Mendiktisaintek, Brian Yuliarto di Istana Negara
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto di Istana Negara

Pelecehan Seksual dan Candaan Seksis Jadi Budaya, Mendikti Minta Kampus Tak Toleran

Ilham Pratama Putra • 17 April 2026 16:33
Ringkasnya gini..
  • Mendiktisaintek meminta kampus tak memberi toleransi kekerasn seksual
  • Kekerasan seksual dan candaan seksis bukan budaya lingkungan pendidikan tinggi
  • Kemendiktisaintek meminta kampus transparan dalam menangani kasus kekerasan seksual
Jakarta: Rentetan kasus kekerasan seksual dan munculnya konten bernuansa seksis di sejumlah kampus memunculkan kekhawatiran baru terhadap budaya akademik di Indonesia. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman, justru disorot karena dinilai permisif terhadap pelecehan.
 
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengakui adanya fenomena tersebut. Ia menyebut pemerintah menaruh perhatian serius terhadap berbagai kasus yang mencuat.
 
“Pada beberapa waktu terakhir ini, kita telah mendengar beredarnya kasus terkait kekerasan seksual hingga adanya konten yang tidak pantas dan merendahkan perempuan di beberapa kampus di Indonesia,” ujar Brian dalam video yang diunggah di akun Instagram @kemendiktisaintek.ri dikutip Jumat, 17 April 2026.

Dia menyayangkan munculnya konten maupun ekspresi merendahkan perempuan di lingkungan akademik. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan adanya persoalan budaya yang tidak bisa dianggap sepele.
 
Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual Enggak Tahu, Ini 7 Dampak Kelakuan Mesum Mereka

 
“Kami sangat menyayangkan dan menaruh perhatian besar pada isu tersebut,” kata dia.
 
Brian menegaskan kampus tidak boleh menjadi ruang yang menormalisasi pelecehan, baik dalam bentuk tindakan maupun ekspresi budaya seperti lagu atau candaan. “Perguruan tinggi tidak boleh mentoleransi budaya atau ekspresi apa pun yang menormalisasi pelecehan maupun berbagai tindak kekerasan,” tegas dia.
 
Fenomena ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi. Kampus harus kembali menegaskan fungsinya sebagai ruang yang aman dan inklusif.
 
“Kampus harus menjadi ruang aman,” ujar Brian.
 
Brian juga menekankan pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak individu cerdas, tetapi juga berkarakter. Nilai penghormatan terhadap martabat manusia harus menjadi fondasi utama.
 
“Kita ingin melahirkan pemimpin masa depan yang cerdas, tapi yang paling utama adalah pemimpin tersebut memiliki karakter dan menghormati martabat manusia,” ucap dia.
 
Brian mendorong seluruh sivitas akademika berani bersuara bila menemukan atau mengalami kekerasan. Ia menegaskan keberanian melapor menjadi kunci memutus rantai kekerasan.
 
Baca juga: BEM FH UI Desak Rektor Tuntaskan Kasus Kekerasan Seksual dalam 30 Hari

“Jika kalian melihat, mendengar, atau bahkan mengalami sendiri tindakan kekerasan atau pelecehan di kampus, jangan takut untuk bersuara,” kata dia.
 
Brian menjamin pemerintah memberikan perlindungan bagi korban yang melapor. Pendampingan akan diberikan agar korban tidak merasa sendirian dalam menghadapi proses hukum.
 
“Fokus utama kami adalah menjamin perlindungan penuh dan pendampingan bagi para korban agar mereka mendapatkan keadilan tanpa rasa takut,” ujar dia.
 
Selain itu, Brian menegaskan pentingnya penindakan tegas terhadap pelaku. Dia menilai tanpa sanksi jelas, upaya perbaikan budaya kampus akan sulit terwujud.
 
“Kami ingin memastikan para pelaku tindak kekerasan tersebut mendapatkan sanksi yang setimpal,” tegas dia.
 
Kemendiktisaintek telah menyediakan berbagai kanal pengaduan terintegrasi untuk memperkuat sistem pelaporan. Layanan ini dapat diakses oleh mahasiswa maupun masyarakat luas.
 
“Jangan ragu untuk melapor melalui Satgas PPKPT di setiap kampus atau melalui pusat panggilan yang tersedia,” kata Brian.
 
Dia memastikan identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya. Pemerintah juga berkomitmen mendampingi korban hingga proses pemulihan dan hukum selesai.
 
“Kami akan menjaga kerahasiaan identitas Anda dan terus berdiri mendampingi korban hingga pemulihan serta proses hukum selesai,” ujar Brian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan