FITNESS & HEALTH
Peneliti Muda di Rusia Meninggal Diduga Kena Pes Paru-paru, Trump Ikut Buka Suara
Yatin Suleha
Selasa 06 Oktober 2026 / 20:11
- Seorang peneliti wanita yang masih berumur akhir 20-an dilaporkan meninggal dunia.
- Ia meninggal dunia di Irkutsk Anti-Plague Institute of Siberia, Rusia.
- Presiden Donald Trump juga sampai ikut angkat bicara.
Jakarta: Ada kabar yang lagi bikin dunia kesehatan heboh nih. Seorang peneliti wanita yang masih berumur akhir 20-an dilaporkan meninggal dunia di Irkutsk Anti-Plague Institute of Siberia, Rusia.
Menurut lembaga perlindungan kesehatan setempat, Rospotrebnadzor, korban diduga terpapar penyakit pes paru-paru (pneumonic plague).
Kasus ini langsung memicu kekhawatiran global karena pes paru-paru tergolong infeksi yang parah banget. Perkembangannya tergolong cepat dan penularannya bisa langsung terjadi dari orang ke orang lewat udara.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bareng CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyampaikan kalau mereka udah dapat laporan soal kasus ini dan terus memantau situasinya secara ketat.
Tak cuma itu, Presiden Donald Trump juga sampai ikut angkat bicara. Dia menawarkan bantuan langsung ke Rusia buat menangani potensi wabah ini, sambil bilang kalau penyakit ini emang beneran berat dan berbahaya.
Dalam laman media sosial USA Today, Trump mengatakan, "I hate to see them having it. It's a rough disease. Somehow those microbes have gotten stronger and stronger. They're like an army."
"Saya tidak tega melihat mereka kena penyakit itu. Ini penyakit yang berat. Entah bagaimana, mikroba-mikroba itu jadi makin lama makin kuat. Mereka sudah seperti pasukan tentara," beber Trump pada USA Today.
Ia menambahkan, "Kami akan bantu. Siapa pun yang punya masalah seperti itu, kami akan selalu bantu," ungkap Trump dilansir dari USA Today di White House, Senin, 5 Oktober 2026.
(TIN)
Menurut lembaga perlindungan kesehatan setempat, Rospotrebnadzor, korban diduga terpapar penyakit pes paru-paru (pneumonic plague).
Kasus ini langsung memicu kekhawatiran global karena pes paru-paru tergolong infeksi yang parah banget. Perkembangannya tergolong cepat dan penularannya bisa langsung terjadi dari orang ke orang lewat udara.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bareng CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menyampaikan kalau mereka udah dapat laporan soal kasus ini dan terus memantau situasinya secara ketat.
("Kami akan bantu. Siapa pun yang punya masalah seperti itu, kami akan selalu bantu," ungkap Trump dilansir dari USA Today di White House. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Tak cuma itu, Presiden Donald Trump juga sampai ikut angkat bicara. Dia menawarkan bantuan langsung ke Rusia buat menangani potensi wabah ini, sambil bilang kalau penyakit ini emang beneran berat dan berbahaya.
Kata Trump
Dalam laman media sosial USA Today, Trump mengatakan, "I hate to see them having it. It's a rough disease. Somehow those microbes have gotten stronger and stronger. They're like an army."
"Saya tidak tega melihat mereka kena penyakit itu. Ini penyakit yang berat. Entah bagaimana, mikroba-mikroba itu jadi makin lama makin kuat. Mereka sudah seperti pasukan tentara," beber Trump pada USA Today.
Ia menambahkan, "Kami akan bantu. Siapa pun yang punya masalah seperti itu, kami akan selalu bantu," ungkap Trump dilansir dari USA Today di White House, Senin, 5 Oktober 2026.
(TIN)