FITNESS & HEALTH

Sensitif soal Candaan, Bikin Baper atau Justru Semakin 'Melek'? Ini Pandangan Ahli

Aulia Putriningtias
Jumat 17 April 2026 / 20:28
Ringkasnya gini..
  • Semakin tinggi awareness atau kesadaran, semakin seseorang akan merasa lebih sensitif.
  • Pentingnya melihat dampak seseorang yang hanya diam ketika menjadi korban candaan seksis tersebut.
  • Sensitivitas berdasarkan kesadaran merupakan hal yang sangat diperlukan.
Jakarta: Kasus candaan seksis dari grup yang berisikan mahasiswa Universitas Indonesia Fakultas Hukum membuat banyak orang bertanya-tanya perihal sensitivitas. 

Tak sedikit orang-orang beranggapan bahwa kasus ini dilebih-lebihkan dan dianggap baper atau bawa perasaan. Namun, di sisi lain, banyak yang menganggap juga kasus ini memang sepantasnya diangkat dan disuarakan.

Geofakta Razali selaku ahli Komunikasi Psikologi melalui Instagramnya menjelaskan bahwa, semakin tinggi awareness atau kesadaran, semakin seseorang akan merasa lebih sensitif.

"Tapi sensitif itu bukan berarti sesuatu yang lebay. Kadang itu tanda lo mulai bisa bedain mana yang sehat, mana yang enggak," katanya, dikutip pada Jumat, 17 April 2026.
 
Ia lebih lanjut menjelaskan, sensitivitas berdasarkan kesadaran merupakan hal yang sangat diperlukan. Ketika seseorang mulai sensitif, maka standar diperkirakan sudah naik dalam taraf yang baik.

"Jadi, ini bukan soal kita sekarang terlalu sensitif, tapi mungkin standar kita juga udah mulai naik dan mau nggak mau terima jaga perilaku," jelasnya.

Contohnya adalah ketika dahulu kita berada di dalam lingkaran pertemanan yang menertawakan candaan seksis, seperti menertawakan tubuh seseorang. Kemudian, kita bertumbuh di lingkaran pertemanan lainnya dan menyadari bahwa yang dilakukan saat dahulu adalah hal salah.

Indah Sundari, S.Psi, M.Psi selaku psikolog menjelaskan juga dampak seseorang yang hanya diam ketika menjadi korban candaan seksis tersebut. 

"Tanpa banyak kita ketahui kalau sebenarnya diam itu malah jadinya enggak bikin sensitivitas kita ini selesai, malah diam itu justru menambah masalah juga," jelas psikolog Indah saat ditemui tim Medcom.id di hari yang sama.

Ketika kita memilih diam sebagai korban dari candaan seksis tersebut, dikhawatirkan dampak berkepanjangannya adalah mengalami depresi. Awalnya adalah merasakan stres, yang berujung terhadap depresi.

"Karena itu tadi, mungkin banyaknya judgement banyaknya beban, tapi enggak ada ruang aman dan nyaman bagi mereka yang bisa mengungkapkan," paparnya.

Jadi, yuk, Sobat Medcom untuk berhenti melakukan candaan seksis dan tidak menormalisasi hal tersebut di lingkaran pertemanan di mana saja!

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH