FITNESS & HEALTH

Stop Nunda-nunda Tugas! Ini 5 Trik Psikologis Biar Ngerjain PR Terasa Lebih Ringan

A. Firdaus
Sabtu 11 Juli 2026 / 18:11
Ringkasnya gini..
  • Bagi sebagian orang, aktivitas ini juga bisa memicu stres, rasa cemas, hingga keinginan untuk terus menunda pekerjaan.
  • Psikologi menunjukkan bahwa lingkungan sekitar memiliki pengaruh.
  • Ketika tempat belajar terasa rapi dan minim distraksi, otak tidak perlu terus-menerus memproses rangsangan yang tidak penting.
Jakarta: Mengerjakan PR bukan hanya soal menyelesaikan tugas sekolah. Bagi sebagian orang, aktivitas ini juga bisa memicu stres, rasa cemas, hingga keinginan untuk terus menunda pekerjaan.

Menariknya, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh sulitnya materi pelajaran. Lingkungan tempat belajar yang berantakan, penuh gangguan, atau tidak nyaman juga dapat membuat otak bekerja lebih keras, sehingga konsentrasi menjadi mudah terpecah. 

Oleh karena itu, menciptakan ruang belajar yang mendukung, bukan hanya membantu menyelesaikan tugas, tetapi juga berperan dalam menjaga kenyamanan psikologis.

Psikologi menunjukkan bahwa lingkungan sekitar memiliki pengaruh, terhadap kemampuan seseorang dalam mengatur perhatian, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan pekerjaan. 
Ketika tempat belajar terasa rapi dan minim distraksi, otak tidak perlu terus-menerus memproses rangsangan yang tidak penting. Hal ini dapat membantu mengurangi rasa kewalahan, sekaligus membuat pikiran lebih tenang.

Dilansir dari Psychology Today, menurut Diane Roberts Stoler, Ed.D., seorang neuropsikolog dan psikolog kesehatan bersertifikat, berikut adalah lima tips yang dapat membantu menciptakan kondisi psikologis, yang lebih nyaman saat mengerjakan PR.
 

1. Pilih tempat yang membuat pikiran lebih tenang


Ruangan yang minim gangguan dan memiliki pencahayaan yang cukup, membantu otak lebih mudah mempertahankan fokus. Lingkungan yang tenang juga dapat menurunkan beban mental, akibat terlalu banyak rangsangan dari sekitar.
 

2. Siapkan perlengkapan sebelum mulai belajar


Menyiapkan pulpen, pensil, buku catatan, kalkulator, dan kebutuhan lainnya sejak awal, dapat mengurangi gangguan yang muncul, ketika harus bolak-balik mencari barang. Cara sederhana ini membantu menjaga alur konsentrasi tetap stabil.
 

3. Batasi distraksi dari ponsel dan media sosial


Notifikasi yang terus muncul membuat otak harus berulang kali mengalihkan perhatian. Semakin sering fokus terputus, semakin besar energi mental yang dibutuhkan untuk kembali berkonsentrasi. Menyimpan ponsel dalam mode senyap selama belajar, dapat membantu mengurangi kelelahan mental.
 

4. Bangun rutinitas yang konsisten


Mengerjakan PR pada waktu yang sama setiap hari, membantu otak mengenali pola tertentu. Seiring waktu, kebiasaan ini membuat proses memulai belajar terasa lebih ringan, dan mengurangi kecenderungan menunda pekerjaan.
 

5. Pecah tugas menjadi target-target kecil


Tugas yang terlihat terlalu besar sering kali memicu rasa cemas, dan membuat seseorang enggan memulai. Membagi pekerjaan menjadi bagian yang lebih sederhana, membantu otak melihat tugas sebagai sesuatu yang lebih mudah dikelola. 

Setiap target kecil yang berhasil diselesaikan, juga dapat memberikan rasa pencapaian, yang meningkatkan motivasi untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH