FITNESS & HEALTH

Benjolan di Lipat Paha Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

A. Firdaus
Sabtu 11 Juli 2026 / 19:19
Ringkasnya gini..
  • Kondisi tersebut bisa menjadi tanda hernia.
  • Hernia pada anak sering kali terlihat sebagai benjolan yang hilang-timbul.
  • Hernia inguinalis umumnya tidak dapat sembuh sendiri.
Jakarta: Orang tua mungkin pernah melihat benjolan di lipat paha, kantong kemaluan, atau pusar anak yang muncul saat si kecil menangis, batuk, mengejan, atau aktif bergerak. Karena benjolan tersebut bisa menghilang saat anak tenang atau berbaring, tidak sedikit yang menganggapnya sebagai kondisi normal.

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda hernia, yaitu ketika jaringan atau organ di dalam rongga perut menonjol keluar melalui bagian otot yang lemah. Hernia dapat terjadi sejak bayi baru lahir hingga anak berusia lebih besar.

Dokter Spesialis Bedah Anak, dr. Kozzy, Sp.BA, menjelaskan bahwa jenis hernia yang paling sering ditemukan pada anak adalah hernia inguinalis, yakni hernia yang muncul di area lipat paha.
"Hernia pada anak sering kali terlihat sebagai benjolan yang hilang-timbul. Walaupun anak tampak aktif, orang tua sebaiknya memeriksakan kondisi tersebut agar penyebabnya dapat dipastikan," ujar dr. Kozzy.
 

Kenali gejalanya


Pada anak laki-laki, benjolan akibat hernia inguinalis dapat turun hingga kantong kemaluan. Sementara pada anak perempuan, benjolan biasanya muncul di area labia. Selain itu, anak juga dapat mengalami hernia umbilikalis, yaitu benjolan yang muncul di sekitar pusar.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), hernia inguinalis terjadi pada sekitar 8 hingga 50 dari setiap 1.000 bayi cukup bulan yang lahir hidup. Risiko kondisi ini diketahui lebih tinggi pada bayi prematur.
 

Orang tua perlu mewaspadai beberapa tanda berikut:


- Benjolan di lipat paha, kantong kemaluan, labia, atau pusar yang muncul saat anak menangis atau mengejan.
- Benjolan mengecil atau menghilang saat anak berbaring.
- Anak tampak rewel atau mengeluhkan nyeri di sekitar benjolan.
- Benjolan berubah menjadi keras, membesar, kemerahan, atau tidak bisa dimasukkan kembali.
- Muncul gejala lain seperti muntah, perut kembung, demam, lemas, atau anak tidak mau makan.
 

Bisa berbahaya jika terlambat ditangani


Hernia inguinalis umumnya tidak dapat sembuh sendiri. Jika dibiarkan, jaringan atau usus yang keluar melalui celah hernia dapat terjepit sehingga mengganggu aliran darah.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri hebat, muntah, perut kembung, hingga kerusakan jaringan yang memerlukan tindakan darurat.

"Bila benjolan terasa keras, nyeri, tidak bisa masuk kembali, atau disertai muntah, anak sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan," kata dr. Kozzy.
 

Kapan perlu operasi?


Penanganan hernia akan ditentukan dokter berdasarkan usia anak, ukuran benjolan, gejala, serta ada tidaknya komplikasi.

Berbeda dengan hernia umbilikalis yang pada beberapa kasus dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak, hernia inguinalis umumnya memerlukan operasi untuk menutup celah pada dinding perut.

Salah satu prosedur yang dapat dilakukan adalah herniotomy, yaitu tindakan mengembalikan jaringan ke posisi semula sebelum menutup celah hernia agar tidak muncul kembali. Pada kondisi tertentu, operasi juga dapat dilakukan menggunakan teknik laparoskopi dengan sayatan yang lebih kecil.

Menurut dr. Kozzy, setiap anak memerlukan penilaian secara individual untuk menentukan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisinya. Karena itu, orang tua disarankan tidak menunda pemeriksaan jika menemukan benjolan yang muncul berulang pada area lipat paha atau pusar anak.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH