi prematur. Sehingga bayi dapat langsung memperoleh bantuan pernapasan, pengaturan suhu tubuh, pemberian nutrisi, serta pemantauan kondisi secara menyeluruh setelah lahir.
3. Mengenali tanda persalinan prematur
Memahami tanda-tanda persalinan prematur juga menjadi langkah penting selama kehamilan. Gejala seperti kontraksi yang terjadi sebelum waktunya, keluarnya cairan ketuban, perdarahan, atau nyeri punggung yang terus-menerus sebaiknya tidak diabaikan.
Pemeriksaan medis sedini mungkin, dapat membantu tenaga kesehatan menentukan penanganan, yang paling sesuai untuk menjaga kondisi ibu dan bayi.
4. Memanfaatkan program intervensi dini
Bayi yang lahir prematur sering kali memenuhi syarat untuk mengikuti program intervensi dini yang diselenggarakan pemerintah. Program ini memberikan pendampingan terhadap tumbuh kembang bayi, melalui pemantauan perkembangan motorik, bahasa, kemampuan belajar, dan aspek lainnya.
Semakin cepat program dimulai, semakin besar peluang bayi untuk mengoptimalkan perkembangan, serta mengurangi dampak kognitif, maupun gangguan perkembangan yang dapat terjadi, akibat kelahiran prematur.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)