FITNESS & HEALTH

Lifespan vs Healthspan, Mana yang Lebih Penting?

A. Firdaus
Rabu 07 Oktober 2026 / 14:21
Ringkasnya gini..
  • Lifespan menunjukkan berapa lama seseorang hidup sejak lahir sampai meninggal.
  • Healthspan menggambarkan berapa lama seseorang bisa hidup dalam kondisi sehat dan tetap aktif.
  • Menjaga kebiasaan sehat sejak sekarang bisa membantu mempertahankan kualitas hidup saat usia bertambah.

Jakarta: Kalo ditanya pengin hidup sampai umur berapa, mungkin banyak yang bakal jawab, “Selama mungkin!” Tapi coba pertanyaannya digeser sedikit: pengin hidup panjang atau pengin tetap sehat selama mungkin?

Nah, ini yang bikin istilah lifespan dan healthspan mulai banyak dibahas dalam dunia longevity. Sekilas mirip, tapi keduanya punya fokus yang beda. Lifespan lebih ngomongin panjang usia, sementara healthspan fokus pada berapa lama kita bisa menjalani hidup dengan kondisi yang sehat.

 

Pasangan Lansia Menikmati Panorama Alam

(Pasangan lansia yang tetap aktif dan sehat di usia lanjut. Foto: AI Generated)

 

Lifespan itu apa?

Menurut artikel “Lifespan vs. healthspan: Why how you age matters more than how long you live” dari Harvard Health Publishing yang diterbitkan pada 22 April 2026, lifespan adalah jumlah tahun seseorang hidup, mulai dari lahir sampai meninggal.

Simpelnya, lifespan menjawab pertanyaan: “Kita hidup berapa lama?”

Kemajuan di bidang kesehatan seperti vaksin, antibiotik, sanitasi, layanan medis, dan teknologi pengobatan ikut membantu meningkatkan usia harapan hidup. Tapi, umur yang panjang belum tentu berarti seluruh waktunya dijalani dalam kondisi sehat.

 


 

Terus, healthspan apa?

Masih dari artikel Harvard Health Publishing tersebut, healthspan merujuk pada periode kehidupan ketika seseorang relatif terbebas dari penyakit yang melumpuhkan, rasa sakit, dan keterbatasan serius.

Jadi, kalo lifespan menghitung “berapa lama hidup”, healthspan lebih melihat “berapa lama bisa hidup dengan kondisi yang oke”.

Konsep ini nyambung dengan healthy ageing dari World Health Organization (WHO). Dalam laman resminya tentang ageing, WHO menjelaskan healthy ageing sebagai proses mengembangkan dan mempertahankan kemampuan fungsional yang memungkinkan seseorang tetap sejahtera saat menua.

Kemampuan fungsional ini mencakup hal-hal sehari-hari, seperti bisa bergerak, memenuhi kebutuhan sendiri, mengambil keputusan, menjaga hubungan dengan orang lain, sampai melakukan aktivitas yang dianggap bermakna.

 

Jadi, mana yang lebih penting?

Jawabannya bukan harus pilih salah satu. Punya lifespan yang panjang tentu jadi hal positif, tapi akan lebih ideal kalo healthspan juga panjang. Artinya, kita nggak cuma menambah jumlah tahun kehidupan, tapi juga berusaha menjaga kualitasnya.

Harvard Health Publishing dalam artikel yang sama menyebut sejumlah faktor yang bisa dipengaruhi, seperti aktivitas fisik, pola makan, kebiasaan merokok, tidur, stres, hubungan sosial, dan perawatan medis, yang dapat berperan dalam proses penuaan.

Makanya, healthspan bukan sesuatu yang baru perlu dipikirkan saat udah tua. Kebiasaan yang dibangun dari sekarang bisa ikut menentukan bagaimana kita menjalani tahun-tahun berikutnya.

Karena ujung-ujungnya, targetnya bukan cuma panjang umur. Kita juga pengin tetap bisa jalan-jalan, ketemu orang tersayang, melakukan hobi, dan menikmati hidup selama mungkin.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH