Gunung Anak Krakatau. Foto: BNPB
Gunung Anak Krakatau. Foto: BNPB

Menkes Minta Warga Tak Panik, Waspadai 3 Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Fatha Annisa • 06 September 2026 12:55
Ringkasnya gini..
  • Menkes mengimbau masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk tidak panik dan menjaga kesehatan.
  • Abu vulkanik dapat berdampak pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
  • Kemenkes juga telah menyiapkan fasilitas dan obat-obatan di puskesmas dan mengaktifkan Health Emergency Operating Center di wilayah terdampak.
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) mengimbau masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk tidak panik dan tetap menjaga kesehatan.
 
Gunung Anak Krakatau kembali aktif dan mengalami erupsi menerus sejak Jumat, 4 September 2026. Aktivitas gunung ini menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah, bahkan hingga Bogor dan Jakarta.
 
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut dampak dari abu vulkanik ini dapat menimbulkan masalah kesehatan pada tiga bagian tubuh, yakni saluran pernapasan, mata, dan kulit.
   

Waspadai Gangguan Pernapasan

Menkes mengimbau masyarakat untuk mengutamakan perlindungan saluran pernapasan. Warga yang berada di wilayah dengan paparan abu vulkanik dianjurkan melakukan aktivitas di dalam rumah apabila tidak memiliki keperluan untuk keluar.
 
“Kalau Bapak Ibu ada di daerah-daerah di sana, untuk menjaga kesehatan pernafasan Bapak Ibu, usahakan kegiatannya dilakukan di rumah. Kalau Bapak Ibu harus keluar rumah, pastikan memakai masker,” ujar Budi dalam konferensi pers situasi dan kondisi pasca erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu, 6 September 2026.
 
Menkes mengatakan, apabila mulai mengalami gangguan atau merasa tidak nyaman saat bernapas, warga diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
 
“Kita sudah mendiploy alat-alat nebulizer dan juga oksigen konsentrator (di puskesmas),” tambahnya.
 


Abu Vulkanik Bisa Mengiritasi Mata

Selain saluran pernapasan, Menkes menjelaskan bahwa partikel abu vulkanik juga dapat mengganggu kesehatan mata. Paparan abu dapat menyebabkan mata terasa gatal dan mengalami iritasi.
 
“Karena debu ini ada partikelnya, itu bisa membuat mata gatal dan iritasi juga,” jelas Menkes.
 
Untuk mencegahnya, masyarakat dianjurkan penggunaan kacamata jika harus beraktivitas di luar rumah. Pasalnya, kacamata dapat membantu menghalangi partikel abu masuk ke mata.
 
Namun, jika abu sudah masuk ke mata, masyarakat diimbau tidak menguceknya. Mata dapat dibersihkan menggunakan air dan warga dapat segera mendatangi puskesmas apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
 

Lindungi Kulit dari Abu Vulkanik

Paparan abu vulkanik juga dapat berdampak pada kulit. Karena itu, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah dan segera membersihkan diri setelah kembali ke rumah jika terpapar abu.
 
Menkes mengingatkan masyarakat untuk membersihkan kulit menggunakan air secara hati-hati. Hal ini karena abu vulkanik dapat mengandung partikel yang berpotensi menyebabkan iritasi.
 
“Kalau nanti ternyata sudah ada dampaknya gatal-gatal, kulitnya merasa tidak enak, itu bisa ke puskesmas, kita akan deploy salep kulit ke puskesmas,” tutur Menkes.
 
Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center di wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat akibat paparan abu vulkanik.
 
“Sekali lagi, jangan panik. Stay at home and stay healthy (tetap di rumah dan jaga kesehatan,” tutup Menteri Kesehatan.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>