FAMILY

5 Cara Mencegah Situasi Dehidrasi pada Bayi

A. Firdaus
Selasa 27 Januari 2026 / 13:09
Jakarta: Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan air dan mineral penting seperti natrium dan kalium. Pada bayi, ini lebih berbahaya karena mereka tidak bisa mengatakan bahwa mereka haus.

Pencegahan adalah cara terbaik untuk menghindari dehidrasi. Pastikan bayi minum cukup cairan, terutama pada hari-hari yang sangat panas dan saat dia sakit.

Jika bayi berusia di bawah 6 bulan, tetap berikan Air Susu Ibu (ASI) atau susu formula. Namun, jika khawatir tentang dehidrasi, konsultasikan dengan dokter bayi tentang memberikan sedikit air.

 
Jika bayi berusia 6 bulan atau lebih, terus berikan ASI atau susu formula. Kamu dapat menambahkan sedikit air sekitar 118 ml per hari hingga ia mulai makan makanan padat, pada saat itu dapat meningkatkan jumlahnya.

Jangan berikan bayi minuman bersoda, karena buruk bagi giginya dan kesehatannya. Jus juga tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 12 bulan.

Dilansir dari BabyCenter, berikut lima cara membantu mencegah dehidrasi pada bayi dalam situasi ini.
 

1. Demam


Berikan bayi banyak cairan setiap kali dia demam. Jika dia tampak kesulitan menelan, tanyakan kepada dokternya apakah boleh memberikan obat pereda nyeri seperti parasetamol untuk anak-anak atau jika dia berusia 6 bulan atau lebih berikan ibuprofen, untuk meredakan ketidaknyamanan.

Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak, karena obat ini terkait dengan kondisi langka namun serius yang disebut sindrom Reye (kondisi langka dan serius yang menyebabkan pembengkakan hati dan otak secara tiba-tiba).
 

2. Overheating


Berikan bayi lebih banyak cairan dari biasanya saat cuaca panas. Aktivitas berlebihan di hari panas atau hanya duduk di ruangan yang pengap dan panas dapat menyebabkan keringat dan kehilangan cairan. 
 

3. Diare


Jika bayi menderita penyakit usus, terutama gastroenteritis akut, dia akan kehilangan cairan melalui diare dan muntah. Jangan berikan jus buah, yang mungkin memperburuk situasi, dan jangan berikan obat diare yang dijual bebas kecuali dokter merekomendasikannya.

Ajak bayi untuk minum ASI atau susu formula tambahan, dan tambahkan sedikit air setelah ia berusia 6 bulan atau lebih. Jika bayi berusia 3 bulan atau lebih dan curiga ia mengalami dehidrasi, dapat memberikan minuman elektrolit. 
 

4. Muntah


Virus dan infeksi usus dapat menyebabkan muntah. Jika bayi kesulitan menahan cairan, dia dapat dengan mudah mengalami dehidrasi.

Cobalah memberikan cairan dalam jumlah sangat kecil, terutama ASI atau susu formula, serta sedikit air jika dia berusia 6 bulan atau lebih secara teratur. Cairan elektrolit bermanfaat untuk bayi berusia 3 bulan atau lebih yang mengalami muntah. 
 

5. Menolak minum


Sakit tenggorokan atau penyakit seperti penyakit tangan, kaki, dan mulut dapat menyebabkan rasa sakit yang begitu parah sehingga bayi kadang-kadang berhenti minum.

Tanyakan kepada dokter tentang memberikan bayi parasetamol atau ibuprofen untuk anak-anak jika usianya 6 bulan atau lebih untuk meredakan ketidaknyamanan, lalu tawarkan ASI atau susu formula dan air, secara teratur dan dalam jumlah kecil.  

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH