FITNESS & HEALTH
Mengenal Bayi Prematur Mikro, Si Kecil yang Lahir Terlalu Cepat
A. Firdaus
Sabtu 01 Agustus 2026 / 15:13
- Bayi prematur mikro merupakan bayi yang lahir dengan ukuran tubuh sangat kecil
- Semua bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, termasuk dalam kategori bayi prematur atau preterm.
- Bayi prematur mikro merupakan kelompok dengan tingkat prematuritas paling tinggi.
Jakarta: Setiap bayi memiliki waktu ideal untuk lahir, yaitu sekitar usia kehamilan 37 hingga 42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat lahir jauh lebih awal dari waktu yang seharusnya.
Semakin dini bayi dilahirkan, semakin besar pula tantangan yang dihadapi karena organ-organ tubuhnya, belum berkembang secara sempurna. Salah satu kelompok, yang membutuhkan perawatan paling intensif adalah bayi prematur mikro.
Bayi dalam kategori ini memerlukan penanganan khusus sejak lahir, karena kondisi tubuhnya masih sangat rentan dan membutuhkan dukungan medis, agar dapat bertahan serta tumbuh dengan baik.
Dilansir dari Parents, bayi prematur mikro merupakan bayi yang lahir dengan ukuran tubuh sangat kecil, dan pada usia kehamilan yang sangat dini. Istilah ini umumnya digunakan untuk bayi, yang lahir dengan berat badan kurang dari 750 gram atau sebelum usia kehamilan 26 minggu.
Meski demikian, para ahli masih menggunakan beberapa definisi yang saling tumpang tindih untuk menggambarkan kondisi ini. Bayi prematur mikro juga sering disebut sebagai bayi dengan berat badan lahir sangat rendah, atau bayi yang lahir sangat prematur.
Karena lahir beberapa bulan lebih awal dari perkiraan, bayi prematur mikro biasanya harus menjalani perawatan dalam waktu, yang cukup lama di unit perawatan intensif neonatal (NICU).
Selama masa tersebut, tenaga kesehatan akan memantau fungsi pernapasan, jantung, suhu tubuh, serta proses pemberian nutrisi hingga kondisi bayi semakin stabil.
Banyak bayi prematur mikro yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tetapi sebagian lainnya berisiko mengalami gangguan kesehatan jangka panjang, akibat organ tubuh yang belum matang saat dilahirkan.
Semua bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, termasuk dalam kategori bayi prematur atau preterm. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), membagi prematuritas berdasarkan usia kehamilan saat lahir, yaitu:
• Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu termasuk kategori ekstrem prematur.
• Bayi yang lahir pada usia kehamilan 28 hingga 32 minggu disebut sangat prematur.
• Bayi yang lahir pada usia kehamilan 32 hingga 37 minggu, termasuk prematur sedang hingga prematur akhir.
Sementara itu, bayi prematur mikro merupakan kelompok dengan tingkat prematuritas paling tinggi, karena lahir pada atau sebelum usia kehamilan 26 minggu.
Ukurannya sangat kecil, kulitnya masih tipis sehingga pembuluh darah tampak jelas dari luar, bahkan tekstur kulitnya dapat terlihat lembut dan menyerupai agar-agar, karena lapisan pelindung kulit belum berkembang secara sempurna.
Kondisi inilah, yang membuat bayi prematur mikro membutuhkan pemantauan dan perawatan medis, yang jauh lebih intensif dibandingkan bayi prematur pada umumnya.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Semakin dini bayi dilahirkan, semakin besar pula tantangan yang dihadapi karena organ-organ tubuhnya, belum berkembang secara sempurna. Salah satu kelompok, yang membutuhkan perawatan paling intensif adalah bayi prematur mikro.
Bayi dalam kategori ini memerlukan penanganan khusus sejak lahir, karena kondisi tubuhnya masih sangat rentan dan membutuhkan dukungan medis, agar dapat bertahan serta tumbuh dengan baik.
Dilansir dari Parents, bayi prematur mikro merupakan bayi yang lahir dengan ukuran tubuh sangat kecil, dan pada usia kehamilan yang sangat dini. Istilah ini umumnya digunakan untuk bayi, yang lahir dengan berat badan kurang dari 750 gram atau sebelum usia kehamilan 26 minggu.
Meski demikian, para ahli masih menggunakan beberapa definisi yang saling tumpang tindih untuk menggambarkan kondisi ini. Bayi prematur mikro juga sering disebut sebagai bayi dengan berat badan lahir sangat rendah, atau bayi yang lahir sangat prematur.
Karena lahir beberapa bulan lebih awal dari perkiraan, bayi prematur mikro biasanya harus menjalani perawatan dalam waktu, yang cukup lama di unit perawatan intensif neonatal (NICU).
Selama masa tersebut, tenaga kesehatan akan memantau fungsi pernapasan, jantung, suhu tubuh, serta proses pemberian nutrisi hingga kondisi bayi semakin stabil.
Banyak bayi prematur mikro yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, tetapi sebagian lainnya berisiko mengalami gangguan kesehatan jangka panjang, akibat organ tubuh yang belum matang saat dilahirkan.
Perbedaan bayi prematur dan bayi prematur mikro
Semua bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, termasuk dalam kategori bayi prematur atau preterm. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), membagi prematuritas berdasarkan usia kehamilan saat lahir, yaitu:
• Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu termasuk kategori ekstrem prematur.
• Bayi yang lahir pada usia kehamilan 28 hingga 32 minggu disebut sangat prematur.
• Bayi yang lahir pada usia kehamilan 32 hingga 37 minggu, termasuk prematur sedang hingga prematur akhir.
Sementara itu, bayi prematur mikro merupakan kelompok dengan tingkat prematuritas paling tinggi, karena lahir pada atau sebelum usia kehamilan 26 minggu.
Ukurannya sangat kecil, kulitnya masih tipis sehingga pembuluh darah tampak jelas dari luar, bahkan tekstur kulitnya dapat terlihat lembut dan menyerupai agar-agar, karena lapisan pelindung kulit belum berkembang secara sempurna.
Kondisi inilah, yang membuat bayi prematur mikro membutuhkan pemantauan dan perawatan medis, yang jauh lebih intensif dibandingkan bayi prematur pada umumnya.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)