FITNESS & HEALTH
Mau Jadi Versi Terbaik Buat Orang Lain? Mulai dari Jaga Mental Sendiri
A. Firdaus
Sabtu 11 Juli 2026 / 14:11
- Menjaga diri tetap sehat secara emosional justru menjadi bekal penting.
- Kesehatan mental menjadi salah satu faktor yang menentukan.
- Meski dunia dipenuhi berbagai tantangan, masih banyak hal indah yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Jakarta: Banyak orang ingin berbuat lebih banyak untuk membantu sesama, atau memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Namun, di tengah keinginan tersebut sering muncul rasa bersalah, ketika memilih beristirahat atau lebih fokus pada kondisi diri sendiri.
Tidak sedikit yang khawatir dianggap egois, karena memprioritaskan kesehatan mental. Padahal, menjaga diri tetap sehat secara emosional justru menjadi bekal penting, agar tetap mampu membantu orang lain dalam jangka panjang.
Keinginan untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Menyadari adanya berbagai persoalan di sekitar, dan merasa terdorong untuk ikut mencari solusi menunjukkan kepedulian yang besar terhadap sesama.
Namun, setiap orang tetap memiliki batas kemampuan. Kesehatan mental menjadi salah satu faktor yang menentukan, seberapa besar energi dan kemampuan untuk memberi dampak positif.
Ketika kondisi mental sedang menurun hingga aktivitas sehari-hari terasa sangat berat, termasuk sekadar bangun dari tempat tidur, tentu akan lebih sulit menjalankan berbagai hal yang ingin dilakukan.
Oleh karena itu, merawat diri bukanlah tindakan egois, melainkan bagian dari menjaga kemampuan untuk terus melangkah.
Dilansir dari Mental Health America, berikut adalah tiga cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental.
Sesekali tidak masalah berhenti sejenak dari rutinitas atau kegiatan sukarela untuk beristirahat. Misalnya dengan menikmati mandi air hangat berbusa, atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks.
Tidak perlu merasa bersalah karena meluangkan waktu untuk diri sendiri. Setelah tubuh dan pikiran kembali segar, energi untuk membantu orang lain pun biasanya ikut bertambah.
Meski dunia dipenuhi berbagai tantangan, masih banyak hal indah yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Menghargai hal-hal kecil yang membawa kebahagiaan, tidak berarti mengabaikan berbagai masalah yang sedang terjadi.
Perasaan sedih, marah, atau kecewa memiliki fungsi sebagai sinyal, yang membantu mengenali sesuatu yang perlu diperbaiki. Emosi tersebut juga dapat menjadi dorongan untuk melakukan perubahan.
Namun, jika terlalu lama larut di dalamnya, emosi negatif justru dapat menguasai pikiran dan menghambat langkah ke depan.
Jika merasa sulit bangkit dari kondisi tersebut atau emosi negatif terus berlangsung, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan terkait kondisi kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan.
Pemeriksaan awal, termasuk melalui tes kesehatan mental online, juga dapat menjadi langkah awal untuk memahami kondisi yang sedang dialami.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Tidak sedikit yang khawatir dianggap egois, karena memprioritaskan kesehatan mental. Padahal, menjaga diri tetap sehat secara emosional justru menjadi bekal penting, agar tetap mampu membantu orang lain dalam jangka panjang.
Keinginan untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Menyadari adanya berbagai persoalan di sekitar, dan merasa terdorong untuk ikut mencari solusi menunjukkan kepedulian yang besar terhadap sesama.
Namun, setiap orang tetap memiliki batas kemampuan. Kesehatan mental menjadi salah satu faktor yang menentukan, seberapa besar energi dan kemampuan untuk memberi dampak positif.
Ketika kondisi mental sedang menurun hingga aktivitas sehari-hari terasa sangat berat, termasuk sekadar bangun dari tempat tidur, tentu akan lebih sulit menjalankan berbagai hal yang ingin dilakukan.
Oleh karena itu, merawat diri bukanlah tindakan egois, melainkan bagian dari menjaga kemampuan untuk terus melangkah.
Dilansir dari Mental Health America, berikut adalah tiga cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental.
1. Luangkan waktu untuk merawat diri
Sesekali tidak masalah berhenti sejenak dari rutinitas atau kegiatan sukarela untuk beristirahat. Misalnya dengan menikmati mandi air hangat berbusa, atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks.
Tidak perlu merasa bersalah karena meluangkan waktu untuk diri sendiri. Setelah tubuh dan pikiran kembali segar, energi untuk membantu orang lain pun biasanya ikut bertambah.
2. Sisihkan waktu untuk mensyukuri hal-hal baik
Meski dunia dipenuhi berbagai tantangan, masih banyak hal indah yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Menghargai hal-hal kecil yang membawa kebahagiaan, tidak berarti mengabaikan berbagai masalah yang sedang terjadi.
3. Terima emosi negatif tanpa terus terjebak di dalamnya
Perasaan sedih, marah, atau kecewa memiliki fungsi sebagai sinyal, yang membantu mengenali sesuatu yang perlu diperbaiki. Emosi tersebut juga dapat menjadi dorongan untuk melakukan perubahan.
Namun, jika terlalu lama larut di dalamnya, emosi negatif justru dapat menguasai pikiran dan menghambat langkah ke depan.
Jika merasa sulit bangkit dari kondisi tersebut atau emosi negatif terus berlangsung, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya mencari bantuan terkait kondisi kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan.
Pemeriksaan awal, termasuk melalui tes kesehatan mental online, juga dapat menjadi langkah awal untuk memahami kondisi yang sedang dialami.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)