FITNESS & HEALTH

Pantesan Gampang Burnout, Ternyata Kondisi Kamar Ngaruh Banget ke Mental Health

A. Firdaus
Sabtu 11 Juli 2026 / 16:16
Ringkasnya gini..
  • Kondisi lingkungan tempat tinggal juga dapat memengaruhi suasana hati, tingkat stres, hingga kesehatan mental.
  • Menata rumah bukan sekadar soal estetika.
  • Lingkungan yang semrawut juga dapat memicu kecemasan, frustrasi, kebiasaan menunda pekerjaan, hingga munculnya rasa kewalahan.
Jakarta: Rumah yang rapi sering kali hanya dikaitkan dengan kebersihan atau tampilan yang enak dipandang. Padahal, kondisi lingkungan tempat tinggal juga dapat memengaruhi suasana hati, tingkat stres, hingga kesehatan mental

Ruangan yang dipenuhi barang berserakan, bisa membuat pikiran terasa semakin penuh. Sedangkan rumah yang lebih teratur dapat membantu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan fokus.

Menata rumah bukan sekadar soal estetika. Kebiasaan merapikan barang dan menjaga lingkungan tetap terorganisir, memiliki manfaat bagi kesejahteraan mental. 

Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan, antara rumah yang berantakan dengan meningkatnya perasaan depresi. Lingkungan yang semrawut juga dapat memicu kecemasan, frustrasi, kebiasaan menunda pekerjaan, hingga munculnya rasa kewalahan. 
 

Meskipun dampaknya tidak selalu disadari, kondisi rumah yang berantakan dapat memengaruhi kesehatan mental dalam jangka panjang.

Di tengah kesibukan sehari-hari, mengurus pekerjaan rumah, menyusun jadwal, serta merapikan barang memang tidak selalu mudah. Namun, meluangkan waktu untuk menciptakan rumah yang lebih teratur, dapat memberikan perubahan positif terhadap kualitas hidup.

Dilansir dari Psychology Today, menurut Diane Roberts Stoler, Ed.D., seorang neuropsikolog dan psikolog kesehatan bersertifikat, berikut adalah lima langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mulai menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan nyaman:
 

1. Sadari pentingnya rumah yang teratur


Memahami bahwa lingkungan yang rapi dapat mendukung aktivitas sehari-hari merupakan langkah awal yang penting. Libatkan seluruh anggota keluarga dalam proses merapikan rumah, agar tanggung jawab terasa lebih ringan sekaligus mempererat kebersamaan. 

Mulailah dari hal sederhana, seperti merapikan tempat tidur atau menyusun pakaian. Kebiasaan kecil ini dapat memberikan motivasi untuk terus menjaga kerapian.
 

2. Tata barang sesuai fungsinya


Singkirkan barang yang sudah tidak diperlukan, dan tentukan tempat khusus untuk setiap benda yang masih digunakan. Misalnya, sediakan lokasi tetap untuk mantel, sepatu, peralatan olahraga, ransel, maupun kunci. 

Lemari, rak, gantungan, atau keranjang penyimpanan dapat membantu membuat rutinitas harian, menjadi lebih praktis dan mengurangi stres, karena barang mudah ditemukan.
 

3. Rapikan dokumen penting


Pilah dokumen yang masih diperlukan untuk disimpan, sedangkan dokumen yang sudah tidak digunakan dapat didaur ulang. Sesekali luangkan waktu untuk memeriksa kembali tumpukan formulir atau berkas lama, agar tidak terus menumpuk.
 

4. Manfaatkan tempat penyimpanan secara maksimal


Gunakan kotak, map, atau media penyimpanan lainnya untuk mengatur dokumen baru, maupun hasil karya kreatif yang dibawa pulang oleh siswa. 

Hindari menjadikan meja makan sebagai tempat menyimpan berbagai barang, karena hanya akan menambah kesan berantakan.
 

5. Siapkan area belajar yang nyaman


Tentukan satu sudut rumah sebagai tempat khusus untuk mengerjakan PR atau aktivitas belajar. Pastikan perlengkapan yang dibutuhkan mudah dijangkau, sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung lebih fokus, dan tidak terganggu oleh kondisi ruangan yang berantakan.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH