FITNESS & HEALTH
Mengenal Crush Syndrome: Alasan di Balik Infus Darurat Sebelum Evakuasi Korban Bekasi Timur
Yatin Suleha
Selasa 28 April 2026 / 17:50
- Dalam kecelakaan transportasi berat, kondisi "terhimpit" atau terjepit adalah situasi medis yang sangat kritis.
- Secara medis, ada beberapa alasan utama mengapa kondisi tersebut bisa menyebabkan kematian.
- Bahkan jika korban terlihat masih sadar saat ditemukan.
Jakarta: Dalam kecelakaan transportasi berat seperti kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, kondisi "terhimpit" atau terjepit material berat (seperti gerbong atau kursi) adalah situasi medis yang sangat kritis.
Secara medis, ada beberapa alasan utama mengapa kondisi tersebut bisa menyebabkan meninggal dunia, bahkan jika korban terlihat masih sadar saat ditemukan.
Dalam berbagai jurnal kesehatan, terdapat beberapa informasinya, antara lain:
Ini adalah penyebab paling umum. Saat tubuh, terutama area dada dan perut, terhimpit beban berat, paru-paru tidak memiliki ruang untuk mengembang.
Korban tidak bisa menghirup oksigen, yang menyebabkan gagal napas dalam waktu singkat.

(Saat evakuasi medis petugas sering kali memberikan cairan infus dan penanganan sebelum mengangkat beban dari tubuh korban untuk mencegah Crush Syndrome. Foto: Dok. Instagram Basarnas/@sar_nasional)
Ini sering disebut "cedera yang menipu." Saat otot terhimpit dalam waktu lama, sel-sel otot akan rusak dan mati (nekrosis). Kondisi ini berbahaya karena:
- Saat masih terhimpit: Racun dari sel otot yang rusak terperangkap di area yang terjepit.
- Saat beban diangkat: Racun-racun ini (seperti kalium dan mioglobin) tiba-tiba mengalir ke seluruh tubuh dan bisa menyebabkan gagal ginjal akut atau henti jantung mendadak.
Crush syndrome (sindrom remuk) sering disebut sebagai "cedera yang menipu" atau deceptively mild appearance karena korban terlihat baik-baik saja secara fisik setelah dibebaskan dari reruntuhan, padahal tubuhnya sedang mengalami kerusakan organ dalam yang fatal.
Himpitan berat bisa menghancurkan organ dalam (seperti hati, limpa, atau ginjal) dan memutus pembuluh darah besar.
Sering kali beban yang menghimpit justru "menahan" darah agar tidak keluar, namun begitu beban dilepas, terjadi pendarahan hebat di dalam tubuh yang menyebabkan syok hipovolemik (kehabisan darah).
Tekanan luar biasa dari material kereta api bisa menyebabkan hancurnya tulang rusuk, yang kemudian menusuk organ vital seperti jantung atau paru-paru.
Kecelakaan seperti di Bekasi Timur ini memang sangat memilukan karena sering kali korban terjepit dalam durasi yang lama sebelum tim evakuasi berhasil memotong material logam.
Rasa takut dan sakit yang dialami korban selama proses tersebutlah yang menciptakan trauma mendalam bagi keluarga maupun saksi mata.
Itulah mengapa dalam proses evakuasi medis, petugas sering kali memberikan cairan infus dan penanganan khusus sebelum mengangkat beban dari tubuh korban untuk mencegah Crush Syndrome.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Secara medis, ada beberapa alasan utama mengapa kondisi tersebut bisa menyebabkan meninggal dunia, bahkan jika korban terlihat masih sadar saat ditemukan.
Dalam berbagai jurnal kesehatan, terdapat beberapa informasinya, antara lain:
1. Asfiksia traumatik (gagal napas)
Ini adalah penyebab paling umum. Saat tubuh, terutama area dada dan perut, terhimpit beban berat, paru-paru tidak memiliki ruang untuk mengembang.
Korban tidak bisa menghirup oksigen, yang menyebabkan gagal napas dalam waktu singkat.
2. Crush syndrome (sindrom remuk)

(Saat evakuasi medis petugas sering kali memberikan cairan infus dan penanganan sebelum mengangkat beban dari tubuh korban untuk mencegah Crush Syndrome. Foto: Dok. Instagram Basarnas/@sar_nasional)
Ini sering disebut "cedera yang menipu." Saat otot terhimpit dalam waktu lama, sel-sel otot akan rusak dan mati (nekrosis). Kondisi ini berbahaya karena:
- Saat masih terhimpit: Racun dari sel otot yang rusak terperangkap di area yang terjepit.
- Saat beban diangkat: Racun-racun ini (seperti kalium dan mioglobin) tiba-tiba mengalir ke seluruh tubuh dan bisa menyebabkan gagal ginjal akut atau henti jantung mendadak.
Crush syndrome (sindrom remuk) sering disebut sebagai "cedera yang menipu" atau deceptively mild appearance karena korban terlihat baik-baik saja secara fisik setelah dibebaskan dari reruntuhan, padahal tubuhnya sedang mengalami kerusakan organ dalam yang fatal.
3. Pendarahan internal yang hebat
Himpitan berat bisa menghancurkan organ dalam (seperti hati, limpa, atau ginjal) dan memutus pembuluh darah besar.
Sering kali beban yang menghimpit justru "menahan" darah agar tidak keluar, namun begitu beban dilepas, terjadi pendarahan hebat di dalam tubuh yang menyebabkan syok hipovolemik (kehabisan darah).
4. Kerusakan organ vital
Tekanan luar biasa dari material kereta api bisa menyebabkan hancurnya tulang rusuk, yang kemudian menusuk organ vital seperti jantung atau paru-paru.
Ruang empati
Kecelakaan seperti di Bekasi Timur ini memang sangat memilukan karena sering kali korban terjepit dalam durasi yang lama sebelum tim evakuasi berhasil memotong material logam.
Rasa takut dan sakit yang dialami korban selama proses tersebutlah yang menciptakan trauma mendalam bagi keluarga maupun saksi mata.
Penting untuk diketahui!
Itulah mengapa dalam proses evakuasi medis, petugas sering kali memberikan cairan infus dan penanganan khusus sebelum mengangkat beban dari tubuh korban untuk mencegah Crush Syndrome.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)