FITNESS & HEALTH
Ladies, Waspada! Kanker Endometrium Sekarang Bisa Muncul di Usia Dini
Aulia Putriningtias
Rabu 01 Juli 2026 / 14:00
- Kanker endometrium merupakan salah satu penyakit yang bisa dialami oleh para wanita.
- Endometrium sendiri adalah jaringan yang setiap bulan menebal sebagai persiapan kehamilan.
- Fakta mengejutkannya, kanker ini bisa muncul di usia dini.
Jakarta: Kanker endometrium merupakan salah satu penyakit yang bisa dialami oleh para wanita. Fakta mengejutkannya, kanker ini bisa muncul di usia dini.
Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi Ginekologi RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Renny Anggia Julianti, Sp.OG, Subsp.Onk, pasien usia dini kanker endometrium satu persatu ditemukan.
"Jadi mungkin yang lebih muda gitu. Saya (pasien) yang paling muda pernah, ada di umur 25 tahun ya," ujar dr. Renny dalam temu media di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Kanker endometrium adalah kanker yang tumbuh pada lapisan paling dalam rahim atau endometrium. Bagian ini berbeda dengan leher rahim (serviks) yang menjadi lokasi kanker serviks.
Endometrium sendiri adalah jaringan yang setiap bulan menebal sebagai persiapan kehamilan. Kemudian, meluruh saat menstruasi apabila tidak terjadi pembuahan.
Namun, pada kondisi tertentu, sel-sel normal di lapisan tersebut dapat berubah menjadi ganas dan tumbuh tidak terkendali hingga menjadi kanker.
Mengapa usia dini ditemukan mengalami kanker endometrium?
Perlu kamu ketahui bahwa pergeseran usia ini menjadi saat krusial dan waspada. Ada faktor-faktor yang tidak dapat dijelaskan, termasuk pola menstruasi.
Menurut dr. Renny, menstruasi tidak terlihat normal juga patut dicurigai. Contohnya adalah menstruasi menjadi lebih banyak, lebih lama, atau tidak memiliki pola yang jelas.
Pada awalnya kondisi tersebut memang sering disebabkan ketidakseimbangan hormon. Namun, jika sudah diobati dan tak kunjung membaik, sudah saatnya memeriksa lebih dalam.
Dr. Renny menjelaskan, pemeriksaan umumnya diawali dengan ultrasonografi (USG) transvaginal. Hal ini karena dapat memperlihatkan kondisi lapisan rahim lebih jelas dibandingkan USG dari permukaan perut.
Bila ditemukan penebalan atau kecurigaan adanya massa pada endometrium, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan pengambilan jaringan melalui biopsi.
Jaringan tersebut kemudian diperiksa di laboratorium patologi anatomi. Hal ini berguna untuk memastikan ada atau tidaknya sel kanker.
Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga memengaruhi kehadiran si kanker endometrium. Jadi, sebaiknya menekan hadirnya faktor eksternal yang dapat dicegah terlebih dahulu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi Ginekologi RS Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Renny Anggia Julianti, Sp.OG, Subsp.Onk, pasien usia dini kanker endometrium satu persatu ditemukan.
"Jadi mungkin yang lebih muda gitu. Saya (pasien) yang paling muda pernah, ada di umur 25 tahun ya," ujar dr. Renny dalam temu media di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Kanker endometrium adalah kanker yang tumbuh pada lapisan paling dalam rahim atau endometrium. Bagian ini berbeda dengan leher rahim (serviks) yang menjadi lokasi kanker serviks.
Endometrium sendiri adalah jaringan yang setiap bulan menebal sebagai persiapan kehamilan. Kemudian, meluruh saat menstruasi apabila tidak terjadi pembuahan.
Namun, pada kondisi tertentu, sel-sel normal di lapisan tersebut dapat berubah menjadi ganas dan tumbuh tidak terkendali hingga menjadi kanker.
Mengapa usia dini ditemukan mengalami kanker endometrium?
Perlu kamu ketahui bahwa pergeseran usia ini menjadi saat krusial dan waspada. Ada faktor-faktor yang tidak dapat dijelaskan, termasuk pola menstruasi.
Menurut dr. Renny, menstruasi tidak terlihat normal juga patut dicurigai. Contohnya adalah menstruasi menjadi lebih banyak, lebih lama, atau tidak memiliki pola yang jelas.
Pada awalnya kondisi tersebut memang sering disebabkan ketidakseimbangan hormon. Namun, jika sudah diobati dan tak kunjung membaik, sudah saatnya memeriksa lebih dalam.
Dr. Renny menjelaskan, pemeriksaan umumnya diawali dengan ultrasonografi (USG) transvaginal. Hal ini karena dapat memperlihatkan kondisi lapisan rahim lebih jelas dibandingkan USG dari permukaan perut.
Bila ditemukan penebalan atau kecurigaan adanya massa pada endometrium, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan pengambilan jaringan melalui biopsi.
Jaringan tersebut kemudian diperiksa di laboratorium patologi anatomi. Hal ini berguna untuk memastikan ada atau tidaknya sel kanker.
Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga memengaruhi kehadiran si kanker endometrium. Jadi, sebaiknya menekan hadirnya faktor eksternal yang dapat dicegah terlebih dahulu.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)