FAMILY

Waspada Red Flags! Tanda Anak Udah 'Tersesat' di Dunia Game

Yatin Suleha
Rabu 03 Juni 2026 / 12:06
Ringkasnya gini..
  • Serunya dunia game online emang susah ditolak anak dan remaja.
  • Tapi ingat, risiko kayak perundungan digital hingga ajakan seksual dari orang asing itu nyata, bahkan saat pengawasan orang tua udah diperketat.
  • Di sinilah kepekaan orang tua diuji. Perubahan perilaku atau emosi anak sehari-hari bisa jadi tanda kalau ada yang nggak beres.
Jakarta: Serunya dunia game online emang susah ditolak anak dan remaja. Tapi ingat, risiko kayak perundungan digital hingga ajakan seksual dari orang asing itu nyata, bahkan saat pengawasan orang tua udah diperketat.

Di sinilah kepekaan orang tua diuji. Perubahan perilaku atau emosi anak sehari-hari bisa jadi tanda kalau ada yang nggak beres di balik layar gadget mereka.

Menurut Catherine Atkinson-Greenhaw, LPC, konselor keluarga yang dilansir dari Parents, ada beberapa tanda spesifik yang bakal muncul ketika anak remaja mulai terjebak dalam situasi bahaya seperti ajakan seksual secara online.
   

Tanda anak mengalami ajakan seksual online



(Terlalu sering bermain game online dapat memicu dampak negatif seperti kecanduan yang mengganggu kesehatan fisik hingga penurunan fokus pada pelajaran. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

1. Perubahan perilaku yang tiba-tiba, seperti mood swing ekstrem, kecemasan berlebihan, lebih tertutup, atau mulai sering menyimpan rahasia.

2. Menunjukkan perilaku seksual yang lebih terbuka dibanding biasanya.

3. Mulai melanggar aturan rumah, misalnya tidak mematuhi jam malam atau diam-diam pergi keluar.

4. Merasa takut atau tidak nyaman ketika berada di sekitar orang dewasa tertentu.

5. Berteman dekat dengan anak-anak yang usianya jauh lebih tua.

6. Tiba-tiba memiliki uang atau barang mahal tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, ada juga tanda-tanda umum bahwa anak mungkin mengalami perundungan, melalui platform game atau media terkait game online.
 

Ciri anak mengalami bullying di platform game


1. Terlihat cemas atau gelisah setelah berhenti menggunakan perangkat.
2. Mengalami perubahan emosi drastis seperti mudah marah, sedih, atau murung.
3. Tidak mau membicarakan aktivitas online maupun orang-orang, yang sedang diajak berkomunikasi.

Jika mulai muncul tanda-tanda tersebut, Catherine Atkinson-Greenhaw, menyarankan agar orang tua tidak langsung panik atau menyalahkan anak.

“Yakinkan anak bahwa ini bukan salahnya dan bahwa kamu senang mengetahui hal ini/bangga padanya, karena berani mengungkapkannya. Untuk perlindungan anak, penting untuk mendokumentasikan semuanya dan meminta tangkapan layar atau bukti lain, bahwa perundungan atau ajakan seksual telah terjadi,” kata Atkinson-Greenhaw. 
 
Selain memberikan dukungan emosional, pengaturan privasi di perangkat dan akun game juga perlu dicek kembali agar lebih aman. Kontak dengan pelaku perundungan atau pelecehan sebaiknya segera dibatasi. 

Jika situasinya sudah serius, orang tua juga disarankan melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian, agar anak mendapatkan perlindungan lebih lanjut.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH