Ilustrasi dentuman (Gemini)
Ilustrasi dentuman (Gemini)

BMKG Jelaskan Suara Dentuman yang Terjadi di Bandung

Muhammad Syahrul Ramadhan • 05 September 2026 16:49
Ringkasnya gini..
  • Warga Bandung ramai melaporkan kejadian aneh yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) dini hari terkait adanya dentuman dan getaran misterius.
  • MKG Bandung menyimpulkan bahwa suara dentuman dan getaran ini tidak menunjukan indikasi adanya gempa bumi di wilayah sekitar Bandung Raya.
  • BMKG sendiri menyatakan bahwa akan melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, dan kondisi atmosfer.

Jakarta: Warga Bandung ramai melaporkan kejadian aneh yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) dini hari terkait adanya dentuman dan getaran misterius. Dentuman cukup kencang yang terjadi selama kurang lebih empat jam setengah ini belum dapat dipastikan penyebabnya.

 

Sabtu (5/9/2026) pagi tadi, media sosial diramaikan oleh berbagai postingan yang merekam adanya getaran dan dentuman suara pada kaca jendela dan pintu rumah mereka. Postingan-postingan ini diketahui berasal dari para pengguna media sosial asal Bandung dan sekitarnya. Banyak pertanyaan muncul terkait penyebab dan sumber kedatangan suara dentuman misterius ini.

 

Bukan Berasal dari Gempa Bumi

Berkaitan dengan fenomena ini, BMKG akhirnya memberikan rilis yang diposting pada Sabtu (5/9/2026). Dalam rilisan tersebut, Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Bandung memberikan pernyataan terkait hasil analisis yang telah dilakukan.

 

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, BMKG Bandung menyimpulkan bahwa suara dentuman dan getaran ini tidak menunjukan indikasi adanya gempa bumi di wilayah sekitar Bandung Raya maupun kondisi cuaca. 

 

Pihak BMKG menyebutkan meskipun adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), sumber dan penyebab pasti dari anomali yang terjadi tadi malam sejak pukul 00.30-05.00 WIB itu perlu dipastikan kembali. 

 

“Arah angin pada saat aktivitas erupsi GAK terjadi berarah Timur ke Barat, sehingga kemungkinan suara dentuman berasal dari sumber lain dan masih memerlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan data lainnya,” tulis BMKG Bandung dalam rilisan pres-nya.

 

Pemantauan Lebih Lanjut Akan Dilakukan

Sejauh ini berbagai penyebab masih menjadi asumsi yang belum terbukti kebenarannya. BMKG sendiri menyatakan bahwa akan melakukan pemantauan lebih lanjut terhadap aktivitas kegempaan, petir, magnet bumi, dan kondisi atmosfer. 

 

Koordinasi dengan instansi terkait pun akan dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif.

 

Masyarakat diimbau untuk terus waspada dan siaga terhadap berbagai bencana yang akan terjadi di Indonesia mengingat banyaknya gunung api berbeda yang sedang menunjukan keaktifannya.

 

(Vira Farhatul Maula) 



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>