FITNESS & HEALTH

Jangan Di-skip! Ini Daftar Kanker Paling Langka di Dunia

Mia Vale
Rabu 03 Juni 2026 / 16:23
Ringkasnya gini..
  • Kita mungkin sudah akrab dengan jenis kanker populer seperti kanker payudara, paru-paru, atau serviks yang memiliki banyak riwayat kasus.
  • Menariknya, dunia medis juga mencatat adanya jenis kanker langka yang jumlah pengidapnya sangat minim.
  • Ini dia beberapa kanker yang tergolong langka.
Jakarta: Kita mungkin sudah akrab dengan jenis kanker populer seperti kanker payudara, paru-paru, atau serviks yang memiliki banyak riwayat kasus. Menariknya, dunia medis juga mencatat adanya jenis kanker langka yang jumlah pengidapnya sangat minim.

Berdasarkan informasi dari Institut Kanker Nasional via Medical News Today, sebuah kasus kanker disebut langka jika rasionya kurang dari 15 orang per 100.000 populasi tiap tahun. 

Dengan variasi yang beragam, jenis-jenis kanker ini menyimpan karakteristik unik sekaligus tantangan tersendiri dalam proses penyembuhannya.
 
Kanker yang paling langka merujuk pada kanker yang paling jarang terjadi. Penting bagi dokter dan pasien untuk memahami kondisi yang tidak umum ini. 

Dengan memelajari kanker yang paling langka, kita dapat mepelajari lebih lanjut tentang cara mendiagnosis, mengobati, dan mengelolanya.

Kanker langka dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. Kanker ini dikelompokkan berdasarkan tempat asalnya atau ciri genetiknya. Ini dia beberapa kanker yang tergolong langka.
 

1. Leukemia limfoblastik akut pada anak (ALL)



(Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) pada anak adalah jenis kanker darah dan sumsum tulang yang paling umum terjadi pada usia kanak-kanak. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Kanker ini menyerang sumsum tulang dan darah. Memang termasuk jarang, tapi bila dibandingkan dengan seluruh jenis kanker pada umumnya, ALL merupakan jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Gejala dari kanker ini berupa demam, kelelahan, dan mudah memar. 

Sementara perawatan untuk kanker ini mungkin melibatkan kombinasi kemoterapi dengan dua atau lebih obat kemoterapi terapi yang ditargetkan transplantasi sel induk, transplantasi sumsum tulang yang menggantikan sel tidak sehat dengan yang sehat
 

2. Hepatoblastoma


Merupakan kanker hati yang biasanya terjadi pada 3 tahun pertama kehidupan anak. Gejala yang timbul bervariasi di antara anak-anak, seperti rasa sakit atau bengkak di perut, kehilangan selera makan, dan penurunan berat badan. 

Dan menurut Organisasi Kanker Anak Amerika, ada 50-70 kasus baru di AS setiap tahun. Perawatan kanker jenis ini adalah operasi kemoterapi, transplantasi hati, terapi radiasi.
 

3. Karsinoma sel merkel


Bentuk kanker kulit yang langka dan agresif. Penyakit ini juga dikenal sebagai karsinoma neuroendokrin pada kulit atau kanker trabekular. Karsinoma sel Merkel memiliki gejala berupa benjolan yang berkembang pada kulit yang banyak terkena paparan sinar matahari. 

Umumnya benjolan ini tidak menimbulkan rasa sakit, cepat tumbuh, keras saat disentuh, berbentuk bulat, dan berwarna kemerahan atau lebih gelap dari kulit lainnya. 

Yang harus diketahui, kanker kulit ini bisa diobati dengan operasi pengangkatan, kemoterapi, terapi radiasi, ataupun imunoterapi.
 

4. Kanker esofagus


Kanker ini menyerang kerongkongan dan memengaruhi esofagus. Esofagus sendiri berfungsi mengangkut makanan dan minuman dari tenggorokan ke perut. Beberapa negara yang banyak terjangkit jenis kanker ini adalah India, Afrika bagian selatan, China bagian utara, dan Iran. 

Umumnya, kanker ini mempunyai gejala, meliputi, kesulitan menelan, nyeri atau rasa tidak nyaman saat menelan, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, serta batuk kronis atau gangguan pencernaan yang berlangsung lama. 

Penderita kanker kerongkongan mungkin akan menjalani pengobatan, seperti kemoterapi, terapi radiasi, operasi, maupun imunoterapi.
 
Sama seperti kanker umum yang dapat terjadi di banyak bagian tubuh, kanker langka juga dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Kanker langka juga dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. 

Gejala kanker langka dapat sangat bervariasi, tergantung pada organ dan jaringan mana yang terkena.

Pengobatan sering kali meliputi pembedahan, kemoterapi, dan radiasi, tetapi terkadang dapat melibatkan terapi tambahan atau manajemen gejala. 

Prognosis bagi penderita kanker langka juga berbeda, tetapi deteksi dini dapat membuat perbedaan yang cukup besar dalam tingkat kelangsungan hidup beberapa jenis kanker.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH