FITNESS & HEALTH

Lagi Masuk Fase Luteal? Kenali Sinyal Tubuh Sebelum Menstruasi Datang

Yatin Suleha
Selasa 30 Juni 2026 / 16:42
Ringkasnya gini..
  • Menjelang menstruasi, tubuh biasanya mulai menunjukkan berbagai perubahan, yang sering kali membuat aktivitas sehari-hari terasa berbeda.
  • Fase luteal adalah salah satu tahapan dalam siklus menstruasi, yang berlangsung setelah ovulasi dan sebelum menstruasi berikutnya.
  • Umumnya, fase luteal berlangsung sekitar 12–16 hari setelah ovulasi, yaitu ketika sel telur telah dilepaskan dari ovarium.
Jakarta: Menjelang menstruasi, tubuh biasanya mulai menunjukkan berbagai perubahan, yang sering kali membuat aktivitas sehari-hari terasa berbeda. 

Mulai dari suasana hati yang mudah berubah, perut terasa lebih penuh, hingga keinginan menyantap makanan tertentu, semuanya bisa muncul secara bersamaan. Kondisi ini merupakan bagian alami dari siklus menstruasi, tepatnya saat memasuki fase luteal. 


 


Memahami fase ini dapat membantu mengenali perubahan tubuh dengan lebih baik, sekaligus mengetahui bahwa berbagai keluhan tersebut, merupakan respons normal terhadap perubahan hormon.

Fase luteal adalah salah satu tahapan dalam siklus menstruasi, yang berlangsung setelah ovulasi dan sebelum menstruasi berikutnya. Dalam satu siklus, tubuh melewati fase folikular, ovulasi, fase luteal, lalu menstruasi. 

Umumnya, fase luteal berlangsung sekitar 12–16 hari setelah ovulasi, yaitu ketika sel telur telah dilepaskan dari ovarium. Pada masa ini, tubuh mulai bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya kehamilan.

Setelah ovulasi, korpus luteum atau jaringan yang terbentuk setelah sel telur dilepaskan dari ovarium, akan menghasilkan hormon progesteron. Hormon ini berfungsi menebalkan lapisan dinding rahim, agar siap menerima sel telur yang telah dibuahi.

Namun, jika pembuahan tidak terjadi, korpus luteum akan menyusut, sehingga produksi hormon progesteron ikut menurun. Akibatnya, lapisan dinding rahim akan meluruh dan memicu dimulainya menstruasi.

 

Tanda-tanda sedang memasuki fase luteal




(Perut terasa kembung akibat perubahan hormon dan retensi cairan, Foto: Dok. Pexels.com)

Perubahan kadar hormon selama fase luteal sering memunculkan gejala, yang mirip dengan sindrom pramenstruasi atau PMS. Berikut beberapa tanda yang umum dirasakan:

• Suhu tubuh sedikit meningkat, karena kadar hormon progesteron yang naik setelah ovulasi.

• Mood menjadi lebih mudah berubah, seperti lebih sensitif, mudah marah, atau merasa cemas.

• Payudara terasa lebih kencang, penuh, atau sensitif saat disentuh.

• Perut terasa kembung akibat perubahan hormon dan retensi cairan.

• Muncul kram ringan di bagian bawah perut, sebagai respons alami tubuh.

• Jerawat mulai muncul, terutama di area wajah, karena perubahan hormon.

• Nafsu makan meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

• Timbul keinginan mengonsumsi makanan tertentu atau mengidam menjelang menstruasi.


 

Semua perubahan tersebut merupakan bagian normal dari fase luteal. Meski gejalanya bisa berbeda pada setiap orang, mengenali pola siklus menstruasi dapat membantu memahami kondisi tubuh, dan mempersiapkan diri menghadapi datangnya menstruasi setiap bulan.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH