FITNESS & HEALTH

Bumil 101: Berapa Sih Kenaikan BB yang Ideal Kalo Udah Overweight?

Yatin Suleha
Rabu 25 Maret 2026 / 21:00
Ringkasnya gini..
  • Banyak ibu hamil mengalami kelebihan berat badan atau obesitas sebelum kehamilan.
  • Namun di sisi lain, kenaikan berat badan yang berlebihan, juga bisa meningkatkan risiko komplikasi.
  • Seseorang dikategorikan kelebihan berat badan, jika memiliki indeks massa tubuh (BMI) antara 25 hingga 29,9.
Jakarta: Memasuki masa kehamilan dengan kondisi berat badan berlebih adalah hal yang cukup umum terjadi. Banyak ibu hamil berada dalam kondisi overweight atau obesitas sebelum hamil.

Hal ini sering menimbulkan kebingungan tentang berapa banyak berat badan, yang sebaiknya bertambah selama kehamilan. Di satu sisi, tubuh tetap membutuhkan tambahan nutrisi, untuk mendukung pertumbuhan janin. 

Namun di sisi lain, kenaikan berat badan yang berlebihan, juga bisa meningkatkan risiko komplikasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami panduan kenaikan berat badan, yang sehat sesuai kondisi tubuh masing-masing. 
 
Banyak ibu hamil mengalami kelebihan berat badan atau obesitas sebelum kehamilan, sehingga penting untuk mengetahui target kenaikan berat badan yang tepat.

Diskusi dengan tenaga medis sangat dianjurkan, agar mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Dilansir dari BabyCenter, seseorang dikategorikan kelebihan berat badan, jika memiliki indeks massa tubuh (BMI) antara 25 hingga 29,9. Sementara itu, BMI 30 atau lebih termasuk dalam kategori obesitas.

Jumlah kenaikan berat badan selama kehamilan bergantung pada nilai BMI sebelum hamil, yaitu:
 

1. BMI 25-29,9 (kelebihan berat badan)



(Kenaikan berat badan (BB) yang wajar selama hamil umumnya berkisar antara 11,5 hingga 16 kg untuk ibu dengan berat badan normal sebelum hamil. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Disarankan untuk menambah berat badan sekitar 7-11,5 kg selama kehamilan. Rata-rata kenaikan berkisar 1-1,5 kg per bulan pada trimester kedua dan ketiga.
 

2. BMI ≥30 (obesitas)


Kenaikan berat badan yang dianjurkan lebih rendah, yaitu sekitar 5-9 kg selama kehamilan.

Meskipun menurunkan berat badan saat hamil tidak dianjurkan, dalam beberapa kasus ibu dengan berat badan berlebih atau obesitas bisa saja mengalami kenaikan berat badan, yang lebih sedikit dari rekomendasi. Hal ini harus dilakukan dengan pemantauan ketat dari tenaga medis.

Panduan kenaikan berat badan ini berasal dari Institute of Medicine (IOM), meskipun masih terdapat perdebatan, terutama untuk kategori obesitas. IOM memberikan satu rentang rekomendasi untuk semua tingkat obesitas, padahal kondisi tiap individu bisa berbeda.
 
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu dengan kelebihan berat badan atau obesitas, yang mengalami kenaikan berat badan lebih sedikit (sekitar 3-6 kg) tetap dapat memiliki hasil kehamilan yang baik, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik dibandingkan, yang mengikuti rekomendasi standar.

Oleh karena itu, penting untuk menentukan target kenaikan berat badan bersama tenaga medis. Jika kenaikan lebih rendah dari rekomendasi, kondisi ibu dan pertumbuhan bayi perlu dipantau secara rutin agar tetap dalam kondisi sehat.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH