FITNESS & HEALTH
Demam Anak Naik? Tenang Dulu, Kenali Batas Aman dan Tanda Bahaya
Yatin Suleha
Senin 29 Juni 2026 / 19:05
- Anak demam tuh emang ujian mental banget buat kita, ya Moms?
- Baru liat suhu di termometer naik dikit, pikiran udah langsung ke mana-mana.
- Di sinilah pentingnya memahami kapan demam masih tergolong wajar dan bisa dipantau di rumah, serta kapan kondisi tersebut perlu ditangani serius.
Jakarta: Anak demam tuh emang ujian mental banget buat kita, ya Moms? Baru liat suhu di termometer naik dikit, pikiran udah langsung ke mana-mana.
Padahal sebenarnya, demam itu cara alami tubuh si kecil buat melawan infeksi, tandanya sistem imun mereka lagi kerja keras.
Masalahnya, bayi atau balita belum bisa ngomong apa yang mereka rasain, entah itu pusing atau meriang. Makanya, demam sering jadi satu-satunya “bahasa” mereka buat ngasih tau kalau lagi ada yang nggak beres.
Di sinilah pentingnya memahami kapan demam masih tergolong wajar dan bisa dipantau di rumah, serta kapan kondisi tersebut perlu ditangani serius oleh tenaga medis.
“Setiap bayi berusia di bawah dua bulan harus diperiksa oleh dokter. Demam pada kelompok usia ini bisa menjadi tanda infeksi serius, dan mereka harus segera dibawa ke ruang gawat darurat,” kata Emily Wisniewski, seorang dokter anak bersertifikat dari Mercy Medical Center di Baltimore dalam Parents.
“Kunjungan tersebut mungkin termasuk pemeriksaan darah, urine, cairan tulang belakang, tes virus, rontgen, dan rawat inap. Penting untuk tidak memberikan obat apa pun kepada bayi-bayi ini,” tambahnya.
.jpg)
(Bayi di bawah usia 2 bulan yang mengalami demam (suhu ≥ 38°C) harus segera dibawa ke dokter. Hindari memberikan obat penurun panas tanpa resep dokter. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Penanganan demam sangat bergantung pada usia anak. Untuk bayi di bawah dua bulan, pengobatan harus sepenuhnya ditentukan oleh tenaga medis. Sementara itu, pendekatan pada bayi yang lebih besar dan anak-anak dapat berbeda.
Untuk bayi berusia dua hingga enam bulan, dr. Wisniewski menjelaskan bahwa kondisi ini tidak selalu memerlukan kunjungan medis segera selama bayi masih berperilaku normal dan minum dengan baik.
“Selama anak berperilaku normal dan minum dengan baik, kamu dapat memberikan Tylenol (acetaminophen) untuk membuat anak lebih nyaman.”
Namun, apabila demam tidak membaik dalam dua hingga tiga hari, disarankan untuk menghubungi dokter anak.
Pada bayi berusia di atas enam bulan, pilihan obat menjadi lebih beragam. dr. Wisniewski menyatakan, “Pada usia ini, kamu memiliki pilihan antara acetaminophen atau ibuprofen, tetapi aturan yang sama berlaku. Jika anak tidak membaik dalam beberapa hari atau tampak tidak sehat, hubungi dokter anak.”
Selain pemberian obat, memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup serta asupan cairan yang memadai sangat membantu proses pemulihan. Konsultasikan kepada dokter untuk penanganan yang lebih tepat.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Padahal sebenarnya, demam itu cara alami tubuh si kecil buat melawan infeksi, tandanya sistem imun mereka lagi kerja keras.
Masalahnya, bayi atau balita belum bisa ngomong apa yang mereka rasain, entah itu pusing atau meriang. Makanya, demam sering jadi satu-satunya “bahasa” mereka buat ngasih tau kalau lagi ada yang nggak beres.
Di sinilah pentingnya memahami kapan demam masih tergolong wajar dan bisa dipantau di rumah, serta kapan kondisi tersebut perlu ditangani serius oleh tenaga medis.
“Setiap bayi berusia di bawah dua bulan harus diperiksa oleh dokter. Demam pada kelompok usia ini bisa menjadi tanda infeksi serius, dan mereka harus segera dibawa ke ruang gawat darurat,” kata Emily Wisniewski, seorang dokter anak bersertifikat dari Mercy Medical Center di Baltimore dalam Parents.
“Kunjungan tersebut mungkin termasuk pemeriksaan darah, urine, cairan tulang belakang, tes virus, rontgen, dan rawat inap. Penting untuk tidak memberikan obat apa pun kepada bayi-bayi ini,” tambahnya.
Apa pengobatan terbaik untuk demam pada bayi dan anak-anak?
.jpg)
(Bayi di bawah usia 2 bulan yang mengalami demam (suhu ≥ 38°C) harus segera dibawa ke dokter. Hindari memberikan obat penurun panas tanpa resep dokter. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Penanganan demam sangat bergantung pada usia anak. Untuk bayi di bawah dua bulan, pengobatan harus sepenuhnya ditentukan oleh tenaga medis. Sementara itu, pendekatan pada bayi yang lebih besar dan anak-anak dapat berbeda.
Untuk bayi berusia dua hingga enam bulan, dr. Wisniewski menjelaskan bahwa kondisi ini tidak selalu memerlukan kunjungan medis segera selama bayi masih berperilaku normal dan minum dengan baik.
“Selama anak berperilaku normal dan minum dengan baik, kamu dapat memberikan Tylenol (acetaminophen) untuk membuat anak lebih nyaman.”
Namun, apabila demam tidak membaik dalam dua hingga tiga hari, disarankan untuk menghubungi dokter anak.
Pada bayi berusia di atas enam bulan, pilihan obat menjadi lebih beragam. dr. Wisniewski menyatakan, “Pada usia ini, kamu memiliki pilihan antara acetaminophen atau ibuprofen, tetapi aturan yang sama berlaku. Jika anak tidak membaik dalam beberapa hari atau tampak tidak sehat, hubungi dokter anak.”
Selain pemberian obat, memastikan anak mendapatkan istirahat yang cukup serta asupan cairan yang memadai sangat membantu proses pemulihan. Konsultasikan kepada dokter untuk penanganan yang lebih tepat.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)