FITNESS & HEALTH
Cara Obati Memar & Trauma di Rumah, Akibat Kecelakaan Kereta Bekasi
Yatin Suleha
Selasa 28 April 2026 / 16:43
- Memar setelah mengalami kejadian traumatis seperti kecelakaan kereta api di Bekasi Timur memang umum terjadi.
- Tapi tetap perlu diperhatikan karena bisa jadi tanda adanya cedera di bawah permukaan kulit.
- Jika memar muncul di area perut, dada, atau kepala setelah kecelakaan kereta, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dalam.
Jakarta: Memar setelah mengalami kejadian traumatis seperti kecelakaan kereta api di Bekasi Timur memang umum terjadi, tapi tetap perlu diperhatikan karena bisa jadi tanda adanya cedera di bawah permukaan kulit.
Saat terjadi benturan keras (seperti kecelakaan kereta atau jatuh), pembuluh darah kecil yang disebut kapiler di bawah kulit pecah. Darah dari kapiler ini merembes keluar dan terjebak di jaringan sekitarnya.
Warna memar biasanya berubah-ubah, dan ini sebenarnya tanda tubuh kamu lagi "beres-beres":
- Merah: Sesaat setelah benturan (darah segar masuk ke jaringan)
- Biru/ungu gelap: Setelah 1–2 hari (oksigen pada darah tersebut mulai habis)
- Hijau/kuning: Setelah beberapa hari (tubuh mulai memecah hemoglobin untuk dibersihkan)
Karena kulit kamu tidak robek, darah tersebut tidak bisa keluar ke permukaan. Darah yang "terjebak" inilah yang kita lihat sebagai noda berwarna gelap di balik kulit.
Berikut adalah panduan singkat cara menanganinya dan kapan kamu harus mulai waspada:

(Metode RICE. Foto: Dok. Cleveland Clinic)
Jika memar terasa nyeri tapi tidak ada luka terbuka yang parah, kamu bisa melakukan langkah awal ini:
Rest (istirahatkan): Jangan memaksakan bagian tubuh yang memar untuk bekerja berat.
Ice (kompres dingin): Tempelkan kompres es (dibalut kain) selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Ini sangat efektif dalam 48 jam pertama untuk mengurangi bengkak.
Compression (tekan lembut): Balut dengan perban elastis jika bengkaknya cukup terlihat, tapi jangan terlalu kencang.
Elevation (tinggikan): Jika memungkinkan, posisikan bagian yang memar lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah yang memicu bengkak.
Mengingat ini pasca kecelakaan transportasi umum yang melibatkan benturan keras, jangan abaikan memar jika:
- Nyeri hebat: Rasa sakit yang tidak hilang meski sudah minum pereda nyeri.
- Bengkak tidak wajar: Bagian yang memar terasa sangat keras atau membengkak dengan cepat.
- Gangguan gerak: Kamu kesulitan menggerakkan sendi di dekat area memar (takut ada retak tulang atau dislokasi).
- Muncul gejala lain: Seperti pusing, mual, atau sesak napas (khususnya jika benturan terjadi di area dada atau perut).
Karena kamu tadi membahas soal trauma, memar fisik sering kali menjadi pemicu flashback atau rasa cemas. Sambil mengobati lukanya, pastikan kamu juga:
- Beri waktu diri sendiri untuk istirahat total secara mental.
- Jangan memaksakan diri kembali ke rutinitas jika masih merasa terguncang.
Jika memar muncul di area perut, dada, atau kepala setelah kecelakaan kereta, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dalam (seperti USG atau Rontgen) di RS terdekat di Bekasi untuk memastikan tidak ada pendarahan internal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Saat terjadi benturan keras (seperti kecelakaan kereta atau jatuh), pembuluh darah kecil yang disebut kapiler di bawah kulit pecah. Darah dari kapiler ini merembes keluar dan terjebak di jaringan sekitarnya.
Warna memar biasanya berubah-ubah, dan ini sebenarnya tanda tubuh kamu lagi "beres-beres":
- Merah: Sesaat setelah benturan (darah segar masuk ke jaringan)
- Biru/ungu gelap: Setelah 1–2 hari (oksigen pada darah tersebut mulai habis)
- Hijau/kuning: Setelah beberapa hari (tubuh mulai memecah hemoglobin untuk dibersihkan)
Darah yang terperangkap
Karena kulit kamu tidak robek, darah tersebut tidak bisa keluar ke permukaan. Darah yang "terjebak" inilah yang kita lihat sebagai noda berwarna gelap di balik kulit.
Berikut adalah panduan singkat cara menanganinya dan kapan kamu harus mulai waspada:
1. Cara menangani memar (metode RICE)

(Metode RICE. Foto: Dok. Cleveland Clinic)
Jika memar terasa nyeri tapi tidak ada luka terbuka yang parah, kamu bisa melakukan langkah awal ini:
Rest (istirahatkan): Jangan memaksakan bagian tubuh yang memar untuk bekerja berat.
Ice (kompres dingin): Tempelkan kompres es (dibalut kain) selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Ini sangat efektif dalam 48 jam pertama untuk mengurangi bengkak.
Compression (tekan lembut): Balut dengan perban elastis jika bengkaknya cukup terlihat, tapi jangan terlalu kencang.
Elevation (tinggikan): Jika memungkinkan, posisikan bagian yang memar lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah yang memicu bengkak.
2. Kapan harus segera ke dokter atau perlu pemeriksaan lanjutan
Mengingat ini pasca kecelakaan transportasi umum yang melibatkan benturan keras, jangan abaikan memar jika:
- Nyeri hebat: Rasa sakit yang tidak hilang meski sudah minum pereda nyeri.
- Bengkak tidak wajar: Bagian yang memar terasa sangat keras atau membengkak dengan cepat.
- Gangguan gerak: Kamu kesulitan menggerakkan sendi di dekat area memar (takut ada retak tulang atau dislokasi).
- Muncul gejala lain: Seperti pusing, mual, atau sesak napas (khususnya jika benturan terjadi di area dada atau perut).
3. Jangan lupakan "luka dalam" (trauma psikis)
Karena kamu tadi membahas soal trauma, memar fisik sering kali menjadi pemicu flashback atau rasa cemas. Sambil mengobati lukanya, pastikan kamu juga:
- Beri waktu diri sendiri untuk istirahat total secara mental.
- Jangan memaksakan diri kembali ke rutinitas jika masih merasa terguncang.
Penting!
Jika memar muncul di area perut, dada, atau kepala setelah kecelakaan kereta, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan dalam (seperti USG atau Rontgen) di RS terdekat di Bekasi untuk memastikan tidak ada pendarahan internal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)