FITNESS & HEALTH
Mental Health Check: Menghadapi Trauma Berat di Bekasi Timur
Mia Vale
Selasa 28 April 2026 / 15:59
- Datangnya musibah tidak ada yang bisa memprediksi. Hal itu mungkin bisa menjadi ungkapan yang dilontarkan untuk kejadian malam itu (27/4).
- Bagaimana tidak, berkisar pukul 20.50 - 20.57 WIB, telah terjadi kecelakaan kereta api distasiun Bekasi Timur.
- Kecelakaan kereta ini melibatkan, Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), KRL Commuter Line, dan sebuah mobil (taksi listrik).
Jakarta: Datangnya musibah tidak ada yang bisa memprediksi. Hal itu mungkin bisa menjadi ungkapan yang dilontarkan untuk kejadian malam itu (27/4).
Bagaimana tidak, berkisar pukul 20.50 - 20.57 WIB, telah terjadi kecelakaan kereta api distasiun Bekasi Timur. Kecelakaan ini melibatkan, Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek 4 (rute Gambir - Surabaya Pasarturi), KRL Commuter Line (dari Jakarta arah Cikarang), dan sebuah mobil (taksi listrik).
Insiden ini terjadi akibat taksi yang menemper ke KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal. Lalu beberapa saat kemudian kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak KRL.
Alhasil, kerusakan parah terjadi di gerbong belakang KRL (gerbong khusus wanita) yang ringsek akibat benturan. Korban pun tak terelakkan.
Dan dari kejadian tersebut, selain jatuhnya korban, tentu menyisakan trauma psikis yang mendalam bagi orang-orang yang mengalaminya. Apa yang harus dilakukan para penyintas untuk melewatinya?
Mengalami kecelakaan besar bisa menjadi pengalaman yang sangat menegangkan dan meninggalkan bekas secara emosional maupun fisik. Wajar bila setelah kejadian seperti itu, seseorang merasa cemas, takut, atau bahkan mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Ya, dari insiden kereta api ini bisa menimbulkan tekanan dan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Dan reaksi ini adalah hal yang normal.
Trauma pasca-kecelakaan, atau dalam istilah medis disebut sebagai gangguan stres pascatrauma (PTSD), bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti mimpi buruk, teringat kembali kejadian, mudah terkejut, sulit tidur, atau menghindari situasi yang mengingatkan pada kecelakaan tersebut.
Setiap orang bisa merespons secara berbeda, dan proses pemulihan pun tidak selalu sama. Wajar jika kecelakaan seperti itu berdampak parah pada pikiran para penyintas.
"Untuk mengatasinya, secara umum mereka diberikan diberikan konseling dan berbicara bersama anggota keluarga mereka. Setiap tim terdiri dari seorang psikiater, seorang psikolog, seorang pekerja sosial, dan satu atau dua anggota keluarga pasien," jelas Dr. Jashobanta Mahapatra, profesor madya Departemen Psikologi Klinis seperti dinukil dari Medicircle.
Yang perlu kamu ketahui, gejala PTSD dapat terlihat segera setelah kecelakaan atau bahkan beberapa bulan kemudian. Gejala umum meliputi:
- Ingatan yang mengganggu, di mana penyintas mungkin mengalami kilas balik yang jelas, mimpi buruk, atau pikiran yang mengganggu terkait dengan kecelakaan tersebut.
- Perilaku menghindari, di mana pwenyintas mungkin melakukan berbagai upaya untuk menghindari apa pun yang mengingatkan mereka pada kejadian traumatis tersebut, termasuk stasiun kereta api, rel, atau bahkan membahas kecelakaan tersebut.
- Hiperarousal, artinya, PTSD dapat menyebabkan peningkatan kecemasan, mudah tersinggung, kesulitan berkonsentrasi, kewaspadaan berlebihan, dan respons yang berlebihan.

(PTSD setelah kecelakaan kereta api merupakan kondisi serius yang membutuhkan perhatian dan perawatan. Foto: Ilustrasi/Dok. PT. KAI)
- Suasana hati dan pikiran negatif, perasaan bersalah, malu, marah, atau pandangan negatif terhadap kehidupan mungkin muncul.
- Mati rasa emosional, kondisi beberapa penyintas yang mungkin merasa terlepas secara emosional dari orang lain, kehilangan minat pada aktivitas yang pernah mereka nikmati, atau kesulitan merasakan emosi positif
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami gejala PTSD setelah kecelakaan kereta api, sangat penting untuk mencari bantuan profesional.
Mereka, seperti terapis atau psikolog, terlatih dalam terapi yang berfokus pada trauma dan dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat selama proses pemulihan.
Adapun beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengatasi trauma ini, antara lain:
- Bercerita atau berbagi perasaan dengan orang yang dipercaya, seperti keluarga atau sahabat
- Menulis jurnal tentang pengalaman dan perasaan kamu, utamanya pasca-kejadian yang membuat trauma
- Melakukan aktivitas relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau olahraga ringan
- Menjaga rutinitas harian agar tetap aktif dan produktif
- Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat diresepkan oleh psikiater atau tenaga kesehatan yang berkompeten untuk mengelola gejala PTSD
Bila keluhan seperti ketakutan berlebihan, sulit tidur terus-menerus, mudah marah, merasa putus asa, atau bahkan muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan (psikiater) atau psikolog.
Pasalnya, PTSD setelah kecelakaan kereta api merupakan kondisi serius yang membutuhkan perhatian dan perawatan.
