FITNESS & HEALTH

Influenza A Bikin Tumbang? Kenali Gejala dan Cara Cegahnya

A. Firdaus
Jumat 18 September 2026 / 13:49
Ringkasnya gini..
  • Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan.
  • Gejalanya bisa muncul mendadak, mulai dari demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, nyeri otot, hingga rasa lelah.
  • Vaksinasi, rajin mencuci tangan, dan menghindari kontak dekat saat sakit dapat membantu mencegah penyebaran influenza.

Jakarta: Tiba-tiba badan meriang, kepala cenat-cenut, tenggorokan nggak enak, lalu besoknya langsung tumbang? Jangan buru-buru menganggapnya cuma masuk angin. Bisa jadi tubuh sedang berhadapan dengan influenza, termasuk influenza A.

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus influenza. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), influenza A dan B menjadi jenis virus utama yang menyebabkan flu musiman pada manusia. Influenza A sendiri punya beberapa subtipe, termasuk A(H1N1) dan A(H3N2) yang beredar pada manusia.


sakit(1)
(Ilustrasi seseorang mengalami gejala influenza. Foto: AI Generated)

 

Gejala influenza A yang bikin badan drop

Kalau kena influenza, gejalanya bisa muncul cukup mendadak. Demam, batuk yang biasanya kering, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah yang bikin mager seharian termasuk gejala yang umum.

Menurut CDC, sebagian besar orang dengan influenza tanpa komplikasi akan membaik dalam beberapa hari. Meski begitu, batuk dan rasa lemas bisa bertahan lebih lama. Demam juga bukan syarat wajib, karena nggak semua orang yang terkena influenza akan mengalaminya.

Makanya, jangan cuma berpatokan pada suhu tubuh. Kalau mendadak merasa super nggak enak badan dan muncul beberapa gejala khas flu, tetap perlu diperhatikan.

 


 

Siapa yang perlu lebih waspada?

Buat sebagian orang, influenza memang bisa berlalu tanpa masalah serius. Tapi pada kelompok tertentu, infeksinya bisa berkembang menjadi komplikasi.

WHO menyebut anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit kronis atau kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh sebagai kelompok yang lebih berisiko mengalami influenza berat.

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi adalah pneumonia. Jadi, kalau kondisi bukannya membaik malah makin berat, jangan ditunda untuk mencari pertolongan medis.

 

Cara mencegah influenza A

Vaksin influenza menjadi salah satu cara penting untuk membantu mencegah influenza dan mengurangi risiko penyakit berat. WHO merekomendasikan vaksinasi secara berkala karena virus influenza terus mengalami perubahan.

Selain vaksin, kebiasaan sehari-hari juga tetap penting. Rajin mencuci tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, dan tetap di rumah ketika sedang sakit bisa membantu mengurangi penyebaran virus.

Kalau sudah terinfeksi, obat antivirus bisa digunakan pada kondisi tertentu. CDC menyebut obat antivirus bekerja paling optimal ketika diberikan sedini mungkin, terutama dalam 1–2 hari sejak gejala mulai muncul. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan anjuran tenaga medis.


Desi Indasari



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH