FITNESS & HEALTH

Pilates Bukan Sekadar Stretching, Ini yang Perlu Kamu Tahu

A. Firdaus
Kamis 01 Oktober 2026 / 08:13
Ringkasnya gini..
  • Pilates bukan sekadar stretching.
  • Dalam setiap gerakan, tubuh diajak menghubungkan pernapasan, posisi tubuh, dan tenaga secara bersamaan.
  • Bagi pemula, alat Reformer mungkin terlihat cukup rumit.
Jakarta: Pilates semakin populer sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Olahraga ini kerap terlihat dalam unggahan media sosial, mulai dari gerakan di atas matras hingga latihan menggunakan alat Reformer. Namun, di balik popularitasnya, masih banyak yang menganggap Pilates sekadar olahraga peregangan dengan intensitas ringan.

Padahal, Pilates merupakan metode latihan yang menggabungkan kekuatan, konsentrasi, pernapasan, dan kontrol gerakan. Setiap gerakannya dirancang dengan tujuan tertentu, bukan sekadar mengandalkan kecepatan atau jumlah repetisi.

Head Coach VAURA Pilates Menteng, Camila Arreaga, menggambarkan Pilates sebagai "strength training with a brain". Menurut dia, Pilates bukan hanya tentang melatih otot inti (core) atau melakukan peregangan, melainkan juga mengajarkan tubuh bergerak secara terkontrol.



"Pilates bukan hanya soal stretching atau melatih core. Ini adalah metode latihan yang mengajarkan tubuh untuk bergerak dengan kontrol dan tujuan, bukan sekadar mengandalkan momentum," jelas Camila.

Dalam setiap gerakan, tubuh diajak menghubungkan pernapasan, posisi tubuh, dan tenaga secara bersamaan. Dengan begitu, latihan tidak hanya berfokus pada otot tertentu, tetapi juga melatih koordinasi tubuh secara keseluruhan.

Pilates dikembangkan oleh Joseph Pilates lebih dari satu abad lalu melalui metode yang dikenal sebagai Contrology. Metode ini mengutamakan kontrol, presisi, pernapasan, serta hubungan antara pikiran dan tubuh. Prinsip tersebut masih menjadi fondasi dalam berbagai latihan Pilates modern, termasuk yang menggunakan alat Reformer.
 

Mengenal fungsi Reformer dalam Pilates


Bagi pemula, alat Reformer mungkin terlihat cukup rumit. Alat ini dilengkapi carriage atau bidang bergerak, pegas, serta tali (straps) yang digunakan dalam berbagai variasi gerakan.

Namun, fungsi utamanya adalah membantu tubuh bergerak lebih terarah. Pegas pada Reformer dapat memberikan bantuan maupun resistensi, bergantung pada jenis gerakan, posisi tubuh, dan arah gerakan yang dilakukan.

Camila menjelaskan, pegas dapat membantu menopang tubuh dalam latihan tertentu sehingga seseorang bisa lebih fokus pada kualitas gerakan. Sebaliknya, pegas juga dapat memberikan tantangan ketika digunakan sebagai resistensi yang harus dikendalikan.
 
VAURA PIlates
Bagi pemula, alat Reformer mungkin terlihat cukup rumit. Dok. Ist


Gerakan pada Reformer pun tidak selalu mudah meskipun terlihat lambat. Tubuh harus mampu mengontrol carriage ketika bergerak maju maupun kembali ke posisi awal. Hal inilah yang membuat latihan Reformer membutuhkan konsentrasi dan koordinasi.

"Orang melihat gerakannya yang perlahan dan terkontrol lalu mengira mudah. Padahal justru karena gerakannya lambat dan penuh kontrol, latihannya terasa menantang. Kita tidak bisa bersembunyi di balik momentum," ujar Camila.

Selain Reformer, terdapat Mat Pilates yang dilakukan menggunakan matras dengan memanfaatkan berat tubuh dan gravitasi sebagai sumber resistensi. Keduanya memiliki pendekatan latihan yang berbeda, tetapi tetap berpegang pada prinsip dasar Pilates.

Camila mengibaratkan Mat Pilates sebagai tempat seseorang mempelajari dasar-dasar gerakan Pilates. Sementara itu, Reformer menyediakan lebih banyak alat untuk mengeksplorasi berbagai variasi gerakan.

"Mat adalah tempat kita belajar bahasa Pilates, sedangkan Reformer memberikan lebih banyak tools untuk menggunakan bahasa tersebut dengan lebih leluasa," tuturnya.
 

Apa bedanya Pilates dan yoga?


Pilates juga kerap disamakan dengan yoga karena keduanya melibatkan pernapasan dan kesadaran terhadap tubuh. Meski memiliki sejumlah kesamaan, keduanya berasal dari tradisi dan memiliki pendekatan latihan yang berbeda.

Pilates dikembangkan sebagai metode physical conditioning yang menitikberatkan pada kekuatan, kontrol, koordinasi, dan kualitas gerakan. Sementara itu, yoga memiliki akar tradisi yang lebih luas dengan praktik yang mencakup aspek fisik, pernapasan, dan meditasi.

Dalam Pilates, perhatian terhadap detail gerakan menjadi bagian penting dari latihan. Seseorang tidak hanya dituntut mengikuti instruksi, tetapi juga memahami posisi tubuh dan mengendalikan tenaga yang digunakan.

Karena itu, Pilates tidak semata-mata dapat dipandang sebagai olahraga peregangan. Latihan ini menggabungkan kekuatan dan konsentrasi dalam setiap gerakan, baik saat menggunakan matras maupun Reformer.

Bagi pemula yang tertarik mencoba Pilates, memahami prinsip dasar dan mengikuti latihan sesuai kemampuan fisik menjadi langkah awal yang penting. Dengan begitu, latihan tidak hanya menjadi bagian dari tren gaya hidup sehat, tetapi juga kesempatan untuk lebih mengenali dan mengendalikan gerakan tubuh.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH