FITNESS & HEALTH
Plot Twist! Ternyata 9 dari 10 Orang Indonesia Nggak Cuma Mengejar Badan Sehat
A. Firdaus
Sabtu 15 Agustus 2026 / 14:10
- 85 persen responden Indonesia mengatakan kesehatan holistik kini terasa lebih penting dibandingkan tiga tahun lalu.
- Dari berbagai aspek kesehatan, ada tiga hal yang paling ingin ditingkatkan masyarakat Indonesia.
- Sebanyak 77 persen responden menilai kesehatan fisiknya baik atau sangat baik.
Jakarta: Sehat ternyata sekarang bukan cuma perkara rajin olahraga atau bebas dari penyakit. Masyarakat Indonesia mulai melihat kesehatan secara lebih luas, termasuk kondisi mental, emosional, kualitas tidur, hingga pola makan.
Hal tersebut terungkap dalam Herbalife APAC Wellness Culture Survey 2026. Survei terhadap lebih dari 10 ribu responden di 11 negara dan wilayah Asia Pasifik, termasuk 1.002 responden Indonesia, menunjukkan 91 persen masyarakat Indonesia menganggap kesehatan holistik sangat atau amat penting.
Menariknya, 85 persen responden Indonesia mengatakan kesehatan holistik kini terasa lebih penting dibandingkan tiga tahun lalu.
Artinya, konsep wellness perlahan bergeser. Sehat bukan lagi sekadar punya badan yang aktif, tetapi juga bagaimana seseorang tidur cukup, makan dengan baik, menjaga kesehatan mental, dan memiliki keseimbangan emosional.
Dari berbagai aspek kesehatan, ada tiga hal yang paling ingin ditingkatkan masyarakat Indonesia.
Pertama, kualitas nutrisi dan pola makan sebesar 50 persen. Kemudian kualitas tidur 49 persen, disusul kesehatan mental 46 persen.
Temuan ini menunjukkan masyarakat mulai memahami bahwa tubuh tidak bisa diperlakukan seperti mesin yang hanya perlu diajak olahraga. Istirahat dan asupan nutrisi juga punya peran penting dalam menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan.
Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan terjadi perubahan dalam cara masyarakat Indonesia memandang kesehatan.
“Kini, semakin banyak orang menyadari bahwa hidup sehat tidak hanya berarti aktif secara fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental, emosional, dan pola nutrisi secara seimbang,” ujarnya.
Survei tersebut juga melihat bagaimana masyarakat menilai kondisi kesehatan mereka saat ini.
Sebanyak 77 persen responden menilai kesehatan fisiknya baik atau sangat baik. Sementara itu, 74 persen menilai kesehatan mentalnya berada dalam kondisi baik dan 66 persen merasa kesejahteraan emosionalnya baik.
Optimisme tersebut juga terlihat ketika responden membandingkan kondisi mereka dengan tiga tahun lalu.
Sebanyak 63 persen mengaku kesehatan fisiknya membaik. Sementara 66 persen mengatakan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka mengalami peningkatan.
Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Pasifik dengan tingkat optimisme tinggi terhadap kondisi kesehatan pribadi.
Lalu, apa yang membuat masyarakat semakin peduli dengan kesehatan?
Salah satu faktor terbesar adalah kekhawatiran terhadap proses penuaan, yang disebut oleh 60 persen responden. Berikutnya adalah perubahan besar dalam kehidupan sebesar 41 persen serta keinginan memiliki lebih banyak energi dan meningkatkan performa di tempat kerja sebesar 40 persen.
Dengan kata lain, menjaga kesehatan mulai dianggap sebagai investasi jangka panjang.
Bukan cuma agar tidak gampang sakit, tetapi juga supaya tetap punya energi untuk bekerja, menjalani aktivitas, dan menikmati kehidupan.
Meski kesadaran meningkat, menjalani gaya hidup sehat secara konsisten ternyata masih punya tantangan tersendiri.
Keterbatasan waktu menjadi hambatan terbesar bagi 48 persen responden, sedangkan tuntutan pekerjaan disebut oleh 36 persen responden.
Kabar baiknya, masyarakat tidak harus menjalani perjalanan wellness sendirian.
Dukungan keluarga, teman, dan media sosial menjadi beberapa faktor yang paling berpengaruh dalam menjaga motivasi untuk menjalani pola hidup sehat.
Menurut Oktrianto, lingkungan yang suportif dibutuhkan agar kebiasaan sehat bisa bertahan dalam jangka panjang.
“Membangun kesehatan holistik merupakan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. Nutrisi yang tepat, gaya hidup aktif, serta dukungan dari komunitas menjadi kombinasi penting untuk membantu masyarakat mempertahankan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan,” katanya.
Jadi, kalau selama ini definisi sehat cuma “yang penting nggak sakit”, sepertinya sudah waktunya naik level. Tidur cukup, makan bergizi, menjaga mental, mengelola emosi, dan tetap aktif ternyata sama pentingnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Hal tersebut terungkap dalam Herbalife APAC Wellness Culture Survey 2026. Survei terhadap lebih dari 10 ribu responden di 11 negara dan wilayah Asia Pasifik, termasuk 1.002 responden Indonesia, menunjukkan 91 persen masyarakat Indonesia menganggap kesehatan holistik sangat atau amat penting.
Menariknya, 85 persen responden Indonesia mengatakan kesehatan holistik kini terasa lebih penting dibandingkan tiga tahun lalu.
Artinya, konsep wellness perlahan bergeser. Sehat bukan lagi sekadar punya badan yang aktif, tetapi juga bagaimana seseorang tidur cukup, makan dengan baik, menjaga kesehatan mental, dan memiliki keseimbangan emosional.
Nutrisi, Tidur, dan Mental Jadi Prioritas
Dari berbagai aspek kesehatan, ada tiga hal yang paling ingin ditingkatkan masyarakat Indonesia.
Pertama, kualitas nutrisi dan pola makan sebesar 50 persen. Kemudian kualitas tidur 49 persen, disusul kesehatan mental 46 persen.
Temuan ini menunjukkan masyarakat mulai memahami bahwa tubuh tidak bisa diperlakukan seperti mesin yang hanya perlu diajak olahraga. Istirahat dan asupan nutrisi juga punya peran penting dalam menjaga kondisi tubuh secara keseluruhan.
Director & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan terjadi perubahan dalam cara masyarakat Indonesia memandang kesehatan.
“Kini, semakin banyak orang menyadari bahwa hidup sehat tidak hanya berarti aktif secara fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental, emosional, dan pola nutrisi secara seimbang,” ujarnya.
Merasa Sehat, Tapi Masih Punya PR
Survei tersebut juga melihat bagaimana masyarakat menilai kondisi kesehatan mereka saat ini.
Sebanyak 77 persen responden menilai kesehatan fisiknya baik atau sangat baik. Sementara itu, 74 persen menilai kesehatan mentalnya berada dalam kondisi baik dan 66 persen merasa kesejahteraan emosionalnya baik.
Optimisme tersebut juga terlihat ketika responden membandingkan kondisi mereka dengan tiga tahun lalu.
Sebanyak 63 persen mengaku kesehatan fisiknya membaik. Sementara 66 persen mengatakan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka mengalami peningkatan.
Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Pasifik dengan tingkat optimisme tinggi terhadap kondisi kesehatan pribadi.
Ternyata Bukan Cuma Takut Sakit
Lalu, apa yang membuat masyarakat semakin peduli dengan kesehatan?
Salah satu faktor terbesar adalah kekhawatiran terhadap proses penuaan, yang disebut oleh 60 persen responden. Berikutnya adalah perubahan besar dalam kehidupan sebesar 41 persen serta keinginan memiliki lebih banyak energi dan meningkatkan performa di tempat kerja sebesar 40 persen.
Dengan kata lain, menjaga kesehatan mulai dianggap sebagai investasi jangka panjang.
Bukan cuma agar tidak gampang sakit, tetapi juga supaya tetap punya energi untuk bekerja, menjalani aktivitas, dan menikmati kehidupan.
Sibuk Jadi Musuh Utama Gaya Hidup Sehat
Meski kesadaran meningkat, menjalani gaya hidup sehat secara konsisten ternyata masih punya tantangan tersendiri.
Keterbatasan waktu menjadi hambatan terbesar bagi 48 persen responden, sedangkan tuntutan pekerjaan disebut oleh 36 persen responden.
Kabar baiknya, masyarakat tidak harus menjalani perjalanan wellness sendirian.
Dukungan keluarga, teman, dan media sosial menjadi beberapa faktor yang paling berpengaruh dalam menjaga motivasi untuk menjalani pola hidup sehat.
Menurut Oktrianto, lingkungan yang suportif dibutuhkan agar kebiasaan sehat bisa bertahan dalam jangka panjang.
“Membangun kesehatan holistik merupakan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. Nutrisi yang tepat, gaya hidup aktif, serta dukungan dari komunitas menjadi kombinasi penting untuk membantu masyarakat mempertahankan kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan,” katanya.
Jadi, kalau selama ini definisi sehat cuma “yang penting nggak sakit”, sepertinya sudah waktunya naik level. Tidur cukup, makan bergizi, menjaga mental, mengelola emosi, dan tetap aktif ternyata sama pentingnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)