FITNESS & HEALTH

Layanan Spesialis Onkologi Radiasi di Tzu Chi Hospital, Terapi Kanker Presisi

A. Firdaus
Selasa 30 Juni 2026 / 17:20
Ringkasnya gini..
  • Radioterapi kini tidak hanya mengutamakan efektivitas pengobatan, tetapi juga akurasi penyinaran agar jaringan sehat di sekitar tumor tetap terlindungi.
  • Konsultasi dengan dokter spesialis onkologi radiasi tidak harus menunggu kanker memasuki stadium lanjut.
  • Secara umum, terdapat dua jenis radioterapi yang sering digunakan dalam pengobatan kanker.
Jakarta: Radioterapi menjadi salah satu metode utama dalam penanganan kanker. Terapi ini memanfaatkan radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker sekaligus menghambat pertumbuhannya.

Seiring berkembangnya teknologi medis, radioterapi kini tidak hanya mengutamakan efektivitas pengobatan, tetapi juga akurasi penyinaran agar jaringan sehat di sekitar tumor tetap terlindungi.

Di balik proses tersebut, terdapat peran penting dokter spesialis onkologi radiasi yang bertugas merancang hingga memantau terapi sesuai kondisi masing-masing pasien.
 

Apa itu dokter spesialis onkologi radiasi?


Dokter spesialis onkologi radiasi adalah tenaga medis yang memiliki keahlian dalam mengobati kanker menggunakan terapi radiasi. Mereka bekerja sama dengan dokter bedah, onkolog medis, radiolog, dan berbagai tenaga kesehatan lainnya untuk menyusun rencana pengobatan yang paling sesuai bagi pasien.

Sebelum radioterapi dilakukan, dokter akan mengevaluasi jenis kanker, stadium penyakit, lokasi tumor, hingga kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Berdasarkan hasil tersebut, dokter menentukan teknik penyinaran, dosis radiasi, serta jadwal terapi yang paling optimal.

Selain bertujuan membasmi sel kanker, radioterapi juga dapat diberikan untuk membantu mengurangi keluhan, seperti nyeri, perdarahan, atau gejala lain akibat tumor.
 

Kapan perlu berkonsultasi?


Konsultasi dengan dokter spesialis onkologi radiasi tidak harus menunggu kanker memasuki stadium lanjut. Pasien dapat berkonsultasi sejak muncul kecurigaan terhadap kanker atau setelah diagnosis ditegakkan.

Beberapa kondisi yang umumnya memerlukan konsultasi antara lain:

- Terdapat keluhan atau hasil pemeriksaan yang mengarah pada kanker.
- Membutuhkan radioterapi sebagai terapi utama atau terapi pendamping setelah operasi maupun kemoterapi.
- Mengalami gejala akibat tumor, seperti nyeri atau perdarahan, yang memerlukan terapi paliatif.
- Ingin mengetahui pilihan terapi yang paling sesuai berdasarkan kondisi penyakit.

Untuk mendapatkan penanganan yang optimal, pastikan kamu memilih rumah sakit radioterapi dengan spesialis onkologi radiasi terbaik yang memiliki fasilitas lengkap dan tim medis berpengalaman.

Salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut adalah Tzu Chi Hospital di PIK yang memiliki Integrated Cancer Center dengan dukungan teknologi modern hingga dokter spesialis onkologi radiasi.

Fasilitas yang tersedia mencakup radioterapi dengan LINAC Versa HD™ yang memungkinkan terapi radiasi lebih tepat sasaran dengan berbagai teknik dalam satu perangkat (one-stop radiotherapy), yaitu:
●    Teknik dua dimensi (2D)
●    Teknik tiga dimensi (3D)
●    Teknik empat dimensi (4D)
●    Intensity modulated radiation therapy (IMRT)
●    Volumetric modulated arc therapy (VMAT)
●    Active breathing control/coordinator (ABC)
●    Stereotactic ablative radiation therapy (SABR) atau stereotactic body radiation therapy (SBRT)
●    Stereotactic radiation therapy (SRT)
●    Stereotactic radiosurgery (SRS) atau pembedahan tanpa sayatan, yang sebanding radiasi dengan sistem seperti teknologi CyberKnife ataupun Gamma Knife.




 

Peran dokter selama radioterapi


Peran dokter spesialis onkologi radiasi tidak berhenti pada pemberian terapi. Mereka juga memastikan seluruh proses berjalan aman dan efektif.

Beberapa tanggung jawabnya meliputi:
 

1. Menyusun rencana terapi


Dokter menentukan area penyinaran, dosis radiasi, hingga teknik yang digunakan berdasarkan kondisi pasien. Prinsip yang diterapkan adalah penyinaran dengan target yang tepat, dosis yang sesuai, dan waktu pemberian yang optimal.
 

2. Menentukan dosis dan teknik radiasi


Setiap pasien membutuhkan dosis yang berbeda. Dokter memanfaatkan simulasi dan sistem perencanaan terapi untuk memastikan radiasi mengenai target secara presisi.
 

3. Memantau perkembangan pasien


Selama menjalani radioterapi, kondisi pasien akan dievaluasi secara berkala untuk melihat respons terhadap pengobatan. Jika diperlukan, rencana terapi dapat disesuaikan.
 

4. Mengatasi efek samping


Radioterapi dapat menimbulkan efek samping, seperti kelelahan atau perubahan pada kulit di area penyinaran. Dokter akan memberikan penanganan agar pasien tetap nyaman selama menjalani terapi.
 

Jenis radioterapi yang umum digunakan


Secara umum, terdapat dua jenis radioterapi yang sering digunakan dalam pengobatan kanker.

External Beam Radiation Therapy (EBRT) merupakan metode penyinaran dari luar tubuh menggunakan mesin khusus yang mengarahkan radiasi ke area kanker. Teknik ini menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan.

Sementara itu, Brachytherapy dilakukan dengan menempatkan sumber radiasi di dalam atau sangat dekat dengan lokasi tumor sehingga penyinaran dapat lebih terfokus pada area yang membutuhkan terapi.
 

Pentingnya fasilitas radioterapi yang memadai


Keberhasilan radioterapi juga dipengaruhi oleh dukungan teknologi dan fasilitas rumah sakit. Peralatan modern membantu dokter menentukan target penyinaran dengan lebih akurat sehingga efektivitas terapi meningkat dan risiko terhadap jaringan sehat dapat ditekan.

Beberapa teknologi yang umum digunakan dalam layanan radioterapi modern meliputi CT Simulator untuk perencanaan terapi, Linear Accelerator (LINAC) untuk penyinaran presisi tinggi, MRI, CT Scan, PET-CT Scan, serta SPECT yang membantu proses diagnosis maupun evaluasi penyebaran kanker.

Salah satu rumah sakit yang menyediakan layanan tersebut adalah Tzu Chi Hospital melalui Integrated Cancer Center. Fasilitas ini didukung oleh dokter spesialis onkologi radiasi serta berbagai teknologi diagnostik dan radioterapi modern, termasuk LINAC Versa HD™, MRI 3 Tesla, dan PET/CT Scan, guna mendukung penanganan kanker yang lebih terintegrasi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH