FITNESS & HEALTH

Kecelakaan KA Bekasi Timur: Kapan Kamu Butuh Bantuan Psikolog?

Yatin Suleha
Selasa 28 April 2026 / 09:05
Ringkasnya gini..
  • Pagi yang seharusnya berjalan seperti biasa di Stasiun Bekasi Timur mendadak berubah mencekam.
  • Suara bising kereta yang biasanya jadi irama harian para komuter, seketika tertutup oleh jerit kepanikan.
  • Kecelakaan yang terjadi Senin (27/4) bukan sekadar angka dalam berita, tapi menyisakan trauma mendalam bagi mereka yang ada di lokasi.
Jakarta: Pagi yang seharusnya berjalan seperti biasa di Stasiun Bekasi Timur mendadak berubah mencekam. Suara bising kereta yang biasanya jadi irama harian para komuter, seketika tertutup oleh jerit kepanikan. 

Kecelakaan yang terjadi Senin (27/4) bukan sekadar angka dalam berita, tapi menyisakan trauma mendalam bagi mereka yang ada di lokasi. Menghadapi kejadian traumatis itu memang berat banget. 

Banyak orang yang merasa harus "kuat" dan menganggap semuanya bakal hilang seiring berjalannya waktu. Padahal, luka di pikiran itu sama halnya seperti luka di fisik; kalau enggak diobati dengan benar, bisa infeksi dan makin parah.
 
Dalam banyak jurnal disebutkan bahwa ada tanda kapan kamu butuh bantuan profesional yaitu psikolog.
 

1. Gangguan tidur


Kalau kamu terus-terusan mimpi buruk soal kejadian itu, susah tidur (insomnia), atau malah tidur terus buat "kabur" dari kenyataan sampai mengganggu aktivitas harian, itu tandanya otak kamu belum berhasil memproses trauma tersebut.
 

2. Terjebak dalam flashback



(Kejadian di Bekasi mungkin menyisakan ingatan yang terlalu menyakitkan untuk disimpan sendiri. Jangan biarkan trauma itu terus mengikatmu, kamu bisa datangi layanan psikologi di Puskesmas terdekat. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Rasanya seolah kejadian itu terulang lagi di depan mata secara tiba-tiba. Kamu merasa shock yang sama, detak jantung kencang, dan keringat dingin hanya karena mendengar suara atau melihat hal yang mirip dengan kejadian tersebut.
 

3. Muncul rasa cemas


Kalau kamu jadi sering merasa cemas tanpa alasan jelas, merasa dunia nggak aman, atau takut banget buat melakukan hal-hal yang dulu terasa biasa (misalnya takut naik kendaraan umum lagi), ini saatnya buat cerita ke ahlinya.
 

4. Menarik diri


Kamu merasa "kosong" atau mati rasa secara emosional. Kamu enggak lagi ngerasa senang sama hobi yang dulu kamu suka dan mulai menjauh dari teman atau keluarga karena merasa mereka nggak bakal paham apa yang kamu rasain.
 

5. Fungsi hidup terganggu


Kalau gara-gara kejadian itu kamu jadi enggak fokus kerja, tugas sekolah keteteran, atau bahkan lupa makan dan mandi, itu sinyal kuat kalau kamu butuh pendampingan buat "pulih" perlahan-lahan.
 


Tips 


Jangan tunggu sampai "parah banget" baru ke psikolog. Ibarat luka kecil, lebih baik dibalut sekarang daripada nunggu jadi borok. Ke psikolog bukan berarti kamu "lemah" atau "sakit jiwa", tapi itu bukti kalau kamu peduli dan sayang sama diri kamu sendiri.

Biasanya, kalau dalam 2 sampai 4 minggu setelah kejadian perasaan-perasaan di atas tak berkurang atau malah makin parah, segera buat janji temu ya dengan psikolog.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH