FAMILY
Rumah Terasa Sesak? 6 Area Ini Bisa Jadi Biang Keroknya
A. Firdaus
Rabu 07 Oktober 2026 / 14:15
- Cek enam area yang sering dipenuhi barang tak terpakai dan bikin hunian terasa semakin sempit.
- Pemilik rumah melihat kembali barang-barang yang ada dan mulai menyingkirkan benda yang sudah tidak lagi dibutuhkan.
- Rumah yang terasa penuh tidak selalu membutuhkan ruangan tambahan.
Jakarta: Rumah terasa semakin sempit padahal tidak ada perubahan ukuran ruangan? Jangan buru-buru menyalahkan luas rumah. Bisa jadi, penyebabnya justru datang dari barang-barang yang menumpuk dan sudah jarang digunakan.
Terlalu banyak furnitur, pakaian yang tidak pernah dipakai, sampai produk kamar mandi yang memenuhi meja bisa membuat rumah terasa penuh, baik secara visual maupun fisik.
Mengutip Real Simple, ahli penataan rumah menyarankan pemilik rumah melihat kembali barang-barang yang ada dan mulai menyingkirkan benda yang sudah tidak lagi dibutuhkan.
Tidak perlu langsung melakukan decluttering besar-besaran. Mulai saja dari beberapa area yang paling sering menjadi tempat penumpukan barang berikut ini:
Kamar mandi sering menjadi tempat berkumpulnya berbagai produk, mulai dari skincare, kosmetik, sampo, sabun hingga perlengkapan mandi lainnya.
Masalahnya, tidak semua produk tersebut masih digunakan. Sebagian mungkin sudah habis, tidak cocok, atau bahkan sudah melewati masa kedaluwarsa.
“Semua itu membuat kamar mandi terasa penuh, baik secara visual maupun fisik,” kata ahli penataan rumah sekaligus pendiri The Tidy Armadillo, Jessi Acuña.
Coba periksa kembali isi meja, rak, dan area bawah wastafel. Produk yang masih layak dan belum kedaluwarsa tetapi tidak lagi digunakan dapat diberikan kepada orang lain. Sementara produk yang sudah kedaluwarsa sebaiknya dibuang.
Area pintu masuk mungkin bukan ruangan besar, tetapi bagian ini sering menjadi tempat parkir berbagai barang.
Sepatu, sandal, jaket, tas, payung, hingga barang yang baru dibawa pulang bisa saja berakhir di area tersebut. Lama-kelamaan, tumpukan kecil ini membuat rumah langsung terasa berantakan begitu pintu dibuka.
“Area pintu masuk mungkin kecil, tetapi pengaruhnya besar terhadap perasaan kita terhadap rumah,” ujar ahli penataan rumah Marielle Young Goldberg.
Cobalah menyisakan barang yang memang sering digunakan. Sepatu atau tas yang jarang dipakai bisa dipindahkan ke tempat penyimpanan lain sehingga area masuk terasa lebih lega.
Sofa, meja, kursi, rak, dan berbagai perabot memang membuat rumah lebih nyaman. Namun, terlalu banyak furnitur juga dapat membuat ruangan terasa penuh.
Apalagi jika ukuran furnitur tidak sebanding dengan luas ruangan. Ruang yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk bergerak akhirnya terpotong oleh perabot.
“Kadang-kadang, mengeluarkan satu furnitur saja bisa mengubah suasana ruangan secara keseluruhan dan mengembalikan banyak ruang,” kata ahli penataan rumah Olivia Parks.
Coba lihat ruangan dari sudut yang berbeda. Adakah meja yang sebenarnya jarang digunakan? Atau kursi yang hanya menjadi tempat menumpuk pakaian?
Jika ada, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan apakah furnitur tersebut masih benar-benar dibutuhkan.
Lemari penuh bukan berarti kita memiliki banyak pilihan outfit. Bisa jadi justru ada terlalu banyak pakaian yang sudah tidak pernah digunakan.
Pakaian yang sudah kekecilan, kebesaran, tidak lagi sesuai dengan gaya, atau hanya tersimpan karena alasan sentimental dapat membuat kapasitas lemari cepat habis.
“Jangan terjebak pada ilusi bahwa semakin banyak pakaian berarti semakin banyak pilihan,” kata Acuña.
