FAMILY

Kamu Lagi Cek Gejala Dehidrasi di Bayi, Setop Panik, Lakuin Ini Dulu!

Yatin Suleha
Minggu 25 Januari 2026 / 13:07
Jakarta: Jika bayi mengalami dehidrasi, artinya tubuhnya tidak memiliki cukup cairan yang dibutuhkan. Dehidrasi parah adalah keadaan darurat. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi parah, segera bawa dia ke ruang gawat darurat segera.

Bayi dapat dengan cepat menjadi dehidrasi parah, jadi penting untuk bertindak cepat. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda dehidrasi ringan hingga sedang: Hubungi dokter bayi untuk mendapatkan saran. Dia mungkin ingin memeriksanya untuk memastikan dia baik-baik saja.

Dilansir dari BabyCenter, jangan coba mengobati sendiri jika gejala parah. Di rumah sakit, dokter bisa memberikan cairan melalui infus untuk mengembalikan keseimbangan cairan.

 

Untuk gejala ringan, dokter mungkin memberikan nasihat lewat telepon, tapi tetap periksa bayi secara fisik jika memungkinkan. Selalu catat gejala dan kapan mulai muncul untuk membantu dokter.

 

Bagaimana cara mengobati dehidrasi pada bayi?


Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan dehidrasi. Jika bayi mengalami dehidrasi parah, ia mungkin perlu menerima cairan melalui selang intravena (IV) di rumah sakit hingga ia terhidrasi kembali.

Jika dokter memutuskan bahwa bayi mengalami dehidrasi ringan atau sedang, ia mungkin menyarankan untuk memberikan lebih banyak cairan.

Pada usia di bawah 3 bulan, dokter kemungkinan akan menyarankan untuk tetap memberikan ASI atau susu formula, tetapi dengan frekuensi yang lebih sering dari biasanya.


(Beberapa tanda bayi dehidrasi yaitu mulut dan bibirnya terlihat kering dan tidak ada air mata saat menangis. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Saat bayi berusia tiga bulan atau lebih, dokter mungkin merekomendasikan cairan khusus, selain ASI atau susu formula untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang dari tubuhnya.

Dokter juga ingin mengetahui penyebab dehidrasi pada bayi dan menangani masalah dasarnya. Misalnya, untuk muntah, dokter mungkin meresepkan obat anti-muntah.

Jika bayi mengalami diare dan dokter menduga hal itu terkait dengan pola makan, dokter mungkin menyarankan untuk mengganti jenis susu formula atau mengubah pola makan jika bayi menyusui.

Pengobatan di rumah melibatkan pemberian cairan secara bertahap. Mulai dengan sedikit-sedikit agar bayi tidak muntah lagi. Jika bayi menyusu, tingkatkan frekuensi menyusui.

Untuk bayi yang lebih besar, tambahkan air atau cairan elektrolit sesuai anjuran dokter. Pantau berat badan bayi dan jumlah popok basah untuk melihat apakah kondisinya membaik.

 

Fakta elektrolit untuk dehidrasi pada bayi


Elektrolit adalah mineral penting yang hilang saat dehidrasi. Jangan memberikan larutan elektrolit untuk dehidrasi pada bayi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Jika dokter merekomendasikan cairan elektrolit, dapat menemukannya di sebagian besar apotek.

Dokter bayi dapat memberikan petunjuk tentang cara menggunakan cairan elektrolit, berdasarkan berat dan usia bayi. Menurut American Academy of Pediatrics mengenai jumlah total cairan yang harus diberikan kepada anak dalam 24 jam. 

Misalnya, bayi dengan berat 3,1 kg yang mengalami diare ringan memerlukan setidaknya 473 ml larutan elektrolit.

Sementara itu, bayi dengan berat 10 kg memerlukan 1182 ml. Cairan dapat diberikan secara perlahan, sedikit demi sedikit, sendok teh demi sendok teh, menggunakan sendok atau suntikan.

 


Larutan elektrolit membantu mengganti natrium dan kalium yang hilang. Jangan gunakan jus atau minuman olahraga biasa, karena bisa terlalu manis atau tidak seimbang.

Selalu ikuti dosis yang dokter berikan, dan simpan larutan di kulkas jika perlu. Jika bayi menolak minum, coba gunakan botol atau sendok kecil.
 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH