FITNESS & HEALTH

Berat Badan Turun Hampir 28 Persen? Ini Hasil Studi Terbaru soal Wegovy

A. Firdaus
Sabtu 11 Juli 2026 / 21:10
Ringkasnya gini..
  • Sebagian pasien yang menggunakan Wegovy (semaglutide) dosis 7,2 miligram mampu menurunkan berat badan rata-rata hingga 27,7 persen.
  • Hasil penurunan berat badan hingga 27,7 persen tidak dapat dijadikan patokan untuk semua pasien.
  • Efektivitas Wegovy dosis 7,2 miligram masih perlu terus dipantau melalui penelitian lanjutan.
Jakarta: Terapi obesitas berbasis obat terus mengalami perkembangan. Analisis terbaru yang dipresentasikan dalam European Congress on Obesity (ECO) 2026 menunjukkan bahwa sebagian pasien yang menggunakan Wegovy (semaglutide) dosis 7,2 miligram mampu menurunkan berat badan rata-rata hingga 27,7 persen setelah menjalani terapi selama 72 minggu.

Namun, hasil tersebut tidak dialami oleh seluruh peserta penelitian. Penurunan berat badan hampir 28 persen hanya terjadi pada kelompok pasien yang tergolong early responders, yaitu mereka yang telah kehilangan sedikitnya 15 persen berat badan dalam 24 minggu pertama pengobatan.

Mengutip laporan CNBC International, kelompok ini menunjukkan respons terapi yang lebih cepat dibandingkan peserta lainnya.
 

Secara keseluruhan, seluruh peserta yang menerima Wegovy dosis 7,2 miligram mengalami penurunan berat badan rata-rata hampir 21 persen setelah 72 minggu terapi. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata penurunan berat badan pada pengguna Wegovy dosis 2,4 miligram, yang sebelumnya merupakan dosis tertinggi dan mencatat penurunan lebih dari 17 persen dalam periode yang sama.

Meski demikian, Novo Nordisk menegaskan bahwa hasil penurunan berat badan hingga 27,7 persen tidak dapat dijadikan patokan untuk semua pasien.

Dalam penelitian tersebut, sekitar satu dari empat peserta yang menggunakan dosis 7,2 miligram termasuk dalam kategori early responders. Sementara pada kelompok dosis 2,4 miligram, proporsinya sekitar satu dari lima peserta.
 

Tetap bermanfaat meski bukan early responder


Penelitian juga menunjukkan bahwa pasien yang tidak masuk kategori early responders tetap memperoleh manfaat dari terapi.

Kelompok ini mencatat rata-rata penurunan berat badan sebesar 15,4 persen, yang dinilai masih memberikan manfaat klinis bagi pasien obesitas.

Associate Clinical Professor of Internal Medicine Faculty of Medicine and Health Sciences Tel Aviv University, Israel, Dr. Dror Dicker, mengatakan bahwa penurunan berat badan pada kelompok tersebut tetap tergolong substansial dan bermakna secara klinis.
 

Masih perlu penelitian lanjutan


Novo Nordisk mulai meluncurkan Wegovy dosis 7,2 miligram di Amerika Serikat sekitar satu bulan sebelum hasil analisis tersebut dipresentasikan.

Perusahaan menilai penambahan dosis ini dapat memperluas pilihan terapi bagi pasien obesitas. Bahkan, menurut laporan CNBC International, tiga perusahaan pengelola manfaat farmasi terbesar di Amerika Serikat telah memasukkan dosis baru tersebut ke dalam formularium standar mereka.

Meski begitu, para peneliti mengingatkan bahwa hasil analisis ini masih memiliki sejumlah keterbatasan.

Hingga kini belum ada data yang memungkinkan perbandingan langsung antara kelompok early responders pada Wegovy dengan terapi obesitas lain di kelas yang sama. Selain itu, belum tersedia metode yang dapat memprediksi sejak awal pasien mana yang akan memberikan respons terapi lebih cepat.

Karena itu, para ahli menilai efektivitas Wegovy dosis 7,2 miligram masih perlu terus dipantau melalui penelitian lanjutan, termasuk untuk mengetahui dampaknya terhadap pengelolaan obesitas dalam praktik klinis sehari-hari.

Perlu diingat, penggunaan Wegovy merupakan terapi yang harus dilakukan berdasarkan resep dan pengawasan dokter. Obat ini bukan pengganti pola makan sehat maupun aktivitas fisik, melainkan bagian dari penatalaksanaan obesitas yang komprehensif sesuai indikasi medis.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH