FITNESS & HEALTH

5 Hal yang Wajib Kamu Tahu soal Pes Pneumonia di Rusia

Aulia Putriningtias
Kamis 08 Oktober 2026 / 08:00
Ringkasnya gini..
  • Dunia sedang menatap tajam ke arah Rusia setelah kabar seorang pekerja laboratorium dilaporkan meninggal dunia.
  • Dugaannya akibat dugaan terinfeksi penyakit pes (pneumonic plague).
  • Kabar ini membuat banyak orang begitu khawatir, bahkan dari seluruh dunia.
Jakarta: Dunia sedang menatap tajam ke arah Rusia setelah kabar seorang pekerja laboratorium dilaporkan meninggal dunia. Dugaannya akibat dugaan terinfeksi penyakit pes (pneumonic plague).

Dikutip dalam Reuters, korban tersebut adalah pekerja wanita berusia 28 tahun di Anti-Plague Research Institute wilayah Shelekhov, dekat Irkutsk, Rusia. Kabar ini membuat banyak orang begitu khawatir, bahkan dari seluruh dunia.

Namun, kabar burung terus mengudara di sekitar kita akibat kejadian ini. Hal ini membuat hadirnya kekhawatiran berlebih, bahkan dicurigai sebagai 'Covid-19 selanjutnya'. Namun, apakah benar?
 

Agar tak terpengaruh terhadap banyak rumor, inilah beberapa hal yang harus kamu ketahui soal pes pneumonia ini, antara lain:
 

1. Kronologi kejadian


Korban diduga tidak sengaja memecahkan tabung reaksi yang berisi bakteri pes (Yersinia pestis) saat sedang mengumpulkan sampel. Lokasinya pun berada di laboratorium wilayah Shelekhov.

Pihak berwenang mengatakan bahwa dia meninggal karena jenis pneumonia yang tidak diketahui. Namun, sebagai tindakan pencegahan mereka mengkarantina semua orang yang telah melakukan kontak dengannya.

Dilansir dalam sumber yang sama, versi lain penyebabnya adalah mengatakan dia jatuh sakit setelah bepergian ke Tailan. Versi lainnya mengatakan dia jatuh sakit setelah pergi ke daerah dekat perbatasan dengan Mongolia.

Namun, per 7 Oktober 2026, belum ada kepastian penyebab korban mengalami hal tersebut. 
 

2. Mengapa dikaitkan dengan pes pneumonik?


Dugaan pes pneumonik muncul karena korban bekerja di Irkutsk Scientific Research Anti-Plague Institute of Siberia and the Far East, sebuah lembaga yang memang melakukan penelitian dan pengendalian penyakit pes.

WHO menjelaskan bahwa lembaga tersebut berada di wilayah Siberia tempat penyakit pes secara alami dapat ditemukan pada hewan liar. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kemungkinan pes pneumonik ikut diperiksa setelah pekerja laboratorium tersebut meninggal.

Meski demikian, keberadaan korban di lembaga penelitian antipes tidak membuktikan bahwa kematiannya disebabkan oleh pes. Sampai informasi terbaru yang disampaikan kepada WHO, penyebab kematian masih dalam proses klarifikasi.
 

3. WHO sudah buka suara


WHO mulai mengikuti perkembangan kasus tersebut setelah menerima laporan media mengenai kematian pekerja laboratorium. Pada 3 Oktober 2026, WHO menghubungi otoritas kesehatan Rusia untuk meminta informasi mengenai kejadian tersebut melalui mekanisme International Health Regulations (IHR).

Informasi yang diminta mencakup keadaan kasus, pemeriksaan laboratorium, hasil tes, proses pelacakan kontak, kondisi orang-orang yang melakukan kontak dengan korban, serta kemungkinan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat internasional.

WHO juga menawarkan dukungan teknis kepada otoritas kesehatan Rusia selama proses penyelidikan berlangsung.
   

4. WHO klaim risiko ke masyarakat umum rendah


Berdasarkan informasi, saat WHO melakukan penilaian awal, risiko kesehatan masyarakat bagi populasi umum dinilai rendah. WHO sebelumnya memperkirakan risiko berada pada tingkat sedang hingga rendah untuk wilayah Irkutsk, rendah untuk Rusia secara keseluruhan, dan sangat rendah untuk kawasan Eropa WHO.

Penilaian tersebut dapat diperbarui apabila informasi baru tersedia. Tidak adanya laporan mengenai kasus sekunder pada kontak juga menjadi informasi penting dalam menilai kemungkinan penyebaran lebih luas.

Namun, rendahnya risiko bukan berarti penyelidikan dihentikan. WHO tetap mengikuti perkembangan dan berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Rusia.
 

5. Penyakit pes dapat diobati


Penyakit pes terutama menyebar di antara hewan kecil dan kutu. Disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, penyakit ini juga dapat menginfeksi manusia. 

Wabah yang pernah terjadi termasuk "Kematian Hitam", yang menewaskan lebih dari 50 juta orang di Eropa pada tahun 1300-an. Penyakit ini ditularkan antara hewan dan manusia melalui gigitan kutu yang terinfeksi, menghirup partikel pernapasan yang terinfeksi, dan jarang terjadi menelan bahan yang menular, meski jarang terjadi.

Tingkat kematian penyakit ini adalah 30 hingga 100 persen jika tidak diobati. Jika diidentifikasi dengan cepat, wabah dapat diobati dengan antibiotik.


Itulah beberapa fakta yang perlu kamu ketahui mengenai pes atau pneumonic plague yang terjadi di Rusia. Saat ini, pentingnya untuk tetap tenang dan mengikuti selalu informasi yang disampaikan oleh WHO.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH