Gunung Anak Krakatau. Foto: BNPB
Gunung Anak Krakatau. Foto: BNPB

Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 5 Bandara Ditutup

Fatha Annisa • 06 September 2026 11:41
Ringkasnya gini..
  • Lima bandara ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
  • Pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meluruhkan abu vulkanik ke tanah.
  • OMC akan dilakukan dari bandara yang tidak terdampak abu vulkanik.
Jakarta: Sebanyak lima bandara ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Budiarto Curug, dan Lapangan Terbang Pondok Cabe.
 
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers situasi dan kondisi pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.
 
“Sampai dengan hari ini pukul 10.25 WIB ada lima bandara yang saat ini ditutup,” ujar Faisal, Minggu, 6 September 2026.
 
Adapun kelima bandara tersebut mengalami penutupan dengan waktu yang berbeda. Bandara Soekarno-Hatta ditutup mulai pukul 08.36 WIB hingga 13.30 WIB dan Bandara Halim Perdanakusuma ditutup mulai pukul 09.49 WIB hingga 14.00 WIB.
 
Sementara itu, Bandara Radin Inten II Lampung ditutup hingga pukul 14.00 WIB, Bandara Budiarto Curug ditutup hingga pukul 13.30 WIB, serta Lapangan Terbang Pondok Cabe ditutup hingga pukul 14.00 WIB.
 


OMC Disiapkan dari Bandara yang Tidak Terdampak

Pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi dampak abu vulkanik Anak Krakatau yang mengalami erupsi menerus sejak Jumat, 4 September 2026.
 
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan OMC diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi udara dan mempercepat luruhnya abu vulkanik ke tanah. Hujan dinilai dapat membantu proses tersebut, meskipun abu juga dapat luruh secara alami akibat angin.
 
“Operasi modifikasi cuaca itu justru untuk membantu kondisi udara, kondisi abu vulkanik itu bisa luruh. Karena dalam kondisi erupsi, salah satu upaya yang sangat baik itu apabila kemudian datang hujan. Sehingga abu itu bisa luruh ke tanah,” jelas Suharyanto.
 
Suharyanto menyebut proses peluruhan juga bisa diakibatkan oleh angin, namun membutuhkan waktu yang lama. Karena itu, pemerintah mempertimbangkan pelaksanaan OMC dari bandara yang tidak terdampak penutupan akibat abu vulkanik.
 
“Jadi karena Pondok Cabe ini nggak bisa tertutup, makanya nanti untuk melaksanakan OMC-nya, kalau bisa dari Halim, kalau tidak nanti dari bandara di Bandung yang memang terbuka,” pungkasnya.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>