Salah satu cara sederhana adalah memeriksa pakaian yang sudah lama tidak dikenakan. Jika memang tidak lagi digunakan dan masih layak, pakaian tersebut bisa disumbangkan atau diberikan kepada orang lain.
Dapur juga tidak luput dari masalah barang menumpuk. Coba buka lemari dan laci dapur. Bisa jadi ada bumbu yang sudah kehilangan aroma, minyak yang tengik, atau bahan makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Barang-barang tersebut tidak hanya memakan tempat, tetapi juga berpotensi tidak lagi layak digunakan.
Selain bahan makanan, peralatan dapur dengan fungsi yang sama juga dapat membuat ruang penyimpanan cepat penuh.
Misalnya, memiliki terlalu banyak cangkir, gelas, wadah makanan, atau alat masak yang sebenarnya hanya digunakan beberapa kali.
Tidak semua barang harus berada di tempat yang paling mudah dijangkau.
Acuña menyarankan peralatan dapur yang paling sering digunakan ditempatkan di lokasi yang mudah diakses. Sementara barang yang hanya digunakan sesekali dapat disimpan di tempat lain.
Dengan begitu, area kerja di dapur tidak dipenuhi barang yang sebenarnya jarang disentuh.
Goldberg juga menyarankan agar jumlah cangkir disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari, ditambah beberapa cadangan. Tidak perlu menyimpan puluhan cangkir jika sebagian besar hanya berakhir di lemari.
Rumah yang terasa penuh tidak selalu membutuhkan ruangan tambahan. Kadang, yang dibutuhkan justru sedikit keberanian untuk mengurangi barang.
Mulailah dari satu area kecil. Pilih barang yang masih digunakan, barang yang bisa dipindahkan, barang yang dapat diberikan kepada orang lain, dan barang yang memang sudah waktunya dibuang.
Dengan menyortir barang secara berkala, rumah bisa terasa lebih lega tanpa harus membeli furnitur baru atau melakukan renovasi besar-besaran.
Sebab, terkadang cara paling sederhana untuk mendapatkan ruang baru adalah mengeluarkan barang yang sudah tidak benar-benar kita butuhkan.
(FIR)
Terlalu banyak furnitur, pakaian yang tidak pernah dipakai, sampai produk kamar mandi yang memenuhi meja bisa membuat rumah terasa penuh, baik secara visual maupun fisik.
Mengutip Real Simple, ahli penataan rumah menyarankan pemilik rumah melihat kembali barang-barang yang ada dan mulai menyingkirkan benda yang sudah tidak lagi dibutuhkan.
Tidak perlu langsung melakukan decluttering besar-besaran. Mulai saja dari beberapa area yang paling sering menjadi tempat penumpukan barang berikut ini:
1. Kamar mandi
Kamar mandi sering menjadi tempat berkumpulnya berbagai produk, mulai dari skincare, kosmetik, sampo, sabun hingga perlengkapan mandi lainnya.
Masalahnya, tidak semua produk tersebut masih digunakan. Sebagian mungkin sudah habis, tidak cocok, atau bahkan sudah melewati masa kedaluwarsa.
“Semua itu membuat kamar mandi terasa penuh, baik secara visual maupun fisik,” kata ahli penataan rumah sekaligus pendiri The Tidy Armadillo, Jessi Acuña.
Coba periksa kembali isi meja, rak, dan area bawah wastafel. Produk yang masih layak dan belum kedaluwarsa tetapi tidak lagi digunakan dapat diberikan kepada orang lain. Sementara produk yang sudah kedaluwarsa sebaiknya dibuang.
2. Area pintu masuk
Area pintu masuk mungkin bukan ruangan besar, tetapi bagian ini sering menjadi tempat parkir berbagai barang.
Sepatu, sandal, jaket, tas, payung, hingga barang yang baru dibawa pulang bisa saja berakhir di area tersebut. Lama-kelamaan, tumpukan kecil ini membuat rumah langsung terasa berantakan begitu pintu dibuka.
“Area pintu masuk mungkin kecil, tetapi pengaruhnya besar terhadap perasaan kita terhadap rumah,” ujar ahli penataan rumah Marielle Young Goldberg.
Area pintu masuk mungkin bukan ruangan besar, tetapi bagian ini sering menjadi tempat parkir berbagai barang. Ilustrasi Magnific
Cobalah menyisakan barang yang memang sering digunakan. Sepatu atau tas yang jarang dipakai bisa dipindahkan ke tempat penyimpanan lain sehingga area masuk terasa lebih lega.
3. Furnitur yang Terlalu Banyak
Sofa, meja, kursi, rak, dan berbagai perabot memang membuat rumah lebih nyaman. Namun, terlalu banyak furnitur juga dapat membuat ruangan terasa penuh.
Apalagi jika ukuran furnitur tidak sebanding dengan luas ruangan. Ruang yang sebenarnya masih bisa digunakan untuk bergerak akhirnya terpotong oleh perabot.
“Kadang-kadang, mengeluarkan satu furnitur saja bisa mengubah suasana ruangan secara keseluruhan dan mengembalikan banyak ruang,” kata ahli penataan rumah Olivia Parks.
Coba lihat ruangan dari sudut yang berbeda. Adakah meja yang sebenarnya jarang digunakan? Atau kursi yang hanya menjadi tempat menumpuk pakaian?
Jika ada, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan apakah furnitur tersebut masih benar-benar dibutuhkan.
4. Lemari Pakaian
Lemari penuh bukan berarti kita memiliki banyak pilihan outfit. Bisa jadi justru ada terlalu banyak pakaian yang sudah tidak pernah digunakan.
Pakaian yang sudah kekecilan, kebesaran, tidak lagi sesuai dengan gaya, atau hanya tersimpan karena alasan sentimental dapat membuat kapasitas lemari cepat habis.
“Jangan terjebak pada ilusi bahwa semakin banyak pakaian berarti semakin banyak pilihan,” kata Acuña.
Lemari penuh bukan berarti kita memiliki banyak pilihan outfit. Ilustrasi Magnific
Salah satu cara sederhana adalah memeriksa pakaian yang sudah lama tidak dikenakan. Jika memang tidak lagi digunakan dan masih layak, pakaian tersebut bisa disumbangkan atau diberikan kepada orang lain.
5. Lemari dan Rak Dapur
Dapur juga tidak luput dari masalah barang menumpuk. Coba buka lemari dan laci dapur. Bisa jadi ada bumbu yang sudah kehilangan aroma, minyak yang tengik, atau bahan makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Barang-barang tersebut tidak hanya memakan tempat, tetapi juga berpotensi tidak lagi layak digunakan.
Selain bahan makanan, peralatan dapur dengan fungsi yang sama juga dapat membuat ruang penyimpanan cepat penuh.
Misalnya, memiliki terlalu banyak cangkir, gelas, wadah makanan, atau alat masak yang sebenarnya hanya digunakan beberapa kali.
6. Peralatan yang Jarang Dipakai
Tidak semua barang harus berada di tempat yang paling mudah dijangkau.
Acuña menyarankan peralatan dapur yang paling sering digunakan ditempatkan di lokasi yang mudah diakses. Sementara barang yang hanya digunakan sesekali dapat disimpan di tempat lain.
Dengan begitu, area kerja di dapur tidak dipenuhi barang yang sebenarnya jarang disentuh.
Goldberg juga menyarankan agar jumlah cangkir disesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari, ditambah beberapa cadangan. Tidak perlu menyimpan puluhan cangkir jika sebagian besar hanya berakhir di lemari.
Tak Perlu Renovasi untuk Bikin Rumah Lebih Lega
Rumah yang terasa penuh tidak selalu membutuhkan ruangan tambahan. Kadang, yang dibutuhkan justru sedikit keberanian untuk mengurangi barang.
Mulailah dari satu area kecil. Pilih barang yang masih digunakan, barang yang bisa dipindahkan, barang yang dapat diberikan kepada orang lain, dan barang yang memang sudah waktunya dibuang.
Dengan menyortir barang secara berkala, rumah bisa terasa lebih lega tanpa harus membeli furnitur baru atau melakukan renovasi besar-besaran.
Sebab, terkadang cara paling sederhana untuk mendapatkan ruang baru adalah mengeluarkan barang yang sudah tidak benar-benar kita butuhkan.
(FIR)