FITNESS & HEALTH

Lagi Sakit Kok Jadi Melow? Ternyata Ini Hubungan Peradangan & Depresi!

Yatin Suleha
Kamis 09 Juli 2026 / 18:51
Ringkasnya gini..
  • Selama ini, kita tahunya depresi itu cuma soal mood yang berantakan atau ketidakseimbangan kimia di otak, kan?
  • Tapi nih, ada temuan baru yang mind-blowing: ternyata depresi bisa ada hubungannya sama sistem imun kita.
  • Temuan ini bikin para ilmuwan makin yakin kalau kesehatan fisik dan mental itu beneran satu paket yang gak bisa dipisahin.
Jakarta: Selama ini, kita tahunya depresi itu cuma soal mood yang berantakan atau ketidakseimbangan kimia di otak, kan?

Tapi nih, ada temuan baru yang mind-blowing: ternyata depresi bisa ada hubungannya sama sistem imun kita, terutama proses peradangan atau inflammation.

Temuan ini bikin para ilmuwan makin yakin kalau kesehatan fisik dan mental itu beneran satu paket yang gak bisa dipisahin.

Jadi, kalau sistem imun kita lagi "ngambek" atau nggak kerja bener, dampaknya gak cuma ke fisik doang, tapi bisa bikin emosional kita jadi ikutan chaos.

Nah, dilansir dari Psychology Today, para peneliti nemuin kalau peradangan itu punya hubungan yang cukup deep sama munculnya gejala depresi. 

Padahal, peradangan itu sebenarnya cara alami tubuh buat melindungi diri pas kita lagi kena infeksi atau cedera. Jadi, intinya tubuh kita lagi try hard banget buat jaga diri, tapi efek sampingnya justru memengaruhi kondisi mental kita.
 
Dalam proses ini, sel-sel kekebalan melepaskan berbagai zat biokimia, untuk melawan kuman sekaligus membantu memperbaiki jaringan yang rusak.

Meski bermanfaat, respons tersebut bisa menjadi masalah jika berlangsung terlalu lama atau berlebihan. Peradangan kronis dengan tingkat rendah, dapat terus terjadi tanpa disadari dan perlahan memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan mental. 

Menurut Bill Sullivan, Ph.D., adalah penulis buku "Pleased to Meet Me: Genes, Germs, and the Curious Forces That Make Us Who We Are" dan seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Indiana, alih-alih melindungi tubuh, kondisi ini justru dapat merusak jaringan sehat dan meningkatkan risiko gangguan suasana hati.

Temuan tersebut melahirkan konsep yang dikenal sebagai "hipotesis peradangan depresi". 


(Meski berbagai penelitian telah menunjukkan adanya kaitan yang kuat antara saat sakit mudah sedih, para ilmuwan menilai masih diperlukan bukti yang lebih mendalam. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Teori ini menyebutkan bahwa depresi pada sebagian orang, dapat dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang terus aktif meski tidak lagi diperlukan.

Pengamatan klinis menunjukkan bahwa penderita depresi, umumnya memiliki kadar penanda peradangan yang lebih tinggi dari normal, seperti sitokin interleukin-6 (IL-6) dan protein C-reaktif (CRP).

Hubungan ini juga terlihat dari arah sebaliknya. 

Orang yang hidup dengan penyakit peradangan kronis, seperti artritis, penyakit radang usus, maupun infeksi berat, diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan populasi umum. 

Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa proses peradangan, dan kesehatan mental saling memengaruhi.
 
Meski berbagai penelitian telah menunjukkan adanya kaitan yang kuat antara keduanya, para ilmuwan menilai masih diperlukan bukti yang lebih mendalam, untuk menjelaskan bagaimana peradangan dapat memicu depresi secara langsung. 

Oleh karena itu, penelitian mengenai hubungan sistem imun dan kesehatan mental masih terus dikembangkan, dengan harapan dapat menghasilkan pendekatan pengobatan yang lebih efektif di masa depan.


Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH