FITNESS & HEALTH

Jangan Anggap Remeh Indra Penciuman, Ternyata Bisa Kasih "Kode" Soal Kesehatan

A. Firdaus
Sabtu 27 Juni 2026 / 11:15
Ringkasnya gini..
  • Kemampuan mencium bau juga berkaitan erat dengan cara otak menyimpan kenangan.
  • Banyak orang mulai menyadari pentingnya indra penciuman.
  • Indra lain seperti penglihatan, pendengaran, dan sentuhan mengalami perubahan jalur koneksi seiring perkembangan otak manusia.
Jakarta: Indra penciuman sering kali dianggap sebagai salah satu kemampuan tubuh, yang paling jarang diperhatikan. Padahal, kemampuan mengenali berbagai aroma memiliki peran yang jauh lebih besar, daripada sekadar menikmati wangi makanan atau parfum favorit. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perubahan pada indra penciuman, dapat menjadi petunjuk awal mengenai kondisi kesehatan tertentu. 

Tak hanya itu, kemampuan mencium bau juga berkaitan erat dengan cara otak menyimpan kenangan, hingga dipengaruhi oleh faktor genetik, yang membuat setiap orang bisa merasakan aroma yang berbeda. Oleh karena itu, penurunan fungsi penciuman tidak sebaiknya dianggap sebagai hal yang biasa.
 

Penurunan indra penciuman bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan


Banyak orang mulai menyadari pentingnya indra penciuman, ketika pandemi COVID melanda. Salah satu gejala yang paling dikenal dari penyakit tersebut, yaitu hilangnya kemampuan mencium bau. 

Dilansir dari Psychology Today menurut Jen Kim, kondisi serupa ternyata juga ditemukan pada sejumlah gangguan kesehatan lain, seperti depresi, skizofrenia, dan penyakit Parkinson.

Sejumlah penelitian juga mengaitkan, penurunan kemampuan mencium aroma dengan proses penuaan, maupun kondisi kesehatan tertentu. 

Salah satu studi yang melibatkan orang lanjut usia berusia 71 hingga 82 tahun, menemukan bahwa kelompok dengan indra penciuman, yang lebih lemah memiliki risiko kematian 46 persen lebih tinggi, dalam kurun waktu satu dekade, dibandingkan mereka yang masih memiliki kemampuan mencium bau secara normal.
 

Aroma punya hubungan kuat dengan ingatan


Di antara lima indra yang dimiliki manusia, penciuman sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, sebuah studi pada 2021 dari Northwestern University, menunjukkan bahwa kemampuan mencium aroma memiliki hubungan paling kuat dengan memori.

Kondisi ini terjadi karena jalur penciuman tetap memiliki koneksi langsung menuju hippocampus, yaitu bagian otak yang berperan dalam menyimpan ingatan. 

Sementara itu, indra lain seperti penglihatan, pendengaran, dan sentuhan mengalami perubahan jalur koneksi seiring perkembangan otak manusia. Inilah yang membuat aroma tertentu mampu memunculkan kenangan lama, hanya dalam hitungan detik.
 

Aroma yang sama bisa tercium berbeda


Cara seseorang mencium suatu aroma ternyata tidak selalu sama. Salah satu contohnya adalah androstenon, senyawa kimia yang terdapat dalam testosteron, dan menjadi salah satu komponen utama bau badan pria.

Penelitian yang dilakukan Universitas Rockefeller pada 2007, menemukan bahwa sebagian orang dapat mengenali aroma tersebut, sementara sebagian lainnya tidak. 

Bahkan, bagi mereka yang dapat menciumnya, persepsi aromanya pun berbeda-beda. Ada yang menganggap baunya menyerupai vanila, sementara yang lain justru mencium aroma seperti urin.

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, khususnya jenis reseptor penciuman yang dimiliki setiap orang. Susunan asam amino pada reseptor bau, membuat cara otak menangkap aroma menjadi berbeda antara satu individu dengan individu lainnya.
 

Indra Penciuman juga bisa dilatih


Kabar baiknya, kemampuan mencium aroma dapat terus dilatih, terutama ketika mulai mengalami penurunan fungsi. Salah satu metode yang didukung penelitian, yaitu melatih hidung dengan mengenali berbagai jenis aroma secara rutin.

Teknik ini bahkan sudah lama digunakan oleh para sommelier, sebagai bagian dari persiapan menghadapi ujian profesional. Mereka berlatih menggunakan puluhan botol kecil yang berisi berbagai aroma khas, mulai dari rumput, lemon, hingga asap. 

Latihan tersebut membantu otak mengenali dan membedakan berbagai jenis bau, sehingga kemampuan penciuman tetap terasah.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH