FITNESS & HEALTH

Waspada Asap Karhutla: Cek Udara & Jangan Skip Masker!

Yatin Suleha
Senin 24 Agustus 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Buat kamu yang daerahnya lagi kena imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Menkes Budi Gunadi Sadikin ngasih pesan penting.
  • Kalau kualitas udara mulai buruk, buru-buru pakai masker dan kurangi aktivitas di luar ruangan, ya.
  • Imbauan ini penting banget biar kita gak gampang terpapar partikel halus PM2,5 dari asap karhutla yang bisa nyelonong masuk ke saluran pernapasan.
Jakarta: Buat kamu yang daerahnya lagi kena imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Menkes Budi Gunadi Sadikin ngasih pesan penting nih, Bestie.

Kalau kualitas udara mulai buruk, buru-buru pakai masker dan kurangi aktivitas di luar ruangan, ya. 

Imbauan ini penting banget biar kita gak gampang terpapar partikel halus PM2,5 dari asap karhutla yang bisa nyelonong masuk ke saluran pernapasan.
 
Hal ini juga buat nurunin risiko terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama buat kelompok yang lebih rentan kayak anak-anak, ibu hamil, lansia, atau siapa pun yang punya riwayat asma dan penyakit paru. 

Jadi, tetap jaga kesehatan dan jangan lupa pakai masker kalau keluar rumah, ya!

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi, Jumat (21/8).


(Kata Kemenkes RI, masker itu ibarat garda terdepan kita buat nyaring polutan mikroskopis yang gak kasat mata, Bestie. Jadi, fungsinya bener-bener penting banget! Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Menkes Budi menjelaskan bahwa PM2,5—partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer—sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru. 

Paparannya kerap memicu keluhan medis berjenjang, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penyakit paru kronis.

Oleh karena itu, Menkes Budi menegaskan bahwa masker adalah garis pertahanan pertama yang paling mudah diakses masyarakat ketika langit mulai kelabu tertutup asap. 

Pemerintah juga mendorong warga untuk rutin memeriksa indeks kualitas udara secara mandiri melalui berbagai aplikasi resmi. 

Pemantauan ini krusial agar masyarakat dapat mengambil keputusan tepat sebelum beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan Data Kemenkes sampai dengan (21/8), karhutla telah menyebar sampai dengan 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi: Jambi, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. 
 
Dari jumlah tersebut, sekitar 3 juta jiwa di 37 kabupaten/kota terpapar langsung oleh kabut asap.

Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala pernapasan ringan. Warga yang mulai mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, hingga iritasi mata berat diimbau segera mencari pertolongan medis ke puskesmas atau rumah sakit terdekat sebelum kondisi memburuk.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH