FITNESS & HEALTH

Korban Penyekapan di Bandung Dapat Pendampingan Penuh, Rekonstruksi Wajah Jadi Fokus Pemulihan

A. Firdaus
Kamis 25 Juni 2026 / 07:02
Ringkasnya gini..
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan korban dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut akan mendapatkan perawatan hingga seluruh proses rekonstruksi wajahnya selesai dilakukan.
  • Korban tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan.
  • Pendampingan sosial diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Jakarta: Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat, terhadap YTR (29) diduga dilakukan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (30). 

Peristiwa tersebut disebut berlangsung dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun, sejak tahun 2023 hingga Juni 2026, di sebuah rumah kos yang berada di kawasan Cinunuk, Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa YTR (29), yang menjadi korban dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut, akan mendapatkan perawatan hingga seluruh proses rekonstruksi wajahnya selesai dilakukan.

"Dan kita akan merawat sampai rekonstruksi, karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi," kata Menkes Budi saat ditemui di Sepolwan Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026) dilansir dari Kompas.com.
Saat ini, korban tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan. "Dari sisi kesehatan yang bersangkutan sekarang sudah dirawat di rumah sakit Kementerian Kesehatan di Bandung, RS Hasan Sadikin (RSHS)," kata Menkes Budi.

Menurut Menkes Budi, penanganan terhadap korban dilakukan secara terpadu, dengan melibatkan sejumlah instansi pemerintah. Kemenkes berfokus pada aspek medis dan pemulihan kesehatan korban. 

Sementara itu, pemerintah daerah bertanggung jawab memberikan dukungan terkait kebutuhan ekonomi korban dan keluarganya.

Di sisi lain, pendampingan sosial diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). "Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPA dan kita bertiga sudah berkoordinasi," kata Menkes Budi.

Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas kasus yang menimpa YTR. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Indonesia, dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi proses pemulihan korban.

"Saya pribadi dan sebagai Menteri Kesehatan merasa sangat sedih ya, harusnya hal-hal ini tidak terjadilah di Indonesia," ujarnya.

Menkes Budi memastikan pemerintah akan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi YTR selama masa perawatan dan pemulihan, termasuk dalam proses rekonstruksi wajah yang akan dijalani korban hingga tuntas.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH