Di tengah sorotan publik, aktivis perempuan Iim Fahima mengingatkan bahwa obrolan seksual, bahkan di ruang tertutup, dapat menimbulkan dampak serius bagi korban. Hal itu dijelaskannya melalui akun Instagramnya @iim_fahima.
Iim menegaskan bahwa tindakan yang sering dianggap “sekadar bercanda” justru bisa menjadi pintu awal kekerasan yang lebih besar. Ia pun mengungkap ada sejumlah dampak yang bisa terjadi pada para korban kekerasan seksual:
7 Dampak Kekerasan Seksual di Ruang Digital
Dampak Psikologis
Dampak psikologis sering diabaikan. Iim menilai banyak orang menganggap enteng karena tidak ada kekerasan fisik.Padahal, korban bisa mengalami rasa jijik terhadap tubuh sendir. Bahkan tak jarang korban menjadi kehilangan kontrol atas identitasnya.
“Ketika mengetahui dirinya jadi objek obrolan seksual, korban bisa merasa jijik pada tubuhnya sendiri dan kehilangan kontrol atas identitasnya,” tulis Iim.
Memicu Gangguan Mental
Kekerasan skesual dapat memicu gangguan jangka panjang. Menurut Iim, Dampak lanjutan bisa berupa anxiety kronis, trust issue, hingga gangguan seperti PTSD dalam kasus berat.“Mengobati situasi ini nggak murah dan butuh waktu bertahun-tahun,” ujarnya.
| Baca juga: Guru Besar Unpad Dinonaktifkan Sementara, Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual |
Menurunkan Kepercayaan Diri
Kepercayaan diri korban juga cenderung menjadi sensitif terhadap pandangan orang lain. Hal ini berujung pada menurunnya kualitas hidup secara keseluruhan.Trauma Jangka Panjang
Trauma bisa terbawa hingga karier dan relasi. Iim menjelaskan trauma yang tidak ditangani dapat memengaruhi masa depan korban, termasuk dalam dunia kerja.“Korban bisa menghindari posisi leadership karena merasa visibility adalah risiko,” ungkapnya.
Dalam hubungan personal, korban bisa menjadi tertutup. Atau justru terus mencari validasi dari orang lain sebagai bentuk respons trauma.
Mengganggu Kemampuan Mengambil Keputusan
Trauma juga dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan. Korban cenderung memilih langkah yang aman dan meragukan potensi diri sendiri.“Ini bisa menggerus kapasitas seseorang untuk bermain di level karier yang lebih tinggi,” jelas Iim.
| Baca juga: Enggak Semua Luka Berdarah: Ini Dampak Psikologis Pelecehan yang Sering Dianggap 'Biasa Saja' |
Dampak Sosial
Kerusakan tidak hanya datang dari pelaku utama. Tetapi juga lingkungan yang membiarkan.“Kok si A diem aja pas aku dilecehkan? Kok B malah ketawa?” tulisnya.
Hal ini membuat korban kesulitan berinteraksi sosial. Termasuk dalam pertemanan hingga aktivitas akademik.
Konsekuensi hukum
Iim juga mengingatkan bahwa obrolan yang merendahkan perempuan bukan sekadar candaan. Tetapi bisa berkembang menjadi tindakan nyata dan berujung hukum.“Ketika tersebar, kamu harus siap berurusan dengan konsekuensi hukum,” tegasnya.
Iim menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari cara pandang. Ia mengingatkan bahwa banyak kasus besar berawal dari hal-hal yang dulu dianggap “cuma bercanda”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News