BEAUTY

Comedogenic vs Non-Comedogenic, Jangan Sampai Salah Pilih Skincare!

Yatin Suleha
Rabu 03 Juni 2026 / 12:51
Ringkasnya gini..
  • Saat memilih skincare, banyak orang tidak memperhatikan apakah kandungannya berpotensi menyumbat pori-pori atau tidak.
  • Produk yang bersifat comedogenic adalah produk, yang memiliki potensi untuk menyumbat pori-pori kulit.
  • Non-comedogenic merupakan istilah untuk produk, yang tidak menyumbat pori-pori dan tidak meningkatkan risiko munculnya komedo.
Jakarta: Saat memilih skincare, banyak orang langsung fokus pada manfaat produk, tanpa memerhatikan apakah kandungannya berpotensi menyumbat pori-pori atau tidak.

Efeknya gak main-main, terutama buat pemilik kulit berminyak, kombinasi, atau yang rentan berjerawat. Salah pilih produk bisa langsung memicu breakout, tumpukan komedo, hingga produksi minyak berlebih.

Di sinilah alasan kenapa label comedogenic dan non-comedogenic wajib banget dicek sebelum membeli skincare maupun makeup. Biar lebih paham, yuk simak perbedaan mendasar di antara keduanya berikut ini.
 


Comedogenic


Istilah comedogenic berasal dari kata "comedone," yang berarti komedo atau sumbatan di pori-pori kulit. Dilansir dari MedlinePlus, produk yang bersifat comedogenic adalah produk, yang memiliki potensi untuk menyumbat pori-pori kulit.

Penyumbatan tersebut bisa memicu munculnya komedo, baik whitehead (komedo tertutup) maupun blackhead (komedo terbuka).

Jika terus dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi jerawat yang lebih meradang dan sulit diatasi.

Beberapa kandungan yang umum ditemukan pada produk comedogenic, antara lain coconut oil, cocoa butter, beeswax, dan isopropyl myristate.

Meski begitu, bahan-bahan tersebut biasanya masih cocok digunakan, pada tipe kulit sangat kering atau area tubuh tertentu yang membutuhkan kelembapan ekstra.



(Istilah comedogenic dan non-comedogenic, sering jadi perhatian sebelum membeli skincare atau makeup, Foto: Dok. Ilustrasi Pexels.com)
 

Non-comedogenic


Di sisi lain, non-comedogenic merupakan istilah untuk produk, yang tidak menyumbat pori-pori dan tidak meningkatkan risiko munculnya komedo.

Produk jenis ini umumnya dibuat dengan formula yang lebih ringan, tidak terlalu berminyak, dan aman dipakai untuk berbagai jenis kulit, terutama kulit berminyak dan acne-prone.

Produk non-comedogenic menjadi favorit banyak orang, karena membantu menjaga pori-pori tetap bersih tanpa memperparah jerawat.

Produk non-comedogenic juga sering diberi label "bebas minyak" (oil-free), sehingga lebih nyaman dipakai sehari-hari.

Beberapa kandungan yang sering ditemukan pada produk non-comedogenic di antaranya aloe vera, witch hazel, dimethicone, dan bahan berbasis water-based.

Formula seperti ini biasanya cocok untuk kulit kombinasi, berminyak, hingga kulit yang mudah berjerawat.
   

Tips penting memilih produk


1. Cek klaim produk di kemasan dan pastikan terdapat label resmi non-comedogenic.

2. Untuk mengetahui potensi suatu kandungan menyumbat pori, bisa menggunakan skincare analyzer atau platform serupa, untuk melihat comedogenic rating suatu bahan yang biasanya memiliki skala 0 hingga 5.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH