FITNESS & HEALTH
Waspadai Risiko Kesehatan Bayi Prematur Ekstrem di Awal Kehidupan
A. Firdaus
Sabtu 01 Agustus 2026 / 20:17
- Meskipun banyak bayi prematur ekstrem dapat bertahan dan terus berkembang, beberapa di antaranya berisiko mengalami masalah kesehatan.
- Retinopati prematuritas (ROP) terjadi karena pembuluh darah pada retina belum berkembang sempurna saat bayi lahir.
- Bayi prematur memiliki risiko tinggi mengalami infeksi.
Jakarta: Bayi prematur ekstrem lahir ketika organ-organ tubuhnya belum berkembang secara sempurna. Akibatnya, mereka membutuhkan pemantauan, dan perawatan intensif sejak hari pertama kehidupan, biasanya di unit perawatan intensif neonatal (NICU).
Selama masa tersebut, dokter dan perawat akan mengawasi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi fungsi otak, paru-paru, jantung, mata, hingga sistem pencernaan.
Meskipun banyak bayi prematur ekstrem dapat bertahan dan terus berkembang, beberapa di antaranya berisiko mengalami masalah kesehatan jangka pendek, yang memerlukan penanganan segera. Dilansir dari Parents, berikut adalah enam risiko kesehatan bayi prematur ekstrem di awal kehidupan.
Perdarahan intraventrikular (IVH) adalah perdarahan, yang terjadi pada bagian dalam otak. Kondisi ini dapat terjadi karena pembuluh darah otak bayi prematur mikro, masih sangat rapuh sehingga mudah pecah.
Sekitar seperempat bayi prematur mikro mengalami IVH yang berat. Sebagian besar kasus dapat membaik dengan sendirinya, tetapi pada kondisi tertentu diperlukan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan, yang menumpuk di otak.
Enterokolitis nekrotikans (NEC) merupakan infeksi serius pada usus, yang lebih sering terjadi pada bayi prematur, karena sistem pencernaannya belum matang.
Infeksi ini dapat menyebabkan jaringan usus mengalami kerusakan atau kematian. Penanganannya meliputi pemberian cairan infus, antibiotik, dan pada kasus yang berat mungkin memerlukan operasi.⁵
Patent ductus arteriosus (PDA) adalah kondisi ketika saluran, yang menghubungkan dua pembuluh darah besar di dekat jantung, tidak menutup setelah bayi lahir.
Padahal, saluran tersebut seharusnya menutup saat bayi mulai bernapas sendiri. PDA dapat ditangani menggunakan obat-obatan atau tindakan operasi jika diperlukan.
Paru-paru bayi prematur mikro umumnya belum berkembang sempurna, sehingga banyak yang mengalami sindrom gangguan pernapasan (RDS). Kondisi ini membuat bayi kesulitan bernapas, dan biasanya ditangani dengan bantuan alat pernapasan, serta pemberian obat untuk membantu fungsi paru-paru.
Retinopati prematuritas (ROP) terjadi karena pembuluh darah pada retina belum berkembang sempurna saat bayi lahir.
Pertumbuhan pembuluh darah, yang tidak normal dapat merusak retina dan mengganggu penglihatan. Beberapa kasus dapat membaik tanpa tindakan khusus, tetapi kondisi yang lebih berat mungkin memerlukan operasi.
Bayi prematur memiliki risiko tinggi mengalami infeksi, karena sistem kekebalan tubuhnya masih lemah. Selain itu, berbagai prosedur medis yang dijalani selama perawatan di NICU, juga dapat menjadi jalur masuknya bakteri ke dalam tubuh.
Jika infeksi menyebar ke aliran darah, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi sepsis, yang memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi, yang lebih serius.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Selama masa tersebut, dokter dan perawat akan mengawasi berbagai kondisi yang dapat memengaruhi fungsi otak, paru-paru, jantung, mata, hingga sistem pencernaan.
Meskipun banyak bayi prematur ekstrem dapat bertahan dan terus berkembang, beberapa di antaranya berisiko mengalami masalah kesehatan jangka pendek, yang memerlukan penanganan segera. Dilansir dari Parents, berikut adalah enam risiko kesehatan bayi prematur ekstrem di awal kehidupan.
1. Perdarahan Intraventrikular (IVH)
Perdarahan intraventrikular (IVH) adalah perdarahan, yang terjadi pada bagian dalam otak. Kondisi ini dapat terjadi karena pembuluh darah otak bayi prematur mikro, masih sangat rapuh sehingga mudah pecah.
Sekitar seperempat bayi prematur mikro mengalami IVH yang berat. Sebagian besar kasus dapat membaik dengan sendirinya, tetapi pada kondisi tertentu diperlukan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan, yang menumpuk di otak.
2. Enterokolitis Nekrotikans (NEC)
Enterokolitis nekrotikans (NEC) merupakan infeksi serius pada usus, yang lebih sering terjadi pada bayi prematur, karena sistem pencernaannya belum matang.
Infeksi ini dapat menyebabkan jaringan usus mengalami kerusakan atau kematian. Penanganannya meliputi pemberian cairan infus, antibiotik, dan pada kasus yang berat mungkin memerlukan operasi.⁵
3. Patent Ductus Arteriosus (PDA)
Patent ductus arteriosus (PDA) adalah kondisi ketika saluran, yang menghubungkan dua pembuluh darah besar di dekat jantung, tidak menutup setelah bayi lahir.
Padahal, saluran tersebut seharusnya menutup saat bayi mulai bernapas sendiri. PDA dapat ditangani menggunakan obat-obatan atau tindakan operasi jika diperlukan.
4. Sindrom Gangguan Pernapasan (RDS)
Paru-paru bayi prematur mikro umumnya belum berkembang sempurna, sehingga banyak yang mengalami sindrom gangguan pernapasan (RDS). Kondisi ini membuat bayi kesulitan bernapas, dan biasanya ditangani dengan bantuan alat pernapasan, serta pemberian obat untuk membantu fungsi paru-paru.
5. Retinopati Prematuritas (ROP)
Retinopati prematuritas (ROP) terjadi karena pembuluh darah pada retina belum berkembang sempurna saat bayi lahir.
Pertumbuhan pembuluh darah, yang tidak normal dapat merusak retina dan mengganggu penglihatan. Beberapa kasus dapat membaik tanpa tindakan khusus, tetapi kondisi yang lebih berat mungkin memerlukan operasi.
6. Sepsis
Bayi prematur memiliki risiko tinggi mengalami infeksi, karena sistem kekebalan tubuhnya masih lemah. Selain itu, berbagai prosedur medis yang dijalani selama perawatan di NICU, juga dapat menjadi jalur masuknya bakteri ke dalam tubuh.
Jika infeksi menyebar ke aliran darah, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi sepsis, yang memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi, yang lebih serius.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)