Sangat penting untuk mengakui dampak dari peristiwa traumatis tersebut dan mencari bantuan profesional untuk menavigasi jalan menuju pemulihan. Ingat, kamu tidak sendirian dan selalu ada bantuan yang tersedia bagi mereka yang membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Bagaimana tidak, berkisar pukul 20.50 - 20.57 WIB, telah terjadi kecelakaan kereta api distasiun Bekasi Timur. Kecelakaan ini melibatkan, Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek 4 (rute Gambir - Surabaya Pasarturi), KRL Commuter Line (dari Jakarta arah Cikarang), dan sebuah mobil (taksi listrik).
Insiden ini terjadi akibat taksi yang menemper ke KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal. Lalu beberapa saat kemudian kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak KRL.
Alhasil, kerusakan parah terjadi di gerbong belakang KRL (gerbong khusus wanita) yang ringsek akibat benturan. Korban pun tak terelakkan.
Baca Juga :
Daftar Kecelakaan yang Melibatkan Taksi Green SM
Dan dari kejadian tersebut, selain jatuhnya korban, tentu menyisakan trauma psikis yang mendalam bagi orang-orang yang mengalaminya. Apa yang harus dilakukan para penyintas untuk melewatinya?
Memengaruhi kesehatan mental
Mengalami kecelakaan besar bisa menjadi pengalaman yang sangat menegangkan dan meninggalkan bekas secara emosional maupun fisik. Wajar bila setelah kejadian seperti itu, seseorang merasa cemas, takut, atau bahkan mengalami kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Ya, dari insiden kereta api ini bisa menimbulkan tekanan dan dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Dan reaksi ini adalah hal yang normal.
Trauma pasca-kecelakaan, atau dalam istilah medis disebut sebagai gangguan stres pascatrauma (PTSD), bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti mimpi buruk, teringat kembali kejadian, mudah terkejut, sulit tidur, atau menghindari situasi yang mengingatkan pada kecelakaan tersebut.
Setiap orang bisa merespons secara berbeda, dan proses pemulihan pun tidak selalu sama. Wajar jika kecelakaan seperti itu berdampak parah pada pikiran para penyintas.
"Untuk mengatasinya, secara umum mereka diberikan diberikan konseling dan berbicara bersama anggota keluarga mereka. Setiap tim terdiri dari seorang psikiater, seorang psikolog, seorang pekerja sosial, dan satu atau dua anggota keluarga pasien," jelas Dr. Jashobanta Mahapatra, profesor madya Departemen Psikologi Klinis seperti dinukil dari Medicircle.
Mengenali gejala PTSD
Yang perlu kamu ketahui, gejala PTSD dapat terlihat segera setelah kecelakaan atau bahkan beberapa bulan kemudian. Gejala umum meliputi:
- Ingatan yang mengganggu, di mana penyintas mungkin mengalami kilas balik yang jelas, mimpi buruk, atau pikiran yang mengganggu terkait dengan kecelakaan tersebut.
- Perilaku menghindari, di mana pwenyintas mungkin melakukan berbagai upaya untuk menghindari apa pun yang mengingatkan mereka pada kejadian traumatis tersebut, termasuk stasiun kereta api, rel, atau bahkan membahas kecelakaan tersebut.
- Hiperarousal, artinya, PTSD dapat menyebabkan peningkatan kecemasan, mudah tersinggung, kesulitan berkonsentrasi, kewaspadaan berlebihan, dan respons yang berlebihan.

(PTSD setelah kecelakaan kereta api merupakan kondisi serius yang membutuhkan perhatian dan perawatan. Foto: Ilustrasi/Dok. PT. KAI)
- Suasana hati dan pikiran negatif, perasaan bersalah, malu, marah, atau pandangan negatif terhadap kehidupan mungkin muncul.
- Mati rasa emosional, kondisi beberapa penyintas yang mungkin merasa terlepas secara emosional dari orang lain, kehilangan minat pada aktivitas yang pernah mereka nikmati, atau kesulitan merasakan emosi positif
Cara memulihkan trauma psikis
Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami gejala PTSD setelah kecelakaan kereta api, sangat penting untuk mencari bantuan profesional.
Mereka, seperti terapis atau psikolog, terlatih dalam terapi yang berfokus pada trauma dan dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat selama proses pemulihan.
Adapun beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengatasi trauma ini, antara lain:
- Bercerita atau berbagi perasaan dengan orang yang dipercaya, seperti keluarga atau sahabat
- Menulis jurnal tentang pengalaman dan perasaan kamu, utamanya pasca-kejadian yang membuat trauma
- Melakukan aktivitas relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau olahraga ringan
- Menjaga rutinitas harian agar tetap aktif dan produktif
- Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat diresepkan oleh psikiater atau tenaga kesehatan yang berkompeten untuk mengelola gejala PTSD
Bila keluhan seperti ketakutan berlebihan, sulit tidur terus-menerus, mudah marah, merasa putus asa, atau bahkan muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan (psikiater) atau psikolog.
Pasalnya, PTSD setelah kecelakaan kereta api merupakan kondisi serius yang membutuhkan perhatian dan perawatan.
Sangat penting untuk mengakui dampak dari peristiwa traumatis tersebut dan mencari bantuan profesional untuk menavigasi jalan menuju pemulihan. Ingat, kamu tidak sendirian dan selalu ada bantuan yang tersedia bagi mereka yang membutuhkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)